Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi > 
IV. Kurun-Kurun Sejarah Purbakala. 
sembunyikan teks

Para arkeolog mengatur bukti sejarah dan budaya yang paling tua menurut sistem yang terdiri atas tiga periode, yakni Zaman Batu, Perunggu, dan Besi (masing-masing dengan berbagai subbagiannya). Kita mewarisi pola ini dari awal abad ke-19, dan sekarang pola tersebut sudah kuno. Tetapi pola itu sudah menjadi bagian yang penting dari arkeologi sehingga tampaknya tak mungkin untuk mengubahnya. Para arkeolog telah berusaha untuk menggantikannya dengan sesuatu yang lebih memuaskan, tetapi keberhasilan sistem-sistem baru ini terbatas dan sering kali lebih membingungkan. Yang paling berhasil dari saran-saran baru ini telah memakai label yang berkaitan dengan sosiologi atau politik, sedangkan pola yang tradisional didasarkan pada logam yang paling vital pada kurun waktu yang bersangkutan. Setelah Zaman Besi (yaitu, yang mulai dengan Zaman Persia) nama-nama politik atau budaya selalu menjadi standar untuk periode-periode arkeologis ini.

Tentu saja, tarikh-tarikhnya hanya dikira-kirakan karena perubahan-perubahan budaya terjadi secara berangsur-angsur. Di periode-periode kemudian, di mana biasanya sejarah dapat diketahui dengan lebih tepat, beberapa tarikh yang tepat dapat diberikan.

Bila menentukan tarikh untuk temuan-temuan arkeologis, masalah yang terbesar terjadi pada periode yang lebih kuno. Pada periode para bapa leluhur (pada umumnya Zaman Perunggu Tengah, setelah 2300 sM) barulah kita mencapai dasar yang kokoh. Dan baru seribu tahun kemudian (pada masa Daud dan Salomo) adalah lebih mudah untuk menentukan tarikh dari peristiwa-peristiwa di Alkitab. (Lihat "Kronologi.") Tarikh-tarikh yang kuno sekali yang diajukan oleh beberapa ilmuwan untuk Zaman Paleolitik atau Zaman Batu Lama lebih didasarkan pada teori-teori evolusi dan geologi daripada arkeologi. Tarikh-tarikh seperti itu tidak cocok dengan Alkitab - tidak hanya pada permukaan, tetapi pada tingkat konsep-konsep yang pokok.

Bagaimanapun juga, tidak mudah untuk mengatakan dengan tepat di mana kita harus membatasinya. Memang sulit untuk menafsirkan kronologi Alkitab itu sendiri, dan karena itu penafsir-penafsir yang konservatif kadang-kadang mengambil kesimpulan yang berbeda.

Banyak ahli berpendapat bahwa Alkitab menggambarkan dunia yang relatif muda, bertentangan dengan jutaan tahun yang diterima dalam pemikiran para ahli masa kini. Tabel 21 pada halaman 174 menganjurkan tahun 10.000 sM sebagai tarikh yang paling kuno yang dapat kita pikirkan. Sudah pasti, tidak ada bukti arkeologis yang tepat yang menuntut agar kita kembali ke masa yang lebih kuno lagi dari itu.

 A. Zaman Batu.
sembunyikan teks

Periode arkeologis yang paling purba - Zaman Batu - terbagi atas Periode Paleolitik. Periode Mesolitik, dan beberapa periode Neolitik.

 B. Zaman Chalcolithic.
sembunyikan teks

Zaman Chalcolithic (Batu - Tembaga), mencakup bagian terbesar dari dasa abad ke-4 sM, menyaksikan peralihan kepada penggunaan tembaga. (Bangsa-bangsa pada Zaman Chalcolithic tidak memakai perunggu, suatu campuran yang pada waktu itu belum diketahui.)

Sebelum periode ini, keadaan Palestina setaraf dengan kedua kebudayaan sungai besar dari Mesir dan Mesopotamia. Akan tetapi, mulai dengan 4000 sM, kedua kaki dari daerah Bulan Sabit yang Subur itu mulai maju sedikit demi sedikit, dan Palestina mulai mengambil peranan geopolitik yang dimainkannya sepanjang bagian terbesar dari periode alkitabiah. Dari segi budaya dan politik, Palestina menjadi terpencil dan terkebelakang, namun merupakan jembatan yang strategis untuk perniagaan dan komunikasi,bagi banyak negara Timur Dekat purba. Kedua sungai besar itu membantu wilayah-wilayah lain menjadi lebih berkuasa dengan mempersatukan daerah yang luas itu dan membukanya untuk perniagaan. Pada akhir zaman ini, wilayah-wilayah ini telah mengembangkan berbagai pola yang akan mereka ikuti selama beribu-ribu tahun.

 C. Zaman Perunggu.
sembunyikan teks

Para arkeolog telah menemukan banyak artefak dari Zaman Perunggu - begitu banyak temuan mereka sehingga mereka sanggup menemukan beberapa periode budaya yang berbeda di dalam Zaman Perunggu.

 D. Zaman Besi. 
sembunyikan teks

Kita tidak perlu merasa heran bahwa benda-benda peninggalan dari Zaman Besi I secara relatif rendah mutunya. Orang Israel tidak berpengalaman dalam kesenian peradaban dan mereka sebenarnya tidak menegakkan kebudayaan mereka di Kanaan sebelum asa Daud dan Salomo. Seperti yang ditunjukkan oleh Kitab Hakim-Hakim, suatu periode konsolidasi yang berlarut-larut dan penuh kesukaran menyusul kemenangan-kemenangan kilat yang mula-mula diraih oleh Yosua. Berbagai penggalian dalam tahun-tahun belakangan ,di Asdod telah menggambarkan, sebagai perbandingan, tingkat yang , tinggi dari kebudayaan Filistin pada waktu yang sama ini. Sering kali berbagai barang peninggalan dari kota-kota Filistin menunjukkan latar belakang Aegea dari orang Filistin. Imperialisme Filistin mencapai puncaknya ketika mereka merampas tabut perjanjian dan membinasakan Silo (I Sam. 4:1-10). Penelitian arkeologis sekarang telah memperkuat kekalahan ini. Benteng Saul di Gibea, di utara Yerusalem, merupakan contoh lain dari arsitektur yang kasar pada Zaman Besi I. Seperti yang dikatakan W. H. Morton, "Strukturnya sederhana, begitu pula perabotnya ... yang ditunjukkan oleh kecilnya ruangan-ruangan dan kualitas yang kasar dari benda-benda peninggalannya.26

Dengan majunya kerajaan Daud, kita mempunyai lebih banyak sejarah sekular untuk memperkuat rekaman Alkitab, dan karena itu kita kurang bergantung pada arkeologi daripada ketika kita memerlukan informasi tentang periode-periode yang lebih kuno. Catatan-catatan dari kerajaan-kerajaan besar pada zaman itu, terutama dari Asyur, sering kali sejajar dan memberikan lebih banyak rincian pada kesaksian Alkitab.

Baru dalam tahun-tahun belakangan ini para arkeolog menemukan sedikit reruntuhan dari kota orang Yebus yaitu Yerusalem (Ofel), telah direbut oleh Daud dan Yoab. Terowongan yang hampir vertikal ke tempat penampungan air telah ditemukan lebih dahulu, begitu pula terowongan pengganti yang dibangun oleh Hizkia, yang membawa air dari Sungai Gihon ke kolam Siloam yang berada di dalam tembok kota. Serangkaian penggalian yang baru yang belum lama dimulai mungkin akan menemukan lebih banyak mengenai sejarah purba dari tempat yang sangat penting ini.

Oleh karena orang Israel sedang membangun banyak gedung baru, para arkeolog telah menemukan lebih banyak dari usaha Salomo dalam dasawarsa yang lalu. Di antaranya terdapat kubu-kubunya yang sangat besar di seluruh negeri itu, termasuk pintu gerbang ukuran standar di banyak tempat (misalnya, Gezer, Magido, dan Hazor).

Para arkeolog Israel baru mulai mengumumkan temuan-temuan terbaru mereka di bait suci Salomo. Kita tahu tentang banyak persamaan dengan rencana denahnya dan beberapa detail strukturnya.

Kepustakaan arkeologis yang dahulu menggembar-gemborkan pentingnya "kandang-kandang Salomo" di Megido; tetapi kini para ahli memperdebatkan apakah itu benar-benar kandang dan apakah itu kandang Salomo. Sudah hampir pasti bahwa temuan-temuan itu harus ditarikhkan kembali ke zaman Ahab.

Tidak lama setelah zaman Salomo, seseorang menyiapkan dokumen tanah liat yang kita kenal sebagai "kalender Gezer" yang tersohor. Rupanya, kalender ini hanya tugas seorang murid sekolah untuk menghafal kegiatan pertanian untuk tiap bulan dalam setahun; tetapi sampai tahun-tahun belakangan ini, kalender tersebut adalah contoh tertua yang kita kenal dari tulisan Ibrani.27

Secara arkeologis kita dapat merunut usaha-usaha pertama Baesa untuk membangun sebuah ibu kota di Tirza (I Raj. 15:33) dan pendirian kota Samaria oleh Omri (I Raj. 16:24). Di antara banyak temuan yang mengagumkan di Samaria, ada dua yang menonjol: piagam-piagam dari gading dan ostraca. Rupanya, piagam-piagam itu adalah tatahan di "istana gading" Ahab (I Raj. 22:39) dan raja-raja lain yang mirip sekali dengan gedung-gedung yang populer di Fenisia dan Asyur pada masa itu. Ostraca itu (pecahan-pecahan tembikar yang ditulisi) barangkali berasal dari pemerintahan Yerobeam II. Pada ostrakon itu tertulis catatan-catatan yang biasa mengenai pajak atau sumbangan kepada raja, tetapi semuanya itu penting bagi pekerjaan para ahli bahasa.

Mulai sekitar zaman Omri dan Ahab, orang Asyur meningkatkan tekanan mereka pada Israel dan Yehuda. Catatan arkeologis tentang konflik tersebut terlalu banyak untuk dirincikan di sini. Ostraca Lakhis yang tersohor (ditemukan di rumah jaga dari. salah satu pintu gerbang kota itu) hampir sezaman dengan kejatuhan Yerusalem ke tangan Babel pada tahun 587 sM. Berbagai penggalian baru-baru ini di Yerusalem telah menemukan sebagian tembok yang telah dirobohkan oleh pasukan Babel, dan bahkan beberapa ujung panah yang dipanah oleh para penyerang. Kita mengetahui sedikit sekali tentang beberapa periode sesudah Pembuangan (seperti Periode Persia) sama seperti kita hanya mengetahui sedikit sekali tentang zaman bapa-bapa leluhur. Temuan-temuan arkeologis untuk periode-periode ini kurang sekali. Akan tetapi, para arkeolog telah menemukan tembok-tembok yang dibangun kembali oleh Nehemia di sekeliling Yerusalem, dan inskripsi-inskripsi yang menyebut nama ketiga musuhnya - Sanbalat, Tobia, dan Gesyem (bdg. Neh. 6:1).

 E. Periode Helenistis. 
sembunyikan teks

Arkeologi tidak memberi informasi langsung mengenai penyerbuan Aleksander Agung ke Palestina (330 sM) dan permulaan Periode Helenistis. Akan tetapi, kita memiliki banyak laporan tertulis dari periode ini, terutama dari sumber Yunani dan Romawi. Hal ini mengurangi ketergantungan kita pada arkeologi. Bahkan arkeologi yang paling penting dari masa perjuangan kaum Makabe adalah gulungan-gulungan naskah Qumran yang terkenal, yang ditemukan dalam goa-goa sepanjang pantai utara Laut Mati pada tahun 1947. Gulungan-gulungan naskah ini telah disimpan dalam tempayan-tempayan yang besar sekali oleh anggota-anggota sebuah sekte pertapa Yahudi, mungkin kaum Eseni. Namun, pentingnya gulungan-gulungan naskah ini untuk Perjanjian Lama sebagian besar terbatas pada bidang penelitian naskah. Bagi ahli Perjanjian Baru, naskah-naskah tersebut membantu untuk menjelaskan gejolak agama dan politik pada masa itu.

 F. Periode Romawi.
sembunyikan teks

Pada umumnya, arkeologi alkitabiah kurang sekali berurusan dengan Perjanjian Baru daripada dengan Perjanjian Lama. Ada alasan yang baik untuk hal ini. Berlimpahnya informasi pustaka tentang kurun waktu Perjanjian Baru membuat kita kurang bergantung pada sumber-sumber arkeologis. Juga sejarah Perjanjian Baru sebagian besar adalah tentang suatu kelompok kecil yang hanya kadang-kadang berkaitan dengan sejarah di luar kalangan mereka. Kekristenan tidak meninggalkan arsitekturnya sendiri sampai sesudah ia menjadi agama negara pada abad ke-4.

Banyak penggalian telah dilakukan pada tempat-tempat tradisional dari kejadian-kejadian Perjanjian Baru. Sebagian besar pekerjaan ini telah dilakukan oleh para rahib Fransiskan, yang secara tradisional telah diserahi pemeliharaan "tempat-tempat suci" di Palestina. Akan tetapi, pada umumnya mereka hanya menemukan reruntuhan gereja-gereja atau tempat ibadah yang didirikan di tempat-tempat ini tidak lama sesudah bagian awal abad ke-4. Banyak di antara tempat-tempat suci ini mungkin dibangun atas perintah Helena, ibu Kaisar Constantinus. Jarang arkeolog itu dapat membuktikan (atau menyanggah!) keaslian tempat-tempat ini atau menemukan bukti yang dengan jelas penghubungannya dengan zaman Perjanjian Baru.

Namun, ada beberapa kekecualian penting di mana buktinya dengan jelas menjangkau ke zaman Perjanjian Baru. Yang paling penting adalah tempat-tempat di dalam atau di sekitar Yerusalem sendiri, di mana permukiman masa kini biasanya sangat mempersulit penggalian. Para arkeolog mengatakan beberapa penyelidikan berhubungan dengan renovasi Gereja Makam Suci (Church of the Holy Sepulchre) yang meliputi tempat tradisional Kalvari dan makam Yusuf. (Ada beberapa klaim yang bersaing untuk tempat-tempat ini, terutama "Kalvari temuan Gordon" dan "Makam di Taman" yang berada di luar tembok-tembok kota yang sekarang. Tetapi tempat-tempat ini diabaikan oleh hampir semua kesarjanaan ilmiah.)

Temuan-temuan penting lain telah muncul selama berbagai penggalian arkeolog Israel di sekitar Bukit Bait Suci. Telah lama diketahui bahwa apa yang dinamakan "Tembok Ratapan" adalah bagian Bari tembok barat yang didirikan oleh para pembangun Herodes berhubungan dengan pembangunan kembali bait suci.

Di belakang Gereja Sta. Anne di pinggir utara kawasan Bukit Bait Suci, para arkeolog telah menemukan apa yang mungkin merupakan tempat penyembuhan seorang lumpuh oleh Yesus (Yoh. 5:1-9). Di bawah sebuah basilik abad ke-5 di tempat itu, para penyelidik menemukan sisa-sisa dari berbagai kolam dan kamar mandi. Rupanya mukjizat Yesus terjadi di sebuah kolam kecil dekat jalan masuk ke sebuah goa di tempat itu.

Bagaimanapun juga, banyak detail dari kota di sekitarnya tetap tidak jelas. Misalnya, telah ditunjukkan bahwa Lengkungan Robinson", yang menonjol dari tembok barat bait suci, bukanlah permulaan sebuah jembatan melintasi Lembah Tiropuon, seperti pendapat sebelumnya. Sebaliknya, tonjolan itu adalah hubungan terakhir dalam sistem tangga yang megah yang menanjak dari jalan utama di bawah ke halaman bait suci itu sendiri. Di sebelah selatan Bukit Bait Suci para arkeolog telah menemukan sebuah lapangan berubin yang bagus sekali dan tangga lebar yang menuju ke "Gerbang Hulda", pintu masuk utama ke pelataran bait suci pada zaman Kristus. (Temuan-temuan ' ini membuktikan bahwa deskripsi Yosefus tentang bangunan ini dan bangunan-bangunan lain di dekatnya adalah luar biasa akurat.)

Di seberang lembah di bukit barat Yerusalem, para arkeolog telah menemukan tempat-tempat kediaman yang mewah dari zaman Herodes. Temuan ini juga telah membuktikan bahwa daerah ini telah didiami dan dipagari tembok ketika bait suci Salomo didirikan. Bagian ini dari kota Yerusalem barangkali merupakan "perkampungan baru" yang disebut di II Raj. 22:14 dan Zef. 1:10.

Tempat-tempat lain dari zaman Herodes telah dibersihkan dalam tahun-tahun belakangan. Barangkali yang paling tersohor adalah tempat peristirahatan Herodes di Masada, yang memandang ke bawah ke Ujung selatan dari Laut Mati. Setelah Titus membinasakan Yerusalem (tahun 70 M), Masada menjadi tempat perlindungan untuk orang-orang Zelot fanatik yang melarikan diri dari pasukan-pasukan Romawi. Tentara Romawi akhirnya merebut tempat itu setelah pengepungan yang lama, hanya untuk menemukan bahwa hampir semua pembela telah mati dalam suatu persetujuan bunuh diri.

Gedung "Herodium," yang menjulang tinggi di kaki langit beberapa kilometer di tenggara Betlehem, belum lama lalu telah dibersihkan juga. Bangunan ini mungkin dapat dinamakan "mausoleum" Herodes, meskipun dapat diperdebatkan apakah ia betul-betul dimakamkan dalam bangunan yang mewah ini di puncak bukit atau di suatu tempat di lereng yang lebih di bawah. Akhirnya, kami harus menyebutkan "penggalian" di tempat Yerikho dari zaman Perjanjian Baru (sekitar satu mil sebelah barat kota Yerikho dari Perjanjian Lama, di kaki gunung). Kota ini Salah satu tempat pengasingan diri Herodes yang paling mewah, penuh dengan istana, pemandian, kolam, taman terendam, dan lain-lain. Pastilah di tempat ini ia menyelenggarakan beberapa di antara pesta poranya yang keji.

Tidak jauh dari situ terdapat Qumran, yang digali oleh sarjana dari ordo Dominikan, Roland de Vaux. Bagian terbesar dari pengetahuan kita tentang tempat yang penting ini didasarkan pada gulungan-gulungan naskah terkenal yang terdapat di sana. (Lihat "Teks dan Terjemahan.") Akan tetapi, penggalian de Vaux telah menerangi kehidupan komunitas itu. Misalnya, ia menemukan berbagai alat yang rumit untuk menadah dan menyimpan air hujan yang jarang turun. De Vaux juga menemukan ruangan scriptorium, di mana mula-mula gulungan-gulungan naskah yang terkenal itu disalin.

Di bagian barat pantai Laut Tengah, di Kaisarea Maritima, penggalian-penggalian yang terus dilanjutkan telah menampakkan banyak dari rancangan kota besar dari zaman Roma dan Bizantium. Dalam banyak hal, Kaisarea memiliki corak khas dari pembangunan kota pada masa itu. Barang-barang peninggalan di Kaisarea menggambarkan bagaimana orang Yahudi, Kristen, dan penyembah berhala hidup dan bekerja berdampingan dalam pusat-pusat metropolitan seperti itu.

Sinagoge Kapernaum yang secara relatif terpelihara dengan baik tak mungkin merupakan sinagoge tempat Yesus mengajar (Mrk. 1:21). Sinagoge yang masih ada ini telah dibangun pada abad ke-3 atau ke-4. Akan tetapi, mungkin sekali inilah pengganti dari sinagoge yang dikenal oleh Yesus, dan mungkin konstruksinya mirip sekali. Para arkeolog berpendapat bahwa mereka mungkin telah menemukan rumah Petrus di tempat yang sama (Mat. 8:14 dst.) Tulisan-tulisan di dinding-dinding rumah abad ke-2 yang dibuat dari plester ini dengan jelas menghubungkannya dengan Petrus. Kemudian rumah ini diganti dengan berbagai gedung gereja bersegi delapan secara berturut-turut.

Di puncak Gunung Gerizim, penggalian telah menemukan dasar bait suci Samaria yang menyaingi bait suci di Yerusalem pada zaman Perjanjian Baru. Sekarang para pengunjung dapat melihat bekas-bekas dari tangga yang sangat besar yang dibangun di lereng gunung itu menuju ke kota yang berada di bawah. Dekat dasar tangga ini terdapat tempat tradisional dari "sumur Yakub" (bdg. Yoh. 4:1-42), yang mungkin sekali autentik.

Pencarian tempat-tempat kejadian kisah-kisah Injil telah berlangsung 'selama berabad-abad. Sedikit tradisi mencatat tempat-tempat yang paling tua. Lokasi sebuah goa di Betlehem tempat Yesus dilahirkan telah diberi tahu kepada Yustinus Martyr. (Hal ini pasti terjadi sebelum tahun 130 M.) Lokasi Golgota yang diperkirakan pada ujung Via Dolorosa pertama kalinya disebut pada tahun 135 M. dan secara resmi diakui oleh Kaisar Constantinus sesudah tahun 325 M. Kedua tempat itu (yaitu tempat kelahiran dan kematian Yesus) terus menerus telah dihormati sampai ke masa kini. Penggalian di dalam dan di sekeliling Yerusalem mulai memberikan ide yang lebih baik tentang rupa kota itu pada zaman Perjanjian Baru.

PERIODE-PERIODE ARKEOLOGIS DI PALESTINA
Periode
Tanggal
Peristiwa Alkitab
I. Zaman Batu
A. Paleolitik (Batu Lama) 10.000-8000 sM Lihat Kejadian 1 - 11
B. Mesolitik (Batu Tengah) 8000-5500 sM
C. Neolitik (Batu Baru) 5500-4000 sM
II. Periode Chalcolithic
A. Megalitik 4000-3200 sM Lihat Kejadian 1 - 11
B. Ghassulian 3500-3200 sM
III. Zaman Perunggu
A. Perunggu Purba 3200-2200 sM
B. Perunggu Tengah I 2200-1950 sM Abraham lahir (2166 sM)
C. Perunggu Tengah II A 1950-1750 sM Yakub masuk Mesir (1876 sM)
D. Perunggu Tengah II B 1750-1550 sM Peristiwa Keluaran
E. Perunggu Akhir 1550-1200 sM (1446 sM)
IV. Zaman Besi
A. Zaman Besi I 1200-970 sM Daud menjadi raja (1004 sM)
B. Zaman Besi II 970-580 sM Kejatuhan Israel (586 sM)
C. Zaman Besi III 580-330 sM Orang Yahudi kembali (539 sM)
V. Periode Helenistik 330-63 sM
VI. Periode Romawi 635 M-330 M Kristus disalibkan (thn. 30 M)

Bagan 21

Footnote



TIP #22: Untuk membuka tautan pada Boks Temuan di jendela baru, gunakan klik kanan. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA