Resource > Jurnal Pelita Zaman > 
Volume 9 No. 2 Tahun 1994 
 EDITORIAL
sembunyikan teks

Tema edisi kali ini adalah "Gereja, Teologi, dan Masyarakat." Sebagian besar dari artikel-artikel dalam edisi ini merupakan makalah yang dibawakan dalam "Minister Convention 1994" yang diselenggarakan atas kerja sama Center for Christian Studies dan Pelita Zaman.

Keterkaitan antara gereja dan teologi tidak disangkal lagi. Tetapi gereja dan masyarakat, atau teologi dan masyarakat, di mana benang merahnya? Secara negatif, tiada maksud untuk menggerejakan masyarakat. Hal ini dikarenakan gereja dan masyarakat adalah dua komunitas yang berdiri sendiri-sendiri, masing-masing dengan tatanan dan aturan-aturan normatifnya. Sebagai komunitas yang lebih kecil, betapapun absolutnya nilai-nilai yang dihayati gereja, gereja sebagai komunitas religius tetap merupakan bagian dari masyarakat. Maka sungguh naif apabila norma-norma yang dihayati sekelompok orang mau dengan begitu saja diterapkan pada kelompok masyarakat yang lebih luas. Maka benang merah dari gereja dan masyarakat tidak dilihat dari sudut penerapan sepihak dari pihak gereja.

Namun secara positif, bisa dilihat nisbah antara gereja dan masyarakat dalam hal tanggung jawab warga-warga gereja sebagai warga negara yang memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang tinggi. Sebagai warga negara yang bertanggung jawab, seorang Kristen atau gereja wajib mengupayakan suatu kontribusi positif berdasarkan penghayatannya atas nilai-nilai Kristiani. Iman yang semula dihayati secara personal, kini mendapat giliran untuk keluar dari batas-batas kepuasan pribadi ke lingkup kepedulian terhadap orang lain. Iman personal beranjak ke tataran iman sosial.

Dalam personal terakhir inilah hubungan antara gereja (atau teologi) dan masyarakat bisa dibicarakan. Bahkan ini bukan cuma sebuah hubungan. Ada interaksi yang aktif dan kontributif. Gereja menaruh kepedulian yang besar terhadap segala sesuatu yang sedang maupun akan terjadi di sekitarnya. Dan kalau teologi mau tetap relevan, ia harus selalu peka terhadap kepedulian gereja.

 GEREJA DALAM ERA POST MODERNISME
sembunyikan teks
Penulis: Charles Christano479
 STRATEGI PELAYANAN KRISTEN DALAM KONTEKS SOSIAL POLITIK INDONESIA
sembunyikan teks
Penulis: Eka Darmaputera{*}

1. Pokok bahasan kita adalah Strategi Kristen dalam Konteks Sosial Politik Indonesia. Mengapa kita harus berbicara tentang strategi? Agaknya alasannya amat jelas. Di balik judul yang diberikan kepada saya, saya merasa ada beberapa hal yang mempersatukan kita semua. Pertama, rupanya kita sepakat bahwa sekarang ini kita sedang berada di ambang perubahan-perubahan yang besar dan mendasar. Masa depan kita akan penuh dengan pelbagai tantangan yang berat. Namun demikian, yang kedua, saya juga merasakan bahwa juga di tengah-tengah gelombang beratnya, kita ingin tetap melanjutkan kesaksian kristiani kita melalui pelayanan kita, bahkan kalau mungkin terus meningkatkannya. Oleh karena itu, yang ketiga, kita menyadari kita tidak dapat sekedar melanjutkan dan mengulang-ulang begitu saja apa yang telah kita kerjakan selama ini. Tidak sekedar oleh karena dua kemungkinan:

(a) kalau kita hanya sekedar melanjutkan dan mengulang-ulang, maka bisa terjadi kesaksian dan pelayanan kita itu tidak akan efektif. Tidak efektif, oleh karena ia tidak menjawab tantangan-tantangan yang telah berubah; atau

(b) perubahan-perubahan yang sedang terjadi mungkin tidak akan memberikan lagi kepada kita kesempatan dan keleluasaan untuk melakukan apa yang selama ini kita lakukan.

Berlatarbelakangkan ketiga hal tersebut itulah, kita didesak untuk menemukan atau menggariskan suatu strategi yang baru, sehingga kesaksian kita dapat lebih efektif. Artinya: lebih berdaya guna dan lebih berhasil guna.

2. Saya diminta untuk memberi masukan mengenai strategi baru tersebut. Namun walaupun saya dengan segala senang hati bersedia untuk memberikan masukan, dengan terus terang sejak awal saya harus mengatakan, bahwa mengusulkan suatu strategi yang baru, yang "pas" dan yang "lengkap" dalam konteks perubahan yang sedang dan akan terus terjadi ini, benar-benar adalah di luar kemampuan saya. Bahkan saya berani mengatakan, bahwa di dalam situasi yang sekarang ini, tidak ada seseorang pun yang mampu melakukan itu. Mengapa? Sebabnya ialah, oleh karena sekarang ini kita hanya tahu bahwa kita sedang berada di ambang perubahan yang sangat besar dan mendasar. Namun demikian, tak seorang pun sekarang ini yang dapat memperkirakan ke mana perubahan-perubahan ini. Padahal strategi yang baik hanya dapat dibuat apabila kita mampu, membuat antisipasi, prediksi, dan proyeksi yang baik mengenai apa yang akan kita hadapi. Jadi bagaimana? Paling maksimal yang dapat kita lakukan adalah: memahami sedapat-dapatnya perubahan-perubahan yang sedang terjadi, dan membuat beberapa skenario kemungkinan yang mungkin timbul sebagai akibat dari perubahan-perubahan tersebut, dan kemudian mengusulkan beberapa alternatif kemungkinan mengenai apa yang perlu kita lakukan untuk menyongsong pelbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

 GEREJA DI TENGAH PERKEMBANGAN KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA
sembunyikan teks
Penulis: Herlianto481
 GEREJA DAN PROBLEMA ETIKA
sembunyikan teks
Penulis: Charles Christano
 GEREJA, KERYGMA DAN MASYARAKAT
sembunyikan teks
Penulis: Yusuf Tejosusilo{*}
 PENCIPTAAN DI DALAM TEOLOGI PERJANJIAN LAMA
sembunyikan teks
Penulis: Yonky Karman494

Dunia ciptaan belakangan ini telah menarik perhatian banyak teolog Kristen, karena keseimbangan alam terganggu dan menjadi sebuah ancaman global bagi kelangsungan hidup umat manusia. Di dalam makalah ini ciptaan tidak hanya dibatasi dalam arti alam, tetapi juga meliputi manusia.

 TREND-TREND BARU DALAM HERMENEUTIK
sembunyikan teks
Penulis: Hendra G. Mulia517

Suatu komunikasi, oral atau verbal akan terdiri dari tiga ekspresi arti:

1. Apa yang dimaksud pembicara atau penulis melalui perkataannya.

2. Apa yang dimengerti oleh penerima berita.

3. Arti yang terkandung dalam ucapan atau teks.

Dalam beberapa dekade terakhir ini, beberapa keberatan muncul dengan pendekatan ini. Dan perhatian mulai difokuskan pada unsur-unsur yang lain dalam komunikasi, yakni teks dan pembaca. Bahasan berikut ini ingin mengemukakan perkembangan metode-metode hermeneutik baru yang muncul dalam beberapa waktu terakhir ini. Dengan demikian kita dapat melihat gambaran arena perkembangan hermeneutik masa kini.515 Tentunya setiap metode tidak dapat dibahas secara mendetail.516

 GEREJA DAN LEMBAGA PENDAMPING GEREJA
sembunyikan teks
Penulis: Stefanus Theophilus522


TIP #31: Tutup popup dengan arahkan mouse keluar dari popup. Tutup sticky dengan menekan ikon . [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA