TAKDIR
TAKDIR [browning]
Meskipun dalam Alkitab kata kerja ini, dan kata benda 'ketentuan' atau 'ketetapan' sangat jarang, tetapi gagasan yang dimaksudkan mendominasi kedua Perjanjian. Dalam bentuknya yang sangat ekstrem kata tersebut ditandaskan oleh *Deutero Yesaya: 'Akulah Tuhan, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang' (Yes. 45:7). Segala sesuatu ada di tangan Sang Pencipta yang berdaulat, namun tanpa menghilangkan kemandirian manusia untuk bertindak (Ul. 30:15-16). Apa yang ditetapkan Allah adalah terutama *keselamatan manusia. Untuk itu, Allah memilih bangsa tertentu (Kej. 18:18) sekalipun sama sekali bukan karena jasa yang dapat dilihat pada bangsa itu (Ul. 7:7). Dalam PB ketetapan Allah berpusat pada Yesus, yang menggenapi harapan-harapan PL (Mat. 11:3) dan 'akan pergi seperti yang telah ditetapkan' (Luk. 22:22, NRSV 'is going as it has been determined'). Dalam Gereja Perdana dikatakan bahwa isi *khotbah para rasul telah ditakdirkan oleh Allah dalam pemeliharaan-Nya yang kekal (1Ptr. 1:20).


untuk merubah popup menjadi mode sticky,
untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [