Ezra 5:1--6:22
KonteksIzin Pembangunan Bait TUHAN Ditinjau
5:1 Namun, para nabi, yaitu Nabi Hagai dan Zakharia anak Ido, bernubuat terhadap orang-orang Yahudi yang tinggal di Yehuda dan Yerusalem dalam nama Allah Israel yang menaungi mereka.
5:2 Lalu, Zerubabel anak Sealtiel dan Yesua anak Yozadak bangkit dan mulai membangun Bait Allah di Yerusalem. Para nabi Allah menyertai dan mendukung mereka.
5:3 Pada waktu itu, Tatnai, gubernur daerah seberang sungai, Syetar-Boznai, dan rekan-rekannya mendatangi mereka, lalu berkata, “Siapa yang memberimu perintah untuk membangun bait ini dan menyelesaikan tembok ini?”
5:4 Orang-orang itu juga bertanya kepada mereka, “Siapa nama-nama orang yang mendirikan bangunan ini?”
5:5 Namun, mata Allah tertuju kepada para tua-tua orang Yahudi sehingga mereka tidak dapat menghentikan para pekerja, hingga suatu laporan sampai kepada Darius dan surat balasan mengenai hal itu dikirim kembali.
5:6 Inilah salinan surat dari Tatnai, gubernur daerah seberang sungai, Syetar-Boznai, dan rekan-rekannya, para pejabat daerah seberang sungai, yang dikirim kepada Raja Darius.
5:7 Mereka mengirim laporan kepadanya yang tertulis sebagai berikut, “Kepada Raja Darius. Salam.
5:8 Biarlah raja tahu bahwa kami sudah pergi ke provinsi Yehuda, ke Bait Allah Yang Mahabesar, yang dibangun dengan batu-batu yang sangat besar dan tembok-temboknya dilapisi dengan kayu. Pekerjaan ini dilakukan dengan tekun dan berhasil di tangan mereka.
5:9 Kami bertanya kepada para tua-tua itu dan berkata, ‘Siapa yang memerintahkan kamu untuk membangun kembali bait ini dan menyelesaikan tembok ini?’
5:10 Supaya engkau tahu, kami juga menanyakan nama-nama mereka sehingga kami dapat mencatat nama-nama orang yang menjadi kepala mereka.
5:11 Inilah jawaban mereka kepada kami: ‘Kami adalah hamba-hamba Allah semesta langit dan bumi. Kami sedang membangun kembali bait yang telah dibangun beberapa tahun yang lalu. Seorang raja Israel yang agung membangun dan menyelesaikannya.
5:12 Namun, karena nenek moyang kami membangkitkan kemarahan Allah semesta langit, Dia menyerahkan mereka ke tangan Nebukadnezar, raja Babel, orang Kasdim, yang menghancurkan bait ini dan membuang bangsa itu ke Babel.
5:13 Akan tetapi, pada tahun pertama pemerintahan Koresh, raja Babel, Raja Koresh memberi perintah untuk membangun kembali Bait Allah ini.
5:14 Bahkan, perlengkapan emas dan perak dari Bait Allah ini, yang diambil oleh Nebukadnezar dari bait yang ada di Yerusalem dan dibawa ke kuil di Babel, diambil oleh Raja Koresh dari kuil di Babel dan diserahkan kepada seorang bernama Sesbazar, yang dia angkat menjadi gubernur.’
5:15 Raja berkata kepadanya, ‘Ambillah perlengkapan-perlengkapan ini. Pergilah dan letakkanlah itu di Bait Allah yang ada di Yerusalem, dan biarlah Bait Allah dibangun kembali di tempatnya semula.’
5:16 Kemudian, Sesbazar datang dan meletakkan fondasi Bait Allah yang ada di Yerusalem. Sejak saat itu sampai sekarang, bait itu dibangun, tetapi belum selesai.
5:17 Karena itu, jika raja berkenan, selidikilah gedung perbendaharaan raja yang ada di Babel, apakah Raja Koresh pernah memberi perintah untuk membangun kembali Bait Allah di Yerusalem. Kemudian, biarlah raja memberikan keputusannya kepada kami mengenai hal ini.”
Perintah Darius
6:1 Kemudian, Raja Darius memberi perintah agar dilakukan penyelidikan di dalam gedung arsip, tempat dokumen-dokumen disimpan di Babel.
6:2 Di Ahmeta, istana di provinsi Media, ditemukan satu gulungan dan di dalamnya tertulis hal ini: “Catatan:
6:3 Pada tahun pertama pemerintahan Raja Koresh, Raja Koresh memberi perintah mengenai Bait Allah di Yerusalem: Biarlah bait itu dibangun kembali sebagai tempat untuk mempersembahkan kurban dan biarlah fondasinya diletakkan dengan kukuh. Tingginya 60 hasta dan lebarnya 60 hasta
6:4 dengan tiga lapis batu-batu besar dan satu lapis kayu baru. Biarlah biayanya dibayarkan dari istana raja.
6:5 Biarlah juga perlengkapan-perlengkapan emas dan perak dari Bait Allah, yang diambil Nebukadnezar dari Bait Suci yang ada di Yerusalem dan dibawa ke Babel, dikembalikan dan dibawa ke tempat semula di Bait Suci yang ada di Yerusalem. Kamu harus meletakkannya di dalam Bait Allah.”
6:6 “Oleh sebab itu, Tatnai, gubernur di daerah seberang sungai, beserta Syetar-Boznai dan rekan-rekannya, yaitu para pejabat di daerah seberang sungai, menjauhlah dari sana.
6:7 Biarlah pekerjaan pembangunan Bait Allah itu berlangsung. Biarlah para gubernur orang-orang Yahudi dan para tua-tua orang Yahudi membangun Bait Allah itu di tempatnya.
6:8 Selain itu, aku memberi perintah tentang apa yang harus kamu lakukan terhadap para tua-tua bangsa Yahudi dalam pembangunan kembali Bait Allah ini. Biaya penuh harus dibayarkan kepada orang-orang ini dari kekayaan raja, yaitu dari pajak provinsi-provinsi di daerah seberang sungai, tanpa penundaan.
6:9 Apa saja yang mereka perlukan, baik itu sapi jantan muda, domba jantan, anak-anak domba untuk kurban bakaran kepada Allah semesta langit, maupun gandum, garam, anggur, dan minyak, menurut permintaan para imam yang ada di Yerusalem, biarlah semuanya itu diberikan kepada mereka hari demi hari, tanpa henti,
6:10 supaya mereka dapat mempersembahkan kurban yang harum kepada Allah semesta langit dan berdoa untuk kehidupan raja serta anak-anaknya.
6:11 Aku juga memberi perintah agar setiap orang yang mengubah keputusan ini, biarlah tiang kayu dicabut dari rumahnya dan orang itu ditusukkan di atasnya. Biarlah rumah orang itu menjadi timbunan kotoran karena hal ini.
6:12 Semoga Allah, yang telah membuat nama-Nya berdiam di sana, menghancurkan setiap raja dan bangsa yang mengulurkan tangannya untuk mengubah perintah ini atau menghancurkan Bait Allah yang ada di Yerusalem. Aku, Darius, telah memberi perintah ini. Laksanakanlah dengan teliti.”
Penyelesaian dan Peresmian Bait Allah
6:13 Kemudian, Tatnai, gubernur di daerah seberang Sungai Efrat, beserta Syetar-Boznai dan rekan-rekannya melakukan dengan teliti apa yang diperintahkan Raja Darius.
6:14 Para tua-tua Yahudi melanjutkan pembangunan itu dengan baik karena nubuat Nabi Hagai dan Zakharia, anak Ido. Mereka menyelesaikan pembangunan itu sesuai dengan perintah Allah Israel dan sesuai dengan perintah Koresh, Darius, dan Artahsasta, raja-raja Persia.
6:15 Bait itu selesai pada hari ketiga bulan Adar, pada tahun keenam pemerintahan Raja Darius.
6:16 Lalu, orang-orang Israel, para imam, dan orang-orang Lewi serta keturunan orang-orang buangan lainnya merayakan penahbisan Bait Allah dengan sukacita.
6:17 Untuk penahbisan Bait Allah ini, mereka mempersembahkan 100 ekor sapi jantan muda, 200 domba jantan, dan 400 ekor anak domba. Sebagai kurban penghapus dosa bagi seluruh Israel, mereka mempersembahkan dua belas ekor kambing jantan, sesuai dengan jumlah suku-suku Israel.
6:18 Mereka menempatkan para imam dalam kelompoknya dan orang-orang Lewi dalam kelompoknya, untuk beribadah kepada Allah yang ada di Yerusalem, seperti yang tertulis dalam kitab Musa.
Hari Raya Paskah
6:19 Pada tanggal empat belas bulan pertama, orang-orang buangan itu merayakan hari raya Paskah.
6:20 Para imam dan orang Lewi telah bersama-sama menahirkan diri mereka; mereka semua telah tahir. Kemudian, mereka menyembelih kurban Paskah untuk semua orang buangan itu, untuk saudara-saudara mereka, yaitu para imam, dan untuk diri mereka sendiri.
6:21 Semua orang Israel yang telah kembali dari pembuangan dan semua orang yang memisahkan diri dari kenajisan bangsa-bangsa di tanah itu dan bergabung dengan mereka untuk mencari TUHAN, Allah Israel, memakan kurban Paskah.
6:22 Mereka merayakan hari raya Roti Tidak Beragi dengan sukacita selama tujuh hari karena TUHAN membuat mereka sangat bahagia. Dia membalikkan hati raja Asyur kepada mereka sehingga raja Asyur menguatkan tangan mereka dalam pekerjaan Bait Allah, Allah Israel.





