TUJUH PERKATAAN
TUJUH PERKATAAN [browning]
Perkataan dari Yesus yang disalibkan, sebagaimana dicatat dalam keempat Injil, yaitu perkataan pengampunan, penghiburan, kasih, dan kesedihan (Luk. 23:34, walaupun ada naskah-naskah yang menghilangkannya; Yoh. 19:26-27; Mat. 27:46), tetapi juga ada perkataan yang menyatakan haus, lagi perkataan kemenangan (Yoh. 19:29, 30) dan suatu kutipan dari Mzm. 31:5: menyerahkan nyawa-Nya kepada Allah (Luk. 23:46). Namun, tujuh perkataan ini tidak dapat dipandang sebagai suatu rangkaian ucapan historis. Perkataan ini memperlihatkan interpretasi teologis dari masing-masing penulis Injil. Kata-kata itu merupakan penjelasan alternatif dari kejadiannya: teriakan kehancuran hati menyatakan suatu pengertian dari ditinggalkan Allah sama sekali (Mrk. 15:34), tetapi diubah oleh Lukas, yang mengganti teror dalam cerita Markus dengan catatan ketenangan hati yang dikuatkan, karena itu adalah kutipan dari Mzm. 31:5 (lih. Luk. 23:46). Pengertian ketujuh perkataan pada salib itu menjadi ketetapan umum setelah orang-orang Yesuit Gereja Katolik menetapkan suatu kebaktian Jumat Agung untuk orang banyak yang didasarkan atas ketujuh perkataan itu, menyusul bencana gempa bumi di Lima tahun 1687, yang kemudian diadakan secara teratur sampai abad ke-20.

