Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi >  IV. Kurun-Kurun Sejarah Purbakala. > 
F. Periode Romawi. 
sembunyikan teks

Pada umumnya, arkeologi alkitabiah kurang sekali berurusan dengan Perjanjian Baru daripada dengan Perjanjian Lama. Ada alasan yang baik untuk hal ini. Berlimpahnya informasi pustaka tentang kurun waktu Perjanjian Baru membuat kita kurang bergantung pada sumber-sumber arkeologis. Juga sejarah Perjanjian Baru sebagian besar adalah tentang suatu kelompok kecil yang hanya kadang-kadang berkaitan dengan sejarah di luar kalangan mereka. Kekristenan tidak meninggalkan arsitekturnya sendiri sampai sesudah ia menjadi agama negara pada abad ke-4.

Banyak penggalian telah dilakukan pada tempat-tempat tradisional dari kejadian-kejadian Perjanjian Baru. Sebagian besar pekerjaan ini telah dilakukan oleh para rahib Fransiskan, yang secara tradisional telah diserahi pemeliharaan "tempat-tempat suci" di Palestina. Akan tetapi, pada umumnya mereka hanya menemukan reruntuhan gereja-gereja atau tempat ibadah yang didirikan di tempat-tempat ini tidak lama sesudah bagian awal abad ke-4. Banyak di antara tempat-tempat suci ini mungkin dibangun atas perintah Helena, ibu Kaisar Constantinus. Jarang arkeolog itu dapat membuktikan (atau menyanggah!) keaslian tempat-tempat ini atau menemukan bukti yang dengan jelas penghubungannya dengan zaman Perjanjian Baru.

Namun, ada beberapa kekecualian penting di mana buktinya dengan jelas menjangkau ke zaman Perjanjian Baru. Yang paling penting adalah tempat-tempat di dalam atau di sekitar Yerusalem sendiri, di mana permukiman masa kini biasanya sangat mempersulit penggalian. Para arkeolog mengatakan beberapa penyelidikan berhubungan dengan renovasi Gereja Makam Suci (Church of the Holy Sepulchre) yang meliputi tempat tradisional Kalvari dan makam Yusuf. (Ada beberapa klaim yang bersaing untuk tempat-tempat ini, terutama "Kalvari temuan Gordon" dan "Makam di Taman" yang berada di luar tembok-tembok kota yang sekarang. Tetapi tempat-tempat ini diabaikan oleh hampir semua kesarjanaan ilmiah.)

Temuan-temuan penting lain telah muncul selama berbagai penggalian arkeolog Israel di sekitar Bukit Bait Suci. Telah lama diketahui bahwa apa yang dinamakan "Tembok Ratapan" adalah bagian Bari tembok barat yang didirikan oleh para pembangun Herodes berhubungan dengan pembangunan kembali bait suci.

Di belakang Gereja Sta. Anne di pinggir utara kawasan Bukit Bait Suci, para arkeolog telah menemukan apa yang mungkin merupakan tempat penyembuhan seorang lumpuh oleh Yesus (Yoh. 5:1-9). Di bawah sebuah basilik abad ke-5 di tempat itu, para penyelidik menemukan sisa-sisa dari berbagai kolam dan kamar mandi. Rupanya mukjizat Yesus terjadi di sebuah kolam kecil dekat jalan masuk ke sebuah goa di tempat itu.

Bagaimanapun juga, banyak detail dari kota di sekitarnya tetap tidak jelas. Misalnya, telah ditunjukkan bahwa Lengkungan Robinson", yang menonjol dari tembok barat bait suci, bukanlah permulaan sebuah jembatan melintasi Lembah Tiropuon, seperti pendapat sebelumnya. Sebaliknya, tonjolan itu adalah hubungan terakhir dalam sistem tangga yang megah yang menanjak dari jalan utama di bawah ke halaman bait suci itu sendiri. Di sebelah selatan Bukit Bait Suci para arkeolog telah menemukan sebuah lapangan berubin yang bagus sekali dan tangga lebar yang menuju ke "Gerbang Hulda", pintu masuk utama ke pelataran bait suci pada zaman Kristus. (Temuan-temuan ' ini membuktikan bahwa deskripsi Yosefus tentang bangunan ini dan bangunan-bangunan lain di dekatnya adalah luar biasa akurat.)

Di seberang lembah di bukit barat Yerusalem, para arkeolog telah menemukan tempat-tempat kediaman yang mewah dari zaman Herodes. Temuan ini juga telah membuktikan bahwa daerah ini telah didiami dan dipagari tembok ketika bait suci Salomo didirikan. Bagian ini dari kota Yerusalem barangkali merupakan "perkampungan baru" yang disebut di II Raj. 22:14 dan Zef. 1:10.

Tempat-tempat lain dari zaman Herodes telah dibersihkan dalam tahun-tahun belakangan. Barangkali yang paling tersohor adalah tempat peristirahatan Herodes di Masada, yang memandang ke bawah ke Ujung selatan dari Laut Mati. Setelah Titus membinasakan Yerusalem (tahun 70 M), Masada menjadi tempat perlindungan untuk orang-orang Zelot fanatik yang melarikan diri dari pasukan-pasukan Romawi. Tentara Romawi akhirnya merebut tempat itu setelah pengepungan yang lama, hanya untuk menemukan bahwa hampir semua pembela telah mati dalam suatu persetujuan bunuh diri.

Gedung "Herodium," yang menjulang tinggi di kaki langit beberapa kilometer di tenggara Betlehem, belum lama lalu telah dibersihkan juga. Bangunan ini mungkin dapat dinamakan "mausoleum" Herodes, meskipun dapat diperdebatkan apakah ia betul-betul dimakamkan dalam bangunan yang mewah ini di puncak bukit atau di suatu tempat di lereng yang lebih di bawah. Akhirnya, kami harus menyebutkan "penggalian" di tempat Yerikho dari zaman Perjanjian Baru (sekitar satu mil sebelah barat kota Yerikho dari Perjanjian Lama, di kaki gunung). Kota ini Salah satu tempat pengasingan diri Herodes yang paling mewah, penuh dengan istana, pemandian, kolam, taman terendam, dan lain-lain. Pastilah di tempat ini ia menyelenggarakan beberapa di antara pesta poranya yang keji.

Tidak jauh dari situ terdapat Qumran, yang digali oleh sarjana dari ordo Dominikan, Roland de Vaux. Bagian terbesar dari pengetahuan kita tentang tempat yang penting ini didasarkan pada gulungan-gulungan naskah terkenal yang terdapat di sana. (Lihat "Teks dan Terjemahan.") Akan tetapi, penggalian de Vaux telah menerangi kehidupan komunitas itu. Misalnya, ia menemukan berbagai alat yang rumit untuk menadah dan menyimpan air hujan yang jarang turun. De Vaux juga menemukan ruangan scriptorium, di mana mula-mula gulungan-gulungan naskah yang terkenal itu disalin.

Di bagian barat pantai Laut Tengah, di Kaisarea Maritima, penggalian-penggalian yang terus dilanjutkan telah menampakkan banyak dari rancangan kota besar dari zaman Roma dan Bizantium. Dalam banyak hal, Kaisarea memiliki corak khas dari pembangunan kota pada masa itu. Barang-barang peninggalan di Kaisarea menggambarkan bagaimana orang Yahudi, Kristen, dan penyembah berhala hidup dan bekerja berdampingan dalam pusat-pusat metropolitan seperti itu.

Sinagoge Kapernaum yang secara relatif terpelihara dengan baik tak mungkin merupakan sinagoge tempat Yesus mengajar (Mrk. 1:21). Sinagoge yang masih ada ini telah dibangun pada abad ke-3 atau ke-4. Akan tetapi, mungkin sekali inilah pengganti dari sinagoge yang dikenal oleh Yesus, dan mungkin konstruksinya mirip sekali. Para arkeolog berpendapat bahwa mereka mungkin telah menemukan rumah Petrus di tempat yang sama (Mat. 8:14 dst.) Tulisan-tulisan di dinding-dinding rumah abad ke-2 yang dibuat dari plester ini dengan jelas menghubungkannya dengan Petrus. Kemudian rumah ini diganti dengan berbagai gedung gereja bersegi delapan secara berturut-turut.

Di puncak Gunung Gerizim, penggalian telah menemukan dasar bait suci Samaria yang menyaingi bait suci di Yerusalem pada zaman Perjanjian Baru. Sekarang para pengunjung dapat melihat bekas-bekas dari tangga yang sangat besar yang dibangun di lereng gunung itu menuju ke kota yang berada di bawah. Dekat dasar tangga ini terdapat tempat tradisional dari "sumur Yakub" (bdg. Yoh. 4:1-42), yang mungkin sekali autentik.

Pencarian tempat-tempat kejadian kisah-kisah Injil telah berlangsung 'selama berabad-abad. Sedikit tradisi mencatat tempat-tempat yang paling tua. Lokasi sebuah goa di Betlehem tempat Yesus dilahirkan telah diberi tahu kepada Yustinus Martyr. (Hal ini pasti terjadi sebelum tahun 130 M.) Lokasi Golgota yang diperkirakan pada ujung Via Dolorosa pertama kalinya disebut pada tahun 135 M. dan secara resmi diakui oleh Kaisar Constantinus sesudah tahun 325 M. Kedua tempat itu (yaitu tempat kelahiran dan kematian Yesus) terus menerus telah dihormati sampai ke masa kini. Penggalian di dalam dan di sekeliling Yerusalem mulai memberikan ide yang lebih baik tentang rupa kota itu pada zaman Perjanjian Baru.

PERIODE-PERIODE ARKEOLOGIS DI PALESTINA
Periode
Tanggal
Peristiwa Alkitab
I. Zaman Batu
A. Paleolitik (Batu Lama) 10.000-8000 sM Lihat Kejadian 1 - 11
B. Mesolitik (Batu Tengah) 8000-5500 sM
C. Neolitik (Batu Baru) 5500-4000 sM
II. Periode Chalcolithic
A. Megalitik 4000-3200 sM Lihat Kejadian 1 - 11
B. Ghassulian 3500-3200 sM
III. Zaman Perunggu
A. Perunggu Purba 3200-2200 sM
B. Perunggu Tengah I 2200-1950 sM Abraham lahir (2166 sM)
C. Perunggu Tengah II A 1950-1750 sM Yakub masuk Mesir (1876 sM)
D. Perunggu Tengah II B 1750-1550 sM Peristiwa Keluaran
E. Perunggu Akhir 1550-1200 sM (1446 sM)
IV. Zaman Besi
A. Zaman Besi I 1200-970 sM Daud menjadi raja (1004 sM)
B. Zaman Besi II 970-580 sM Kejatuhan Israel (586 sM)
C. Zaman Besi III 580-330 sM Orang Yahudi kembali (539 sM)
V. Periode Helenistik 330-63 sM
VI. Periode Romawi 635 M-330 M Kristus disalibkan (thn. 30 M)

Bagan 21

Footnote



TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA