Daftar Isi
BROWNING: KARUNIA
ENSIKLOPEDIA: KARUNIA

karunia

KARUNIA [browning]

Dalam PL, yang dimaksud dengan karunia adalah pengasihan Allah kepada umat Israel (Za. 12:10 -- 'roh pengasihan', dalam *LXX 'roh anugerah'), yang terwujud dalam *pengampunan *dosa (Kel. 33:19). Allah mengaruniakan anugerah atau kemurahan-Nya sebagai *pemberian *kasih-Nya yang tidak semestinya diberikan (Yes. 63:7). Hal ini merupakan makna dasar firman yang terdapat dalam PB, ketika anugerah Allah dihubungkan dengan Yesus, yang dalam pribadi-Nya memperlihatkan kemurahan Allah terhadap manusia. Yesus sendiri adalah kepenuhan karunia dan *kebenaran (Yoh. 1:14-17). Dalam pikiran Paulus, hanya oleh karunia Allah saja orang-orang beriman terpanggil, sama seperti dirinya, dan karena itu, kita tidak dapat membanggakan diri (Rm. 3:27; 1Kor. 1:31). Paulus harus *memuliakan Allah karena karunia *keselamatan-Nya yang cuma-cuma, yang tidak dapat diperoleh berdasarkan upayanya sendiri. Kini ada 'hukum karunia' (Rm. 5:21), dan hidup di bawah karunia Allah berarti hidup dalam ketaatan iman, yang bertujuan mencapai kekudusan (Rm. 6:15-22). Apa yang benar tentang karunia, yaitu membawa manusia ke dalam persekutuan orang-orang yang ditebus, berlaku pula untuk panggilan dalam jabatan ('kerasulan', Rm. 12:3), dan karunia-karunia yang lain (Rm. 12:6), yang dianugerahkan kepada tubuh Kristus (Gereja), diperlukan bagi kehidupannya (1Kor. 12:6-8), meskipun karunia-karunia itu tidak sama pentingnya. Kata Yunani *kharisma, dari kata kharis (karunia), menekankan hakikat pemberian yang diterima dengan cuma-cuma; dan, dengan sedikit diperluas, Paulus dapat menggunakan kata kharis dengan arti sambutan atau balasan terhadap pemberian Allah, yang mendorong orang untuk bersyukur -- karena itu, kata Inggris grace diucapkan sebelum makan. Paulus juga menyatakan bahwa karunia tersebut diterima pula dalam penderitaan (2Kor. 12:9; Flp. 1:19); dan *pengumpulan uang untuk jemaat Yerusalem adalah karunia (1Kor. 16:3), karena hal itu merupakan karya *Roh Kudus, yang mengajarkan kemurahan hati orang-orang percaya. Memang, dalam PB sulit untuk memisahkan 'karunia' dari 'Roh Kudus'. Sayangnya, dalam teologi Kristen kemudian hari di bawah pengaruh Augustinus, karunia dianggap sebagai 'sesuatu', semacam entitas impersonal atau kuasa yang seolah-olah bersifat fisis atau kuasa yang bercahaya di atas orang-orang yang ditakdirkan menerimanya.

KARUNIA [ensiklopedia]

pemberian. Dalam PL terdapat selusin kata yg diterjemahkan pemberian. Korban persembahan dan semua persembahan lainnya adalah pemberian sembah bagi Allah (Kel 28:38; Bil 18:11, dst). Orang Lewi juga, dalam satu arti, adalah suatu pemberian kepada Tuhan (Bil 18:6). Adakalanya terdapat gagasan tentang pemberian Allah kepada manusia, seperti kesehatan, makanan, kekayaan, dan kenikmatan (Pkh 3:13; 5:19). Manusia menyerahkan pemberian dalam upacara perayaan (Mzm 45:12; Est 9:22) atau dalam hubungan dengan mas kawin (Kej 34:12). Pemberian dapat juga sebagai tanda kemurahan hati seorang raja (Dan 2:6). Tapi dalam hal 'pemberian-pemberian' yg dibawa orang Moab kepada Daud, diberikan dengan sedikit kemauan baik saja (2 Sam 8:2). Pemberian dapat juga sebagai cara yg lihai untuk mendapatkan sesuatu, misalnya 'pemberian keluasan kepada orang' (Ams 18:16). Memang, pemberian dapat diberikan dengan alasan yg tidak patut, sehingga kata itu menjadi berarti 'suap'. Orang Israel dilarang tegas, 'Suap janganlah kau terima, sebab suap membuat buta orang-orang yg benar' (Kel 23:8).

Dalam PB terlihat perubahan penekanan. Beberapa di antara sembilan kata Yunani untuk pemberian, menunjuk kepada pemberian manusia kepada Allah, sebagai anathema (Luk 21:5), dan terutama doron (Mat 5:23 dsb; 23:18 dsb). Beberapa di antaranya menunjuk kepada pemberian dari seseorang kepada yg lain, misalnya doron (Why 11:10), doma (Mat 7:11; Flp 4:17). Tapi ihwal yg khas ialah pemakaian beberapa kata untuk menunjukkan sepenuhnya, atau, terutama sekali pemberian yg telah diberikan Allah kepada manusia. Dorea (cuma-cuma, hadiah) terdapat sebelas kali, selalu dalam pengertian pemberian ilahi. Kadang-kadang berarti keselamatan (Rm 5:15, 17), atau tidak diterangkan artinya ('karunia-Nya yg tak terkatakan', 2 Kor 9:15), atau adalah Roh Kudus (Kis 2:38). Yakobus mengingatkan kita bahwa 'setiap pemberian yg baik (dosis) dan setiap anugerah yg sempurna (dorema) datangnya dari atas' (Yak 1:17). Satu kata yg paling penting ialah kharisma. Kata ini dapat digunakan mengenai 'karunia baik' Allah, yaitu hidup yg kekal (Rm 6:23), tapi penggunaannya yg khas ialah untuk 'karunia-karunia rohani', yaitu karunia-karunia yg Roh Kudus berikan kepada orang-orang tertentu. Setiap orang mempunyai karunia yg sedemikian itu (1 Ptr 4:10), tapi karunia-karunia khusus disediakan bagi sejumlah orang (1 Kor 12:30), dan orang-orang yg diberkati dengan karunia-karunia ini adalah juga 'pemberian-pemberian' yg berasal dari Kristus yg naik ke tempat tinggi kepada gereja (Ef 4:7 dab). Ps-ps yg penting adalah Rm 12:6 dab; 1 Kor 12:4-11, 28-30; 14; Ef 4:11 dst. Keselamatan adalah pemberian yg baik dari Allah kepada manusia, dan segala pemberian yg lain muncul dari kebenaran utama ini. LM/JMP




TIP #09: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab dan catatan hanya seukuran layar atau memanjang. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA