Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac > 
1. Sejarah Alkitab 
 sembunyikan teks

Berpikirlah sejenak mengenai kitab yang luar biasa yang kita sebut "Alkitab". Tiga agama besar - Kekristenan, Yudaisme, dan Islam - menyatakan bahwa Alkitab atau bagian-bagian dari Alkitab adalah kitab suci, dan Kekristenan menyatakan Alkitab sebagai satu-satunya Kitab Sucinya. Orang Kristen percaya bahwa Alkitab adalah Firman Allah untuk setiap zaman, termasuk zaman kita. Itu sebabnya kita mempelajarinya dan berusaha untuk mengertinya dengan lebih baik dalam tiap generasi baru. Untuk memperoleh lebih dari sekadar pengertian yang sepintas tentang Alkitab, kita harus memperoleh gambaran yang jelas mengenai sejarah yang tercatat di dalamnya. Kita dapat membagi sejarahnya dalam periode Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

 I. Sejarah Perjanjian Lama.
sembunyikan teks

Tepat sekali untuk mempelajari sejarah Perjanjian Lama dalam empat bagian: (1) dari Penciptaan sampai ke Abraham, (2) dari Abraham sampai ke Musa, (3) dari Musa sampai ke Saul, dan (4) dari Saul sampai ke Kristus.

"Ada satu tema pokok yang ... terulang dalam semua cerita Perjanjian Lama," kata William Hendriksen. "Tema itu adalah Kristus yang akan datang."1 Ingatlah hal ini waktu kita meneliti tiap bagian dari Perjanjian Lama.

 II. Sejarah Intertestamental.
sembunyikan teks

Apa yang terjadi dalam 400 tabun di antara penulisan kitab Maleakhi dan saat kelahiran Yesus tidak selalu jelas. Kita menyebutnya "Periode Intertestamental" oleh sebab inilah jangka waktu di antara penulisan Perjanjian Lama dan Baru.

Kita tahu bahwa bangsa Israel yang telah dipulihkan itu mengalami berbagai gangguan politik yang serius sementara waktu ini. Setelah Aleksander Agung menaklukkan Imperium Persia, para pangeran dan jenderal Yunani berjuang untuk merebut hak untuk memerintah Timur Dekat. Raja Antiokhus III dari wangsa Seleukus merebut Palestina.dari Mesir pada tahun 198 sM dan berusaha menjadikannya sebuah pangkalan untuk membangun suatu imperium baru di Timur. Akan tetapi, Antiokhus III bukanlah tandingan bagi legiun-legiun Roma. Mereka mengalahkan bala tentaranya pada tahun 190 sM dan menjadikannya penguasa boneka dalam rangkaian pemimpin Roma.

Keluarga Makabeus (keturunan imam besar Matatias) memulai perang saudara melawan para penguasa Seleukus dan merebut Yerusalem pada tahun 164 sM. Akan tetapi, baru pada tahun 134 sM mereka mampu menghalau sama sekali orang-orang Seleukus dari urusan mereka. Pada tahun itu, Yohanes Hirkanus I dari keluarga Makabeus mendirikan wangsanya sendiri yang dikenal sebagai wangsa Hasmoneus. Mereka berkuasa sampai tahun 37 sM, ketika Roma menetapkan keluarga Herodes sebagai pemerintah boneka yang baru di Palestina.

Kitab-kitab yang berjudul Pertama dan Kedua Makabe menggambarkan pemberontakan Makabe dan kekacauan di Palestina sampai ke masa wangsa Hasmoneus. Gereja Katolik roma memasukkan kitab-kitab dan beberapa tulisan lain dari Masa Intertestamental dalam Alkitab mereka, tetapi orang Protestan tidak, meskipun berbagai terjemahan kitab-kitab ini sering termasuk dalam versi Protestan dari Alkitab.

 III. Sejarah Perjanjian Baru.
sembunyikan teks

Sejarah Perjanjian Lama melukis gambaran yang hidup mengenai urusan Allah dengan manusia; namun tidak memberikan seluruh kisah rencana Allah untuk menebus manusia dari dosa. Perjanjian Baru membawa kita kepada klimaks karya penebusan Allah, karena memperkenalkan kita kepada Sang Mesias, Yesus Kristus, dan kepada permulaan jemaat-Nya.



TIP #12: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab saja. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA