WARISAN [browning]
Hukum-hukum mengenai hak *waris di Israel purba telah demikian cermat. Hukum-hukum itu memberi prioritas kepada anak laki-laki tertua (Ul. 21:17) dari istri seseorang. Karena itu, secara hukum *Esau lebih berhak memperoleh *berkat ayahnya daripada *Yakub (Kej. 27:36; bnd. Luk. 15:31). Namun, ada pula kemungkinan bagi anak perempuan untuk memperoleh warisan (Ayb. 42:15), asalkan ia tidak menikah dengan seseorang di luar sukunya (Bil. 27:1-8). Jika tidak mempunyai anak, saudara laki-laki orang yang telah meninggal berhak menjadi ahli warisnya.
Paulus menggunakan prinsip ahli waris untuk menggambarkan hubungan seseorang dengan Allah (Rm. 8:16-17; bnd. Ibr. 9:15).
WARISAN [ensiklopedia]
1. Warisan kadang-kadang muncul dalam PL sebagai terjemahan dari nakhal. *MILIK PUSAKA.
2. Dalam PB 'warisan' menerjemahkan kata Yunani kleronomos dalam berbagai bentuknya, yg berasal dari kleros, artinya 'bagian'. Kata ini umum dipakai dalam ihwal menerima sesuatu menjadi hak, justru diterjemahkan 'berhak menerima' (Gal 3:29; Ibr 1:2), 'mendapat bagian' (1 Kor 6:9; Ibr 6:12), 'memperoleh' (Ibr 1:14; 1 Ptr 3:9) dan satu dua ungkapan lainnya.
Yesus Kristus adalah ahli waris (Mrk 12:7), yg sebagai ahli waris Allah menerima warisan yg diberikan kepadaNya berdasarkan hubungan-Nya dengan Allah. Yesus telah ditetapkan sebagai ahli waris segala sesuatu (Ibr 1:2). Orang Kristen mewarisi dari Adam kehidupan yg sia-sia yg dikuasai dosa (1 Ptr 1:18). Tapi di dalam Yesus Kristus mewarisi janji-janji Allah yg pertama-tama diberikan kepada Bapak-bapak leluhur Israel dan kepada bangsa Israel, dan karena orang Kristen diterima sebagai anak maka ia juga disebut ahli waris (Rm 8:17; Kis 3:25; Ef 1:6). Suami-istri menjadi teman pewaris dari kasih karunia (1 Ptr 3:7), dan orang miskin menjadi ahli waris Kerajaan Allah yg dijanjikan kepada barangsiapa yg mengasihi Allah (Yak 2:5).
Warisan atau bagian pengikut Kristus ini dijamin oleh Roh Kudus (Ef 1:14) dan disimpan di sorga untuk mereka (1 Ptr 1:4). Tapi berkat-berkat dari warisan ini dapat dinikmati 'lebih dulu' pada saat sekarang ini. Hanya mereka yg suci yg dapat menerima Kerajaan Allah (Mat 25:34; 1 Kor 6:9, 10; 15:50; Gal 5:21; Ef 5:5; Yak 2:5). Mereka memperoleh keselamatan (Ibr 1:14), berkat (1 Ptr 3:9), kemuliaan (Rm 8:17-18), tubuh yg tidak dapat binasa (1 Kor 15:50) dan hidup yg kekal (Mat 19:29).
Warisan ini bukanlah berdasarkan hak manusia dalam bentuk apa pun, melainkan berdasarkan hak bebas Allah menentukan, yg dalam kehendak-Nya yg berdaulat dapat mencabut warisan itu dari orang-orang yg paling berhak menerimanya, kemudian memberikannya kepada orang lain yg dipilih-Nya.
KEPUSTAKAAN. C. E. B Cranfield, 'Inherit' dalam A Richardson (red.), A Theological Word Book of the Bible, 1950, hlm 112-114; W Foerster dan J Herrmann, TWNT 3, hlm 757-786; NIDNTT 2, hlm 295.-304; J. D Hester, Paul's Concept of Inheritance, 1968; WAY Davies, The Gospel and the Land: Early Christianity and Jewish Territorial Doctrine, 1974. REN/AL/HAO

