Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac > 
39. Yesus Kristus 
sembunyikan teks

Perjanjian Baru adalah satu-satunya sumber informasi penting dari abad pertama tentang kehidupan Yesus. Ia hampir tidak pernah disebutkan dalam tulisan-tulisan orang Yahudi dan Romawi pada waktu itu.

Sejarawan Yahudi abad pertama, Flavius Yosefus, menulis sebuah buku mengenai sejarah agama Yahudi, dengan maksud untuk menunjukkan pada orang Romawi bahwa agama Yahudi tidak terlalu jauh berbeda dari cara hidup Yunani dan Romawi. Yosefus berkata:

"Kira-kira pada masa tersebut, Yesus, seorang yang bijaksana, apabila memang sah untuk menganggap-Nya sebagai manusia, karena Ia telah mengadakan banyak perbuatan ajaib, seorang guru dari orang-orang yang menerima kebenaran dengan senang hati. Ia menarik banyak orang Yahudi dan orang bukan Yahudi kepada diri-Nya, Ia adalah Kristus. Dan ketika Pilatus, atas saran dari orang-orang penting di antara kita, telah menghukum dengan menyalibkan Dia, maka orang-orang yang dari mulanya telah mengasihi Dia tidak meninggalkan Dia: Ia menampakkan diri setelah kebangkitan-Nya pada hari yang ketiga: sebagai suatu hal yang luar biasa mengenai Dia. Dan kelompok orang Kristen yang diberi nama menurut Dia tetap ada sampai saat ini.84

Seorang penulis biografi Romawi, Suetonius, menulis pada masa pemerintahan Kaisar Nero:

"Hukuman [oleh Nero] dijatuhkan pada orang Kristen, segolongan orang yang menganut takhayul baru yang merugikan."85

Seorang sejarawan yang terkenal dari abad kedua, Tacitus, berkata bahwa Nero mencoba untuk mempersalahkan orang Kristen tentang kebakaran di Roma. "Tetapi takhayul jahat tersebut, yang berhasil ditindas untuk sesaat, timbul lagi," tulisnya, "tidak hanya di seluruh Yudea di mana kejahatan ini dimulai, tetapi juga di seluruh Kota Roma ..."86

Seorang penulis Romawi, Lucianus, mencemooh orang Kristen dan menggambarkan Kristus sebagai "seseorang yang disalibkan di Palestina karena Ia memperkenalkan cara pemujaan baru ini pada dunia."87

Ingatlah bahwa pernyataan-pernyataan tentang Kristus dan kekristenan ini berasal dari orang-orang yang memusuhi kekristenan dan tidak mempunyai informasi cukup tentang hal tersebut. Namun, mereka menunjukkan kepada kita bahwa kekristenan tersebar luas pada awal abad ke-2 Masehi, dan bahwa keberadaan Kristus dalam sejarah diterima sebagai sebuah fakta, bahkan oleh musuh-Nya. Rupanya mereka memandang-Nya sebagai seorang fanatik agama yang telah memperoleh pengikut lebih banyak daripada yang seharusnya Dia dapat.

Keempat kitab Injil adalah satu-satunya sumber utama untuk mendapatkan informasi tentang Yesus Kristus. Ketika kitab tidak memberikan sebuah biografi tentang kehidupan-Nya, melainkan sebuah gambaran tentang pribadi dan perbuatan-Nya. Sejak kelahiran-Nya sampai Ia berumur tiga puluh tahun, tidak ada sesuatu pun yang dikatakan tentang Dia. Bahkan laporan pelayanan-Nya pun tidak lengkap. Misalnya, banyak dari apa yang diketahui dan dilihat oleh Yohanes, tidak dicatat (Yoh. 21:25). Apa yang dicatat kadang-kadang dipersingkat menjadi beberapa ayat. Semua kitab Injil lebih banyak meliput peristiwa-peristiwa minggu terakhir kehidupan Yesus daripada peristiwa lainnya.

Karena setiap penulis ingin menekan aspek yang agak berbeda tentang diri dan perbuatan Kristus, laporan-laporan tersebut agak berbeda detail-detailnya. Jelaslah bahwa para penulis yang asli memilih fakta-fakta yang dapat meningkatkan maksud mereka, dan mereka tidak selalu melakukannya menurut urutan kronologis yang ketat. (Biasanya dianggap bahwa Lukaslah yang lebih teliti mengikuti urutan peristiwa-peristiwa yang aktual.) Kitab-kitab Injil lebih banyak merupakan kitab tafsiran daripada catatan sejarah, tetapi tidak ada alasan untuk meragukan bahwa semua yang mereka nyatakan itu adalah benar seluruhnya.

 I. Kisah Kehidupan Yesus. 
sembunyikan teks

Meskipun setiap Injil ditulis untuk berdiri sendiri, keempat Injil tersebut dapat dipadukan secara harmonic, atau menjadi sebuah kisah tunggal, tentang kehidupan Yesus. Yesus hidup dalam lingkungan Yahudi, dituntun oleh Perjanjian Lama dan pada dasarnya di bawah pengaruh hukum orang Farisi. (Baca "Orang Yahudi pada zaman Perjanjian Baru.")

Orang Yahudi pada zaman Yesus, hidup dalam pengharapan akan berbagai peristiwa besar. Mereka hidup ditindas oleh orang Romawi, namun mereka yakin sekali bahwa Mesias akan segera datang. Banyak kelompok yang menggambarkan Mesias secara berbeda-beda, tetapi hampir tidak ada seorang Yahudi pun pada waktu itu yang hidup tanpa harapan. Beberapa orang dalam bangsa itu mempunyai keyakinan yang benar dan menantikan kedatangan seorang Mesias yang akan menjadi Juruselamat rohani mereka - misalnya Zakharia dan Elisabet, Simeon, Hana, Yusuf dan Maria (Luk. 1:2; Mat. 1:18 dst.). Gerakan pertama Roh Kudus mendatangi orang-orang setia seperti itu, untuk mempersiapkan mereka guna menyambut kelahiran Mesias sejati dari Allah, Yesus Kristus (Luk. 2:27, 36).

Sekitar tahun 6 sM, menjelang berakhirnya masa pemerintahan Herodes di Israel, Imam Zakharia adalah pemimpin di Bait Allah di Yerusalem. Ia sedang membakar ukupan di mezbah selama doa malam, ketika seorang malaikat menampakkan diri kepadanya, serta memberitahukan bahwa akan lahir anaknya yang pertama, seorang anak laki-laki. Anak ini akan mempersiapkan jalan bagi Sang Mesias; roh dan kuasa Elia akan turun ke atasnya (bdg. Luk. 3:3-6) Orang tuanya harus menamakannya Yohanes. Zakharia adalah seorang yang benar-benar saleh, tetapi sulit baginya untuk mempercayai apa yang didengarnya dan sebagai akibatnya ia menjadi bisu sampai Elisabet (istrinya) melahirkan. Anak itu lahir, disunat dan dinamai sesuai dengan perintah Allah. Kemudian Zakharia mendapatkan kembali suaranya dan memuji Tuhan; nyanyian pujian ini disebut Benediktus (Luk. 1:5-25, 27-80).

Tiga bulan sebelum kelahiran Yohanes, malaikat yang sama (Gabriel) menemui Maria. Wanita muda ini bertunangan dengan Yusuf, seorang tukang kayu keturunan Raja Daud (bdg. Yes. 11:1). Malaikat itu berkata kepada Maria bahwa ia akan mengandung seorang anak oleh Roh Kudus, dan ia harus menamainya Yesus. Maria heran ketika mendengar bahwa meskipun dia seorang perawan, ia akan mendapat seorang anak yang merupakan Putra tunggal Allah dan Juruselamat umat-Nya (Luk. 1:32-35; bdg. Mat. 1:21). Namun, ia menerima pesan ini dengan sangat lemah lembut, berbahagia karena ia hidup dalam kehendak Allah (Luk. 1:38).

Malaikat Gabriel juga memberi tahu kepada Maria bahwa kerabatnya, Elisabet, sedang mengandung, dan Maria segera menemui Elisabet untuk berbagi kebahagiaan bersama. Ketika kedua wanita yang saleh ini bertemu, Elisabet menyambut Maria sebagai ibu Tuhannya (Luk. 1:39-45). Maria tiba-tiba menyanyikan pujian (Nyanyian Maria, Luk. 1:46-56). Ia tinggal selama tiga bulan bersama Elisabet sebelum pulang.

Yusuf, tunangan Maria, benar-benar terkejut ketika mengetahui apa yang tampaknya terjadi sebagai akibat dosa yang dahsyat yang telah diperbuat Maria (Mat. 1:19). Ia memutuskan untuk menceraikannya secara diam-diam. Kemudian seorang malaikat menampakkan diri dalam mimpinya serta menjelaskan situasi tersebut kepadanya, dan meminta dia untuk menikahi calon istrinya seperti yang sudah direncanakan.

Yesus lahir di Kota Betlehem. Pasangan pengantin baru tersebut telah disuruh pergi ke tempat oleh perintah Kaisar Agustus (Luk. 2:1). Demikianlah nubuat dalam Mikha 5:1 terpenuhi.

Dari seluruh penjuru kekaisaran itu, orang-orang Yahudi harus kembali ke kota-kota leluhur mereka untuk didaftar agar dapat membayar pajak. Sensus ini dilakukan ketika Kirenius (Quirinius) menjadi gubenur di Siria untuk pertama kalinya. Setelah tiba di Betlehem, Maria dan Yusuf tidak mendapatkan penginapan kecuali sebuah kandang (kemungkinan sebuah goa yang dipakai sebagai kandang ternak). Di sanalah Anak Allah yang kekal dilahirkan. Ia dibungkus dengan kain lampin dan dibaringkan dalam palungan. Tidak lama setelah kelahiran-Nya, para gembala datang untuk melihat Dia; para malaikat telah memberitakan hal tersebut kepada mereka ketika mereka sedang menggembalakan kawanan domba. Jika tidak, manusia tidak memperhatikan peristiwa tersebut:

 II. DOKTRIN KRISTUS.
sembunyikan teks

Kristologi membahas tentang pribadi dan pekerjaan Kristus - yakni doktrin Kristus.



TIP #04: Coba gunakan range (OT dan NT) pada Pencarian Khusus agar pencarian Anda lebih terfokus. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA