Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  7. Orang Babel dan Orang Asyur > 
II. Orang Akad. 
sembunyikan teks

Di daerah utara Mesopotamia tinggal orang-orang Akad yang memiliki peradaban yang lebih maju daripada tangga mereka di bagian selatan. Orang Akad mengembangkan salah satu sistem tulisan yang pertama. (Lihat "Bahasa dan Tulisan.") Mereka adalah pembuat bangunan dan ahli strategi militer yang berbakat. Seperti orang Sumer, maka orang Akad membangun tiap-tiap kota mereka keliling sebuah kuil yang menghormati dewa setempat.

 A. Agade (Akad).
sembunyikan teks

Daerah utara ini mengambil namanya dari kota Agade, yang disebut Akad oleh banyak sarjana yang berbahasa Inggris. Ada yang berpendapat bahwa Alkitab menamakan kota ini Sefarwaim (bdg. II Raj. 17:24).

 B. Sargon dari Agade.
sembunyikan teks

Pada akhirnya kota-kota Akad dikuasai oleh Elam, sebuah negara kota yang kuat, di sebelah tenggara. Pada sekitar 2300 sM, Raja Sargon dari Agade memberontak terhadap bangsa Elam dan mempersatukan orang Akad di bawah pemerintahannya. Ia menamakan dirinya "Raja Empat Daerah," yang menunjuk kepada kota-kota utama di daerah itu - Kisy, Kuta, Agade Sippar, dan Babel Borsippa.

Sargon mengadakan jaringan jalan dan pelayanan pos yang efisien untuk mempersatukan daerah kekuasaannya. Ia memulai sebuah perpustakaan kerajaan yang akhirnya mengumpulkan ribuan lempeng tanah liat.

Wangsa Sargon hanya bertahan selama tiga generasi. Setelah itu Akad berada di bawah pengaruh Ur, pusat perdagangan besar dari orang Sumer. Beberapa kota Akad, seperti Langash (yang diperintah oleh seorang imam bernama Gudea) menentang jalannya kejadian-kejadian ini. Namun, Ur dan Laras, dua negara kota Sumer, menguasai Mesopotamia selama lebih dari 200 tahun. Secara berangsur-angsur daerah ini kembali dikuasai oleh Elam.



TIP #20: Untuk penyelidikan lebih dalam, silakan baca artikel-artikel terkait melalui Tab Artikel. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA