Palestina [haag]
Palestina.
Sebutan Yunani-Romawi untuk propinsi -- Yudea. Sudah sejak abad 5 sebelum Mas. Timbul nama "Palestinoi" untuk menamakan orang Filistin yang tinggal di pantai timur Laut Tengah pada sebelah selatan gunung Karmel.
- (I) ILMU BUMI. Keadaan bentuk morfologis daerah itu ditentukan oleh jalannya lembah Yordan dari utara ke selatan, dengan titik kedalaman terdalam di Laut Mati yang berkedalaman -- 392 m dan dilanjutkan pada sebelah selatan serta membentuk sebuah lembah kering yang luas sampai pada teluk El-Akaba. Olehnya ~P dibelah menjadi dua bagian. Daerah bagian timur Yordan berbentuk bagaikan sebuah meja yang dibelah oleh berbagai lembah. Meja itu pada pinggirnya menurun secara tajam pada sungai Yordan. Daerah di sebelah barat Yordan berbentuk sebuah gundukan pegunungan yang menjulang dari utara ke selatan dan dipisahkan menjadi dua oleh dataran Yisreel. Daerah pegunungan di sebelah utara disebut daerah pegunungan Galilea (: puncak tertinggi: Dsyebel Dsyermak (Di Isr. sekarang ini adalah Har Meron), (1208 m). Gundukan pegunungan di sebelah selatan dibentuk oleh: (a) daerah pegunungan Samaria, yang dikelilingi oleh daerah pegunungan perbatasan (dataran tinggi Gilboa, Karmel) dan dibentuk pula oleh beberapa dataran tinggi (puncak tertinggi: Ebal 940 m dan Gerizim 868 m), kemudian (b) pegunungan Yudea, sebuah pegunungan yang berpuncak seperti sisir dengan puncak Skopus (819 m) dan puncak gunung --> Zaitun (818m). Daerah itu pada bagian timur bertahap menurun ke lembah Yordan. Pegunungan itu meniadakan --> gurun Yuda memperoleh hujan. Pada sebelah selatan Hebron pegunungan Yudea menurun dan berakhir di --> Negeb. Kemudian pada bagian barat terbentanglah --> Syefela yang merupakan peralihan menuju ke dataran pantai yang luas pada Laut Tengah. Keseluruhan daerah pegunungan itu sekaligus membentuk batas antara dua aliran air. Anak sungai Yordan lainnya pada sebelah kiri serta dipandang paling utama adalah Yarmuk dan -- Yabok. Anak sungai yang terletak pada sebelah kanan Yordan adalah Nahr-dsyalud (Dalam bahasa Isr. sekarang: Nahal Harod). Banyak jumlah lembah kering yang mengalirkan air pada musim hujan. Pada seluruh sisi barat pegunungan tidak ada sungai yang tetap mengalir. Kekurangan air itu diakibatkan dari susunan geologis tanahnya (dasarnya adalah tanah kapur yang tidak menahan air), tetapi dasar paling utama adalah cuaca kering. Hujan hanya jatuh antara bulan Oktober dan April. Gamb. 23 dan Peta PB/PL.
- (II). SEJARAH KEBUDAYAAN. Pengetahuan kita mengenai awal sejarah ~P sama sekali tidak bergantung dan didasarkan pada penemuan penggalian-penggalian. Kebudayaan yang merupakan sebuah kesatuan relatif di seluruh daerah antara pegunungan Amanos dan Sinai tidak memungkinkan untuk mengetrapkan pembagian politis antara Siria dan ~P di kemudian harinya bagi seluruh sejarah daerah itu. Adapun penemuan-penemuan yang dipandang utama adalah tahap-tahap sejarah tertentu yang dapat ditandai sebagai berikut: Paleolitikum (sebelum tahun 10.000 sebelum Mas.): Pemburu dan penghuni gua-gua. Kebanyakan orang Neandertal. Tetapi juga homo sapiens yang tinggal di daerah Karmel. Perlengkapan-perlengkapan dan senjata dibuat dari batu dan batu api. Mesolitikum (10.000 - 7.000): Rumah-rumah pertama. Penggunaan gandum untuk yang pertama kalinya. Penghalusan alat-alat dari batu untuk mata pisau, sabit, pucuk anak-panah dan lain-lain. Neolitikum (dasa abad 7 - 5): Pengelolaan tanah, cara hidup menetap, awal keramik, perbentengan yang pertama (--> Yerikho). Kalkolitikum (dasa abad 4): Puncak pertama di dalam kebudayaan hidup yang menetap dan pengelolaan tanah. Beberapa alat dan senjata dari perunggu. Lukisan-lukisan fresko dan warna-warni di Tetelat Ghassul. --> Ossuarium berbentuk rumah. Zaman awal perunggu (3.100 - 2.200): Pembuatan --> kota dan benteng. Pembentukan kerajaan-kerajaan kota menurut contoh-contoh bangsa asing (: titik puncaknya sekitar tahun 2600). Akhirnya secara pelan tibalah saat dihancurkannya hampir semua kota besar. Tiba pula saat penurunan kebudayaan secara umum. Keramik hitam-merah "Khirbet-kerak" (sekitar 2600) yang diberi glasur menunjukkan adanya hubungan dengan Anatolia-timur. -- Waktu perubahan menuju zaman perunggu pertengahan menunjukkan adanya kemunduran kebudayaan dan ekonomi: Timbul desa-desa kecil, tempat tinggal di alam terbuka karena hidup pengembara, pembentukan kelompok dan golongan perampok (Khabiru; kelompok --> Ibr). Zaman perunggu pertengahan dan --> akhir (1950 - 1200): Kerajaan kota yang diperkuat dengan benteng. Titik puncak kebudayaan Palestina kuno. Pengaruh dari Mesir, dari Siprus dan dari Egea. Penemuan penting perihal naskah-naskah. Naskah kutukan (sekitar 1800), naskah --> Ugarit (abad 15 - 12) dan naskah --> Amarna (abad 14). Zaman besi (1200/1150 - 600): Kota-kota besar, sebagian dengan pusat administrasi (Megido, Samaria dan lain-lain) dan dengan benteng yang kuat-kuat. Penggunaan besi untuk alat-alat dan senjata. Penemuan pelarikan. Berbagai penemuan dari --> Skarabia, meterai-meterai gulung, ukiran gading, batu manikam. Penemuan naskah-naskah: --> Ostraka dari Lakisy dan Arad. Zaman kekuasaan Persia (600 - 300): Hancurnya kebudayaan kota. Rumah-rumah kecil dan miskin. Penemuan langit-langit yang berkubah. Awal dari pengaruh Yunani. Zaman Helenis dan Romawi (300 sebelum Mas. - 300 sesudah Mas.): Pengaruh helenis menjangkau segala bidang: Keramik, kesenian, arsitektur, benteng, pembangunan kota (aturan jalan yang bersudut siku-siku), perlengkapan-perlengkapan, lampu-lampu, hiasan-hiasan dan lain-lain. Penemuan --> Kumran berasal dari zaman ini. Zaman Romawi ditandai banyak bangunan-bangunan. Dari Herodes Agung (37 - 4 Sebelum Mas.) berasal: Kenisah Agustus, forum dan stadion di Samaria; tanggul di pelabuhan, amfiteater, teater dan stadion di Kaisarea, kenisah dan benteng Antonia di Yerusalem; istana Herodes di --> Masada.
- (III). SEJARAH.
- (1) Zaman sebelum Alkitab. Surat-surat Amarna menyebutkan, bahwa ~P pada abad 15/14 sebelum Mas., terpecahbelah oleh kerajaan-kerajaan kota yang tak terhitung jumlahnya dan di dalam politik luar-negerinya berdiri di bawah kekuasaan Mesir. Setidak-tidaknya sejak Amenofis III (1402-1364) bawahan itu semakin menipis dan hanya berhenti pada sebutan melulu. Secara etnologis para penghuni ~P itu tidak satu. PL menyebutkan 3 (Kel 23:28) sampai sepuluh (Kej 15:19-21) kesatuan bangsa-bangsa. Yang paling utama di antara mereka adalah: bangsa (-->) Amori, bangsa Kanaan, bangsa Het, bangsa Hewi, bangsa Feris dan bangsa Yebus.
- (2) Pada zaman PL. Dengan kedatangan bangsa Isr. timbullah suatu elemen bangsa baru di ~P. Pengusiran bangsa asli berhasil secara pelan (Hak 1:16-36). Saul dan Daud baru bisa membentuk sebuah kerajaan kesatuan dari berbagai daerah suku-suku di dalam tanah itu. Salomo (sekitar 965-926) baru bisa membentuk administrasi pemerintahan atas mereka (1Raj 4:7-19). Pemisahan kerajaan (926) memecah kesatuan menjadi kerajaan kecil Yehuda di sebelah selatan dan kerajaan besar Israel di sebelah utara. Perbatasannya berubah menurut pertimbangan kekuasaan mereka. Tahun 734 Galilea jatuh, tahun 721 (setelah Samaria dikalahkan oleh Sargon II, 722-705) jatuhlah sisa bagian lain dari kerajaan utara pada Asyur. Sebagian besar penghuninya dibuang dan diganti dengan pendatang-pendatang Asyur. Raja Yosia (639-609) pada awal mulanya dapat memerintah kerajaan selatan dengan penuh hasil. Tetapi, setelah kekalahannya di Megido (609) kerajaan selatan selalu dikuasai oleh Mesir, kemudian setelah itu lalu dikuasai oleh Babilon. Pengulangan pemberontakan akhirnya mengakibatkan Yerusalem dihancurkan oleh Nebukadnezar dan orang-orang dibawa ke --> pembuangan (586). Perintah pembuangan pada zaman Koresy (559-529) mengakibatkan dibentuknya propinsi Yehud di bawah penguasa Persia. Setelah pemerintahan singkat oleh Iskandar Agung (332-323), ~P lalu jatuh ke tangan para Ptolemei, kemudian ke tangan para Seleukid (198 sebelum Mas.). Negeri itu lalu dibagi dalam eparkhi. Politik Antiokhus IV Epifanes (175-164) yang memasukkan helenisme secara paksa membangkitkan pemberontakan kemerdekaan oleh para --> Makabe yang semula bisa berhasil dengan baik. Akhirnya kekurangan kemampuan dan kejatuhan akhlak para --> Hasmonit mengakibatkan Roma turun-tangan. Pada tahun 63 sebelum Mas., Pompeius menggabungkan ~P pada propinsi Siria.
- (3) Pada zaman PB. Setelah berkecamuknya kekacauan-kekacauan dalam negeri secara dahsyat, akhirnya seorang Idumea yang bernama Herodes Agung (37-4 sebelum Mas.) berhasil menjadi raja dengan bantuan Roma. Daerah yang dikuasai meliputi tanah sebelah barat Yordan dan beberapa daerah di sebelah timurnya. Di sebelah selatan berbatasan dengan kerajaan bangsa --> Nabati, dan di sebelah utara dengan --> Dekapolis. Setelah Herodes meninggal, kerajaan lalu dibagi para puteranya --> Arkelaus memperoleh Yudea dan Samaria; Herodes Antipas memperoleh Galilea dan Persa, sedangkan --> Filipus memperoleh Iturea dan Trakhonitis (bdk.: Luk 3:1). Pada tahun 6 sesudah Mas., Arkelaus dipecat. Yudea dan Samaria menjadi daerah di bawah naungan administrasi Romawi. Wakil penguasa yang paling terkenal adalah Prokurator Ponsius --> Pilatus (26-36). Propinsi-propinsi yang lain berubah batas daerah. Penguasanya ditunjuk sesuai dengan kemauan Kaisar dari Roma. Pemberontakan Yahudi (66-70), yang berakhir dengan kehancuran Yerusalem bersama kenisahnya. Mengakibatkan mereka kehilangan kebebasan politik untuk selamanya. Pemberontakan Bar Kokhba (132-135) tidak bisa mengadakan perubahan. Yerusalem menjadi koloni Romawi Aelia Capitolina. --> Yudaisme.
PALESTINA [browning]
Batas-batas tradisional dari Palestina Alkitab adalah *Dan di utara dan *Berseba di selatan (1Sam. 3:20), yang jaraknya kurang lebih 240 km. Di dalam negeri ini terdapat dua laut (Laut *Galilea dan *Laut Mati) yang dihubungkan oleh Sungai *Yordan yang mengalir melalui lembah yang dalam dan sering meluap. Laut Galilea (juga dikenal sebagai Genesaret atau Tiberias), kurang lebih 21 km panjang dan 12,8 km lebar, dan mempunyai ikan dalam jumlah besar yang dapat dimakan. Tetapi, Laut Mati yang jauh lebih besar berada di bawah permukaan laut dan tidak dapat dihuni oleh makhluk hidup. Sungai Yordan bermula di pegunungan Libanon dan disambut oleh banyak sungai kecil, seperti Sungai Kerit (1Raj. 17:1-7).
Dua lembah lagi ada di tengah negeri ini, dari *Laut Tengah di barat sampai Sungai Yordan, yaitu dataran *Megido dan Lembah *Yizreel.
Deretan pegunungan yang utama, terbentang dari utara ke selatan, sedikit di sebelah barat Sungai Yordan, dari ketinggian Galilea ke padang gurun. Di balik pegunungan dekat Laut Mediterania, sebelah selatan dataran Megido, terdapat dataran yang subur, dari Filistia dan Saron, tetapi di ujung utara dataran itu dipotong oleh perbukitan *Karmel dan di tengahnya ada tembusan di Megido. Di sini ada tempat penting untuk pengawasan militer dan lalu lintas perdagangan antara *Mesir dan *Siria dan wilayah timur. Inilah medan pertempuran-pertempuran besar, seperti pada waktu *Yosia mencoba menahan tentara Mesir (2Raj. 23:29 dst.).
Gunung-gunung lain yang disebut dalam Alkitab adalah *Hermon, beberapa mil dari Dan; *Tabor, di sebelah barat dari Laut Galilea dan *Sinai, sebelah selatan Palestina dan sebelah utara dari Laut Merah. Gurun di sekitar Sinai dihubungkan dengan Bersyeba oleh daerah gurun yang dikenal dengan nama *Negeb.
PALESTINA [ensiklopedia]
Istilah 'Palestina' mula-mula dipakai untuk daerah musuh-musuh Israel, yaitu orang Filistin. Nama ini pertama kali dipakai oleh Herodotus untuk menamai daerah di sebelah selatan Siria. Dengan ejaan Palaestina, istilah itu dipakai oleh bangsa Roma juga. 'Kanaan', istilah yg lebih tua, mempunyai sejarah yg serupa. Dalam Surat-surat Tell el-Amarna (abad 14 sM) istilah Kanaan terbatas hanya meliputi dataran tepi pantai, lalu dengan ditaklukkannya daerah pedalaman oleh bangsa Kanaan, istilah itu dipakai untuk seluruh tanah sebelah barat lembah Yordan. Istilah 'negeri Israel' (1 Sam 13:19) dan 'tanah yg dijanjikan' (Ibr 11:9) yg terkait dengan bangsa Israel adalah meliputi daerah yg sama, mulai dari Dan sampai Bersyeba, di sebelah utara padang gurun Negeb. Bermukimnya dua setengah suku umat Israel di sebelah timur Yordan, agaknya adalah akibat keadaan yg di luar dugaan, dan penguasaan mereka atas bagian lembah itu umumnya tidak mantap. Sesudah kerajaan Israel terbagi dua, nama Israel biasanya dikenakan kepada kerajaan utara. Dalam abad Pertengahan Eropa (kr 500-1500 M) istilah 'Tanah Suci' menjadi lazim dipakai (bnd Za 2:12).
I. Posisi Palestina dan jalan-jalan rayanya
Pandangan kuno mengenai Yerusalem sebagai pusat dunia bukanlah pikiran gila, seperti umumnya dipikirkan orang. Tanah genting Siria itu menghubungkan benua Eropa, Asia, Afrika, dan lima laut, yaitu Laut Tengah, Laut Hitam, Laut Kaspik, Laut Merah dan Teluk Persia -- di situlah bertemu benua yg paling besar di bumi menjadi tanah genting mungil. Semua jalan raya utama benua-benua tadi harus melalui tanah genting ini, dan jalur pelayaran laut dari zaman kuno antara Samudera Hindia dan Laut Tengah harus pula dilanjutkan dengan jalan darat melalui jazirah Sinai. Barisan gunung yg tinggi yg membentang ke arah timur dari Asia Kecil ke Kurdistan dan padang gurun yg meluas ke selatan dan ke timur, selanjutnya mengharuskan jalan-jalan raya itu bersatu pada dan melalui 'Tanah Sabit yg subur' (karena berbentuk sabit), melintang dari Palestina dan Siria Selatan menuju lembah tempayan Tigris dan Efrat. Daerah itu disebut 'subur' dibandingkan padang gurun dan daerah pegunungan di sekitarnya, karena bagian terbesar wilayahnya adalah tandus. Pada setiap ujung 'Tanah Sabit yg subur' itu berkembang peradaban secara luas, satu di bagian hilir (tempayan) Mesopotamia, dan satu lagi di hilir lembah Nil; negara-negara itu menguasai sejarah Asia Barat selama hampir 2.000 thn.
Tiga jalan raya perdagangan selalu menyilang tanah Palestina. Jalan Raya Utama, barangkali adalah yg dimaksud dalam Yes 8:23 sebagai jalan ke laut', yg melalui tepi pantai dari Mesir ke lembah Esdraelon. Lalu membelok ke pedalaman di dekat pegunungan Siria dengan menyusuri pantai barat Danau Galilea, kemudian melalui Pintu Gerbang Siria dan wilayah rendah pusat ke Damsyik; di sini bergabung lagi dengan jalan kafilah gurun pasir langsung ke Mesopotamia. Ada dua lagi jalan lain, termasuk jalan kuno, kendati kurang pentingnya. Satu di antaranya ialah Jalan Raja yg mengikuti tepi dataran tinggi Transyordan dari Teluk Akaba menuju Damsyik. Jalan ini menandakan suatu daerah dengan curah hujan yg lebih besar, dan sebagian dari jalan ini ditempuh umat Israel waktu keluar dari Mesir (Bil 21-22). Semua kota yg dicatat dalam Bil 21; 27-30 terdapat di jalan ini.
Batas air dari Palestina Tengah diikuti jalan yg satu lagi, yg terpendek adalah ruas jalan antara Sinai dengan Kanaan. Di Negeb Utara jalan ini menghubungkan sederetan mata air yg penting, di sebelah barat yakni daerah rendah yg kering dan tandus dari Negeb Timur, yg masih sukar diterobos. Jalan ini menghubungkan semua tempat penting yg bersejarah mulai dari Kadesy-Barnea dan Bersyeba sampai ke Hebron, Yerusalem, Sikhem dan Megido. Jalan ini ramai dilintasi sejak zaman Abraham (Zaman Perunggu Pertengahan I) dan seterusnya, lalu menjadi termasyhur karena Yosua dan teman-temannya pengintai menempuh jalan ini. Semua ruas jalan ini menekankan penyatuan tanah Palestina dari utara sampai selatan, yg mengambil untung dari hubungan dagang dan budaya yg sangat banyak memberi faedah. Tapi Israel jarang sanggup menguasai jalan jalan raya ini tanpa mengguncang pikiran dan strategi dari negara-negara besar yg menguasai pusat-pusat pertemuan jalan-jalan itu. Bahkan pada zaman raja Salomo jalan raya pantai itu terlalu kokoh dikuasai oleh negara penguasa laut, sehingga ia tak dapat menjamin kekuasaannya di sana (1 Raj 9:11; 10:22; Yeh 27:17), dan Edom menguasai jalan-jalan dari Teluk Akaba, tempat Israel menambang tembaga.
Beberapa jalan kecil melintang menyertai jalan-jalan raya yg berjajar itu. Yg terpenting di antaranya ialah: (1) Gaza-Bersyeba-Petra; (2) Askelon-Gat-Helvan; (3) Yope (Yafo)-Betel-Yerikho (bnd Yos 10:6-14) dan Yope (Yafo)Sikhem-Adam-Gilead (Yos 3:16); (4) Lembah Esdraelon-Megido-Gilead. Karena ditutupi endapan pantai dari S Nil, maka pantai Palestina sampai ke G Karmel tidak cocok untuk pengembangan pelabuhan. Karena itu kota-kota utama berada pada pusat pertemuan jalan-jalan besar, atau di dataran Esdraelon yg strategis, atau di sepanjang punggung bukit-bukit Yudea dan Samaria. Laut tidak merupakan sarana perhubungan yg disukai orang Ibrani (bnd Mzm 107), dan padang gurun ditakuti sebagai 'negeri yg penuh kesesakan dan kesempitan' (Ul 8:15; Yes 30:6). Dengan menjulang di tempat yg berbahaya itu di antara laut dan padang gurun, orang Ibrani, penghuni pegunungan itu, selamanya menjauhkan diri baik dari lingkungan itu maupun penghuni-penghuninya. Maka ciri utama watak Israel ialah berjiwa otonomi, kendati tempat kedudukan mereka berada pada pusat pertemuan jalan-jalan perdagangan dari dunia kuno.
II. Geologi
Daerah Palestina mulai dari perbatasan Mesir sampai ke Asia Kecil, yg panjangnya 675 km, terdiri dari lima wilayah utama, yaitu: (1) daerah pesisir; (2) daerah bukit barisan barat (Tanah Tinggi Yudea-Galilea; Libanon dan pegunungan Ansariya); (3) daerah lembah-lembah (Lembah Araba, Yordan, Bika dan Got); (4) daerah pegunungan timur (Tanah Tinggi Transyordan, Hermon dan Anti-Libanon); dan (5) padang gurun Negeb, Arab dan Siria. Perbedaan wilayah utara yg berlawanan dengan wilayah selatan dari bagian utama ini menjelaskan kekhususan Palestina. Wilayah utara dari Akre, lereng-lereng gunung yg terjal mencolok dari laut memenggal-menggal dataran pantai yg amat sempit itu menjadi potongan-potongan yg terpisah-pisah, tapi di situlah bermunculan pelabuhan-pelabuhan termasyhur seperti Sidon, Tirus, Beirut, Tripoli dan Ras Syamra. Daerah pedalaman yg sangat sempit dari setiap pelabuhan ini, mendorong timbulnya kota maritim yg merdeka yg menjadi tempat 'pelarian' 'kaum-kaum orang Kanaan itu' (Kej 10:18). Tapi di sebelah selatan G Karmel, daerah pantai melebar menjadi dataran yg luas dalam satu hamparan yg tidak putus-putus, tanpa pelabuhan, kecuali pelabuhan buatan karya orang-orang Filistin dan bangsa-bangsa pelaut di kemudian hari.
Kontras kedua terdapat di bagian daerah lembah. Tanah rendah Bika di Siria, yakni dataran yg luas dan subur di antara dataran tinggi Libanon dan Anti-Libanon, dengan jalan masuk yg lebar menuju dataran-dataran lain, penuh dengan tempat-tempat bersejarah seperti Kadesy, Homs dan Hamat. Di wilayah selatan, tanah rendah yg dihadang oleh lava batu basal yg belum begitu tua, menyempit menjadi mulut jurang yg dalam sebelum terbuka lebar menjadi Danau Hule, mengakibatkan perhubungan utara -- selatan menjadi sukar. Unsur-unsur ini memisahkan Palestina dari daerah bagian utara.
Gunung-gunung Palestina terutama terdiri dari batu kapur, muntahan gunung berapi seperti lapisan-lapisan muda berupa campuran tanah liat dan kapur, kerikil dan pasir. Daerah lembah menunjukkan ciri-ciri planet kuno, yg dapat dilacak sampai ke danau-danau Afrika Timur. Secara ringkas, daerah itu berperan seperti engsel; artinya, daerah-daerah di wilayah barat kebanyakan terbenam di bawah laut, sedangkan tanah kawasan Arab yg di sebelah timur umumnya adalah tanah daratan. Jadi, wilayah sebelah barat daerah lembah itu bergunung-gunung dan terutama berbatu kapur, yg khusus terjadi pada zaman Kapur (Cretaceous) dan Zaman Eosen. Beberapa bagian daripadanya keras dan mengandung kapur dolomit (Cenomanian dan Eosen), yg menerangkan keadaan tanjung G Karmel yg curam, gunung kembar Ebal dan Gerizim di atas Sikhem, dan pada umumnya semua punggung pegunungan Yudea-Galilea yg tinggi dan berbukit jurang itu.
Tapi batu kapur Senones lunak, mudah sekali dikeruk menjadi jurang-jurang dan lembah-lembah, yg membelah tanah-tanah tinggi, terutama di Megido, lembah Ayalon, parit atau terusan Bet-Semes yg memisah bukit-bukit Eosen, yg terdapat pada Daerah Bukit, dari dataran tinggi Yudea. Batu kapur ini meninggi ke atas pada punggung gunung di bagian tengah dan membungkuk dengan indah menjadi deretan kubah, yg menjadi lebih berliku-liku lebih jauh ke utara di Samaria dan Galilea. Tapi di Transyordan batu kapur yg sama mendatar di atas landasan benua, yg ada di bawahnya. Landasan benua yg kuno ini kelihatan di bagian tenggara dalam bentuk bukit curam, yg tinggi di Wadi Araba dan Jazirah Sinai. Yg menindih lapisan batu-batu karang ini ialah apa yg disebut batu pasir Nubia, yg berasal dari padang pasir dan meliputi zaman geologi yg panjang; asalnya inilah mungkin menerangkan warna merah, yaitu nama yg dimiliki Edom, dan dari situlah mungkin nama itu ('yg merah'). Di sebelah timur, lava batu basal yg muda menutupi batu kapur di dataran tinggi yg luas dan bergelombang yg terdapat di tanah Basan, dan yg meluas sampai ke lembah Yordan sekeliling Danau Galilea. Lava batu basal ini berubah menjadi tanah-tanah subur, yg sejak dari zaman dahulu menarik penduduk ke pantai Galilea.
Di Palestina kerak bumi sering berubah-ubah. Muntahan-muntahan gunung berapi berjalan terus sampai kepada masa sejarah manusia, terutama ihwal Harat en-Nar, bagian tenggara Teluk Akaba, yg masih berapi sampai abad 8 dan 13 M. Kel 19:18 dan Mzm 68:9 sangat menggoda kita untuk menyamakannya dengan gejala-gejala gunung berapi, tapi tempat Sinai tradisional terdapat di suatu daerah pegunungan yg berunsur hablur kuno, yg di situ tak pernah terjadi letusan muda gunung berapi. Nasib Sodom dan Gomora (Kej 14:10; 19:23-28) memang merupakan ingatan akan suatu letusan gunung berapi, yg mungkin disertai gangguan gas belerang dan aspal cair. Ada juga catatan Alkitab mengenai gempa bumi (