Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi >  IV. Kurun-Kurun Sejarah Purbakala. >  C. Zaman Perunggu. >  4. Zaman Perunggu Akhir. > 
b. Mesir: Dinasti ke-19: 
 sembunyikan teks

Setelah kelalaian Akhnaton membawa Mesir ke ambang keruntuhan, dinasti ke-19 atau dinasti Rameside membawa kebangkitan singkat dari kuasa Mesir pada abad ke-13, atau zaman Perunggu Akhir II. Tetapi ternyata itulah hembusan nafas terakhir dari Mesir. Patung-patung dan kuil-kuil raksasa dari para Ramses, terutama Ramses II, tidak dapat menyembunyikan kenyataan tersebut. Walaupun Mesir terus mencampuri urusan-urusan Kanaan sepanjang sejarah Alkitab, ia tidak pernah lagi dapat menjadi lebih berkuasa daripada "tongkat bambu yang patah terkulai . . . yang akan menembus dan menusuk tangan orang yang bertopang kepadanya" (Yes. 36:6) Bangsa-bangsa yang berkuasa sedang berjuang untuk merebut Timur Dekat, dan Mesir hampir tak mampu untuk bertahan hidup.

Serombongan besar orang-orang belum beradab bergerak turun dari daerah Balkan dan Laut Hitam, sambil menelan dan melenyapkan tiap peradaban yang menghalangi jalannya: bangsa Misena di Yunani selatan, bangsa Het di Asia Kecil, dan para penghuni tetap Kanaan Sepanjang pantai Laut Tengah sampai ke perbatasan Mesir. Dalam pertahanan yang terakhir di Medinet Habu, Ramses III menghentikan gerombolan orang-orang belum beradab itu, tetapi usaha ini menghabiskan sumber-sumber terakhir Mesir. Prasasti-prasasti Mesir menyebut gerombolan bakal penyerbu ini sebagai "Orang Laut", tetapi hampir pasti bahwa mereka adalah orang-orang yang disebut "orang Filistin" di Alkitab. Ironis memang bahwa akhirnya daerah ini dinamakan menurut mereka - Palestina. Setelah kekalahan mereka, "Orang Laut" ini setuju untuk menjadi negara penyangga terhadap penyerbuan selanjutnya terhadap Mesir. Mungkin itulah status mereka ketika mereka bentrokan dengan orang Israel yang mengalir masuk dari tenggara.

Bukti arkeologis menganjurkan bahwa orang Israel tiba lebih dulu, dari orang Filistin, didorong mundur oleh para penyerbu Filistin, dan kemudian menaklukkan orang Filistin di bawah pimpinan Yosua. Kisah-kisah Alkitab yang mengatakan bahwa Yosua menyapu bersih daerah itu sampai ke pantai Laut Tengah (Yos. 10:40-41) bukan perkataan membual saja. Kisah-kisah itu didukung oleh pertama kalinya Israel disebut dalam sejarah di luar Alkitab oleh Firaun Merneptah (sekitar 1224-1211), yang memimpin serangan ke dalam wilayah Kanaan sebelum konfrontasi Ramses III dengan orang Filistin. Setelah ia kembali, Merneptah menyombongkan diri bahwa "Israel diporak-porandakan, sedangkan benihnya tidak." Laporannya menyebut Israel sebagai suatu kaum, bukan sebagai suatu bangsa. Sudah pasti itulah status mereka tidak lama sesudah mereka memasuki Kanaan di bawah pimpinan Yosua.

Bukti arkeologis tidak mendukung kisah Alkitab tentang penaklukan itu sekokoh yang kita inginkan. Tentu saja, arkeologi paling-paling hanya dapat "membuktikan" pembinasaan kota-kota tertentu pada masa tertentu; arkeologi tidak dapat memberitahukan kepada kita mengapa kota-kota itu dibinasakan, atau oleh siapa. Bagaimanapun juga, kekurangan bukti itu tidak memberi hak kepada kita untuk menentang Alkitab; itu akan merupakan argumentasi dari keheningan.

Ada banyak penjelasan yang baik untuk jarangnya bukti dari kota-kota dalam kurun waktu ini. Misalnya, erosi yang hebat dari situs Yerikho selama berabad-abad tempat itu tidak didiami menerangkan kurangnya bukti Zaman Perunggu Akhir di tempat ini. Penjelasan yang serupa dapat dikenakan pada Gibeon; tetapi mungkin juga kota itu terletak di tempat yang lain pada zaman Yosua. (Bukanlah suatu hal yang luar biasa bagi bangsa-bangsa Timur Dekat untuk memindahkan tempat kota-kota mereka ketika kota itu dibinasakan oleh orang atau bencana alam.) Kurangnya bukti kehancuran di Sikhem sesuai dengan kisah Alkitab bahwa kota itu tidak perlu dihancurkan - barangkali sebab sebuah "pasukan pengawal terdepan" dari orang Israel telah menguasai tempat itu (bdg. Kej. 34). Laporan Alkitab tentang pembinasaan telah diperkuat dengan baik oleh temuan-temuan di Hazor, Lakhis, dan Debir (bdg. Yos. 10:11, 30-31, 38-39).



TIP #08: Klik ikon untuk memisahkan teks alkitab dan catatan secara horisontal atau vertikal. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA