Daftar Isi
GAMBAR: Tirus
BROWNING: TIRUS
ENSIKLOPEDIA: TIRUS

Tyre

Dalam versi-versi Alkitab:

Soer: KL1870
Sur: SBDR
Tiroes: KL1863
Tirus: BIS ENDE FAYH TB WBTCDR
TSur: LDKDR
Tsur: TL
Tur: BABA
Zur: SBDR

Gambar

Tirus: selebihnya..
Topik: A Lament for Tyre; A Prophecy against the King of Tyre; A Prophecy against Tyre

TIRUS [browning]

Kota penting di pulau lepas pantai Fenisia, sering dihubungkan dengan *Sidon. Tirus mengalami hubungan akrab dengan Israel pada waktu pemerintahan *Daud dan *Salomo, ketika kayu *cedar dari Tirus didatangkan untuk pembangunan Bait Allah (1Raj. 5; 7:13-46). Kemudian muncul masa kesukaran di Israel (Kerajaan Utara) pada waktu pemujaan *Baal dari Tirus (yang menguasai Sidon) diperkenalkan oleh Ratu *Izebel (1Raj. 16:31; 2Raj. 9:10). Beberapa orang yang mendengarkan Yesus datang dari Tirus (Mrk. 3:8) dan sekali pernah dilaporkan bahwa Yesus pergi ke wilayah itu (Mrk. 7:24). Yesus mempunyai kesan yang lebih baik atas Tirus dan Sidon ketimbang beberapa kota Galilea yang menolak pemberitaan-Nya (Mat. 11:21-22).

TIRUS [ensiklopedia]

Bandar laut utama di pantai Fenisia, kr 38 km sebelah selatan Sidon dan 53 km sebelah utara G Karmel. Namanya dalam bh Ibrani tsor; Asyur Sur(r)u; Mesir daru; Yunani Tiros. Tirus melingkupi dua pelabuhan, satu yg terletak di sebuah pulau, yg lain, yg disebut 'Lama', terletak di jazirah dan mungkin inilah yg disebut Ussu dalam tulisan ukir Asyur. Tirus diairi oleh S Litani, dan mendominasi dataran sekitarnya di mana terletak Sarepta. *SARFAT.

I. Sejarah Tirus

Menurut Herodotus 2.44 Tirus didirikan kr thn 2700 sM. Tapi nama Tirus tidak disebut dalam daftar kota yg ditaklukkan oleh Tutmoses III kr thn 1485 sM, dan karena itu beberapa ahli menganggapnya belum didirikan sebagai koloni Sidon pada waktu itu. Namun Tirus nampaknya sudah sejak dini aktif dalam perdagangan laut, baik dagang barang-barang biasa maupun barang-barang mewah dengan Mesir. Keinginan menguasai kegiatan dagang ini mendorong Mesir menyerbu pantai Fenisia. Selama zaman Amarna penguasa setempat di Tirus, yaitu Abimilki, tetap setia dan mengirim surat kepada raja Mesir, Amenofis III. Ia melaporkan pengkhianatan kota-kota di sekitarnya, lalu meminta bantuan melawan Aziru raja Amori dan raja Sidon. Waktu orang Filistin menjarah Sidon (kr 1200 sM), penduduknya banyak yg lari ke Tirus, yg pada saat itu menjadi bandar utama Fenisia dan disebut 'putri Sidon'. Menjelang akhir milenium 2 sM Tirus terhitung sebagai kota berkubu dengan pertahanan yg kuat, dekat perbatasan tanah yg ditentukan menjadi milik pusaka suku Asyer (Yos 19:29) dan nama baik ini terus dipertahankan (bnd 2 Sam 24:7).

Dengan pudarnya kejayaan Mesir, Tirus merdeka, dan penguasa-penguasanya menguasai kebanyakan kota pantai Fenisia, termasuk daerah pedalaman Libanon. Raja Hiram I menjadi sahabat raja Daud dan menyediakan bahan-bahan untuk membangun istana raja di Yerusalem (2 Sam 5:11; 1 Raj 5:1; 1 Taw 14:1). Politik persahabatan ini tetap dia pertahankan sepanjang pemerintahan raja Salomo. Raja Hiram mengirim kayu dan batu untuk membangun Bait Suci (1 Raj 5:1-12; 2 Taw 2:3-16) sebagai imbalan bahan pangan dan keuntungan-keuntungan wilayah (1 Raj 9:10-14). Orang-orang Tirus, termasuk seorang juru tuang perunggu disebut Hiram membantu dalam proyek-proyek pembangunan Salomo (1 Raj 7:13-14).

Hiram I menghubungkan bandar di jazirah dengan bandar yg di pulau itu melalui jalan urukan, lalu ia mendirikan di pulau itu sebuah kuil yg dipersembahkan kepada dewa Melkart dan dewi Astarte. Sebagai bagian dari politik ekspansi dan politik dagangnya, ia membantu Salomo mengembangkan bandar Ezion-Geber di Laut Merah untuk memuluskan pelayaran ke arah selatan (1 Raj 9:27), dan kapal-kapalnya mencapai tempat-tempat yg jauh (1 Raj 9: 28). Sejak saat ini, yg sering disebut 'zaman emas Tirus', orang Tirus menjadi raja-raja dagang di timur Laut Tengah (Yes 23:8), dan terkenal karena keberanian mereka mengarungi laut (Yeh 26:17; 27:32). Barang niaga utama mereka ialah kaca buatan mereka sendiri, dan bahan celup khas warna kirmizi yg disebut 'warna, Tirus' yg dibuat dari kerang-kerangan setempat. *KERAJINAN TANGAN; *FENISIA, ORANG FENISIA.

Sumber utama untuk daftar raja-raja Tirus masih Kanon dari Ptolemi, tapi walaupun sejarah Tirus dapat dikoordinasikan dengan sejarah Asyur dan Israel, masih ada perbedaan kr 10 thn mengenai tarikh dari penguasa-penguasa terdahulu. Jadi pemerintahan Hiram I ditentukan kr thn 979-945 sM; bnd tarikh Albright, 969-936 sM. Menggantinya Baal(m)azzar I (= Balbazeros) diganti oleh Abd-Asytar yg dibunuh oleh kakak adiknya, dan yg tertua dari mereka Metus-Astartus, merebut takhta. Feles yg mengganti Astarumus kr thn 897 sM, digulingkan oleh imam besar Etbaal (Itobal) yg putrinya, Izebel, dikawinkan dengan Ahab raja Israel, untuk mengokohkan persekutuan negeri-negeri mereka (1 Raj 16:31). Etbaal sebaya juga dengan Ben-HadadI. Kemenangannya menggulingkan Feles barangkali bisa dihubungkan dengan penyerbuan Asyurnasirpal II, raja Asyur, yg menerima upeti yg besar dari Tirus.

Tirus menderita pukulan thn 841 sM, tatkala Salmaneser III raja Asyur, pada thn ke-18 pemerintahannya, menerima upeti dari Ba'alimanzar serentak waktu. Yehu memberi dia penghormatan di Nahr el-Kelb (Sumer 7, 1972, 3-21). Raja Baalezer II diganti oleh raja Meten I (829-821 sM) dan oleh Pygmalion (Pu'm-yaton). Pada thn ke-7 pemerintahannya -- ia dari Tirus -- mendirikan kota Kartago di Afrika Utara (825 atau 815 sM).

Tekanan Asyur terhadap Fenisia berjalan terus, dan Tirus membayar upeti kepada Adad-Nirari III thn 803 sM; raja Tirus, Hiram II, mengirim pemberian-pemberian kepada Tiglat-Pileser III, dan raja itu menyatakan bahwa Rabsyake-nya (seorang pejabat tinggi) menerima 150 talenta emas dari Meten II, yaitu raja Tirus yg mengganti Hiram II. Dengan jalan demikian Tirus tetap mempunyai otonomi yg lumayan. Menurut Yosefus, Salmaneser V raja Asyur (kita tidak punya catatan-catatan raja itu) mengepung Tirus thn 724; Tirus jatuh bersama Samaria ke tangan Sargon II thn 722 sM. Petugas-petugas Asyur setempat mengawasi pembayaran bea-bea barang ke Niniwe, dan kerusuhan ditimbulkan oleh Mesir, yg daripadanya orang Tirus minta bantuan. Hal ini menyebabkan Tirus dicela keras oleh para nabi Israel; oleh Amos, karena menyerahkan tawanan Ibrani kepada Edom (1:9), dan oleh Yoel (3:5-6), karena menjual orang Yehuda dan orang Yerusalem sebagai budak kepada orang Yunani. Tirus kemudian dikuasai oleh orang Sidon, dan tatkala Sanherib bergerak mendekati Tirus, rajanya Luli (Elulaeus) lari dan meninggal di pembuangan. Hal ini menyelamatkan Tirus dari serangan, dan orang Asyur melantik calon mereka, yaitu Tuba'alu (Etbaal III) pada thn 701 sM sebagai raja.

Esar-Hadon dari Asyur yg menjaga supaya jalan tetap terbuka untuk menyerang Mesir, menghukum mati Abdi-Milkiti raja Sidon (kr 677 sM) dan memberi takhta kepada Ba'ali I, dengan membuatnya terikat kepada Asyur melalui suatu perjanjian. Tapi Tirus yg dihasut oleh Tirhaka raja Mesir, memberontak dan Esar-Hadon mengepung Tirus, yg haru pada thn 664 menyerah kepada Asyurhanipal: raja itu menobatkan Azi-Baal menjadi raja, sambil mengambil kakak adiknya perempuan beserta banyak petugas lainnya sebagai sandera ke Niniwe.

Dengan kemunduran Asyur pada akhir pemerintahan Asyurbanipal (kr 636-627 sM), Tirus mendapat otonominya kembali dan juga bagian terbesar dari kegiatan dagang lautnya yg dulu. Kendati demikian nabi Yeremia menubuatkan (Yer 25:22; 27:1-11) bahwa Tirus akan tunduk kepada Babel; di kemudian hari Yehezkiel (Yeh 26:1; 28:19; 29:18-20) dan Zakharia (9:2 dsb) menubuatkan hal yg sama. Nebukadnezar II mengepung Tirus selama 13 thn (kr 587-574 sM) (Jos., Life 1.21, JBL 51, 1932, hlm 94 dab), tapi tak ada tertinggal catatan dari zaman itu mengenai hal ini (bnd Yeh 28:18-20). Akhirnya Tirus pada pemerintahan Baali II mengakui keunggulan kekuasaan Babel, dan beberapa perjanjian Babel membenarkan hal ini dan memaparkan nama-nama petugas Babel setempat. Selama masa 10 thn kota itu diperintah oleh 'hakim' (spt).

Pada thn 332 sM bandar yg di pulau itu dikepung oleh Iskandar Agung selama 7 bln; ia menaklukkannya hanya dengan membangun jalan urukan ke benteng pulau itu. Kendati Tirus menderita banyak kehilangan, namun segera bandar itu bangkit kembali di bawah perlindungan raja-raja Seleukus. Herodes I membangun kuil utama kembali, yg masih berdiri pada waktu Yesus mengunjungi daerah perbatasan Tirus dan Sidon (Mat 15:21-28; Mrk 7:24-31). Orang-orang Tirus mendengar Dia berbicara (Mrk 3:8; Luk 6:17) dan Ia menyebut Tirus sebagai kota kafir, namun akan memikul hukuman yg lebih kecil daripada yg menimpa kota-kota Galilea yg terus-menerus menyaksikan pelayanan-Nya (Mat 11:21-22; Luk 10:13-14). Orang Kristen sangat aktif di Tirus pada abad I (Kis 21:3-6) dan di sanalah dikuburkan Origenes pada thn 254 M.

II. Arkeologi Tirus

Bagian utama dari reruntuhan yg ada berasal dari masa takluknya Tirus pada Perang Salib (1291 M). Tapi penggalian-penggalian pada thn 1921 (Syria 6, 1922) dan 1937 di pelabuhan Tirus, sudah menurunkan sebagian fondasi zaman dulu. Tapi mata uang yg banyak yg ditempa di Tirus sejak abad 5 sM dan seterusnya, yg ditemukan di banyak tempat di seluruh Asia Barat Lama dan Laut Tengah, menyaksikan kebesarannya.

'Tangga Tirus' yg menurut Yosefus (BJ 2.188) menandai batas pembagian Fenisia dengan Palestina yg sebenarnya (1 Makabe 11:59), lazim dianggap sama dengan tanjung berbatu yg menganjur di Ras en-Naqara atau Ras el-'Abiad.

KEPUSTAKAAN. W. F Albright, 'The New Assyro-Tyrian Synchronism and the Chronology of Tyre', dalam Melanges Isidore Levy, 1955, hlm 1-9; A Poidebard dan L Cayeux, Un grand Port disparu, Tvr, 1939; singgungan akan Tirus dalam tulisan-tulisan dari zaman kuno (ANET; DOTT); N Jidejian, Tyre through the Ages, 1969; H. J Katzenstein, The History of Tyre, 1973. DJW/MHS/HAD




TIP #23: Gunakan Studi Kamus dengan menggunakan indeks kata atau kotak pencarian. [SEMUA]
dibuat dalam 0.10 detik
dipersembahkan oleh YLSA