Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  41. Gereja yang Mula-Mula > 
V. KONSEP-KONSEP PERJANJIAN BARU TENTANG GEREJA. 
sembunyikan teks

Sungguh menarik untuk menyurvei bermacam-macam konsep Perjanjian Baru tentang gereja. Kitab Suci menyebut jemaat Kristen mula-mula itu sebagai keluarga Allah. dan Bait Allah, sebagai kawanan domba dan pengantin wanita Kristus, sebagai garam dan ragi, sebagai penjala manusia, sebagai benteng yang menjaga kebenaran Allah, dan ada banyak lagi. Gereja dipandang sebagai satu-satunya persekutuan orang-orang percaya di seluruh dunia, dan setiap jemaat lokal merupakan sebuah bagian yang menonjol dan contoh dari persekutuan tersebut. Para penulis Kristen masa lalu, sering mengacu kepada gereja sebagai "tubuh Kristus" dan "Israel batu." Kedua konsep ini mengungkapkan banyak hal tentang pengertian jemaat Kristen mula-mula terhadap misi mereka di dunia.

 A. Tubuh Kristus.
sembunyikan teks

Paulus menggambarkan gereja sebagai "satu tubuh di dalam Kristus" (Rm. 12:5) dan "Tubuh-Nya" (Ef. 1:23). Dengan kata lain, gereja mencakup dalam satu kerukunan kehidupan Ilahi setiap orang yang dipersatukan dengan Kristus oleh Roh Kudus melalui iman. Mereka ikut serta dalam kebangkitan-Nya (Rm. 6:8), dan dipanggil serta dimungkinkan untuk melanjutkan pelayanan-Nya, yaitu melayani dan menderita untuk menjadi berkat bagi orang lain (I Kor. 12:14-26). Mereka terikat dalam satu persekutuan untuk mewujudkan kerajaan Allah di dunia.

Karena mereka terikat dengan orang-orang Kristen lainnya, orang-orang ini memahami bahwa apa yang mereka lakukan dengan tubuh dan kemampuan mereka adalah sangat penting (Rm. 12:4; I Kor. 6:13-19; II Kor. 5:10). Mereka mengerti bahwa bermacam-macam ras dan tingkatan menjadi satu di dalam Kristus (I Kor. 12:3; Ef. 2:14-22), dan harus saling menerima dan mengasihi dengan cara sedemikian rupa sehingga menjadi nyata bagi orang lain.

Dengan menggambarkan gereja sebagai tubuh Kristus, jemaat Kristen mula-mula itu menekankan bahwa Kristus adalah kepala Gereja (Ef. 5:23). Dialah yang menuntun tindakan-tindakan gereja, dan berhak menerima segala pujian yang ditujukan kepada gereja. Segala kuasa gereja untuk menyembah dan melayani adalah pemberian-Nya.

 
 B. Israel yang Baru.
sembunyikan teks

Jemaat Kristen mula-mula mengidentifikasikan dirinya dengan bangsa Israel, umat pilihan Tuhan. Mereka percaya bahwa kedatangan dan pelayanan Yesus telah menggenapi janji Allah kepada bapa-bapa leluhur Israel (bdg. Mat. 2:6; Luk. 1:68; Kis. 5:31), dan mereka beranggapan bahwa Allah telah mengadakan perjanjian yang baru dengan para pengikut Yesus (bdg. II Kor. 3:6; Ibr. 7:22; 9:15).

Menurut anggapan mereka, Allah telah membentuk umat Israel baru-Nya berdasarkan keselamatan pribadi, bukan berdasarkan garis keturunan. Gereja-Nya merupakan suatu bangsa rohani yang melebihi seluruh warisan kebudayaan dan kebangsaan. Setiap orang yang beriman kepada perjanjian batu Allah dengan menyeramkan hidupnya kepada Kristus, menjadi keturunan rohani Abraham dan karenanya menjadi bagian dari "Israel Baru" (Mat. 8:11; Luk. 13:28-30; Rm. 4:9-25; 11; Gal. 3-4; Ibr. 11-12).

 C. Ciri-Ciri Umum.
sembunyikan teks

Beberapa sifat umum muncul dari banyak gambaran tentang gereja yang kita temukan dalam Perjanjian Baru. Semua gambaran itu menunjukkan bahwa gereja ada karena Allah yang mengadakannya. Kristus telah menugaskan para pengikut-Nya untuk meneruskan pekerjaan-Nya, dan itulah alasan keberadaan gereja.

Bermacam-macam gambaran Perjanjian Baru mengenai gereja menekankan bahwa Roh Kudus yang memberi kuasa pada gereja dan menentukan arahnya. Anggota-anggota gereja mempunyai tugas dan tujuan bersama di bawah bimbingan Roh Kudus.

Gereja merupakan kesatuan yang aktif dan hidup. Gereja berpartisipasi dalam berbagai urusan di dunia ini, memperlihatkan cara hidup yang dikehendaki Allah bagi semua orang, dan memberitakan Firman Allah bagi masa sekarang. Kesatuan dan kesucian rohani gereja sangat jelas berbeda dengan rasa benci dan keburukan dunia. Gereja bertanggung jawab dalam tiap-tiap jemaat, di mana gereja dinyatakan, untuk mempraktikkan persatuan, kasih, dan kepedulian dengan sedemikian rupa sehingga memperlihatkan bahwa Kristus benar-benar hidup di dalam orang-orang yang menjadi anggota tubuh-Nya. Dengan demikian hidup mereka adalah hidup Kristus di dalam diri mereka.



TIP #27: Arahkan mouse pada tautan ayat untuk menampilkan teks ayat dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA