SUNDAL, PERSUNDALAN
SUNDAL, PERSUNDALAN [ensiklopedia]
Kejahatan ini dikenal sejak zaman Israel kuno (Kej 38:15; Hak 11:1), dan ditemukan di Kanaan (Yos 2:1), di negeri Filistin (Hak 16:1), dan di negeri-negeri lain (Ams 2:16; 29:3); dua hunjukan terakhir dihubungkan dengan orang-orang asing. Hukum Taurat Musa melarang seorang bapak menjadikan anak perempuannya sundal (Im 19:29). Imam tidak boleh kawin dengan perempuan sundal (Im 21:7), khususnya imam besar (Im 21:14). Hukuman bagi perempuan sundal apabila ia anak imam, ialah mati dibakar (Im 19:29) dalam peristiwa lain dilempari dengan batu (Ul 22:21; bnd Yoh 8:5). Uang hasil praktik haram ini dilarang dimasukkan ke dalam dana bait suci (Ul 23:17, 18); dan pembinasaan orang-orang Kanaan dikatakan sebagai sebagian akibat kebiasaan-kebiasaan mereka yg mesum (Im 20:23).
Bentuk persundalan yg paling berbahaya ialah persundalan yg disetujui oleh agama. Ini merupakan ciri utama dalam kebaktian Kanaan; baik sundal laki-laki maupun sundal perempuan dihubungkan dengan tempat-tempat suci. Kelompok sundal perempuan dalam PL dikenal sebagai gedesya dan sundal laki-laki gadesy. Penghasilan haram dari kelompok terakhir disebut'upah sundal atau uang semburit' (Ul 23:18). Pada loh-loh Ugarit sundal laki-laki disebut qdsym, disamping imam-imam (khnm), sebagai pegawai kuil (Ugar. tabs. 63. 3; 81. 2; 113.73, dll). Orang-orang ini mungkin pelacuran bakti dari Kanaan yg disebut dalam PL (mis 2 Raj 14:24), tapi tidak pasti (lih A van Selms, Marriage and Family Life in Ugaritic Literature, 1954, hlm 80 dst).
Oleh nabi-nabi PL persundalan dihubungkan erat dengan kemurtadan bangsa secara nasional (Yes 1:21; Yer 13: 27; Yeh 16:16; Hos 1:2, dll), karena yg satu menjerumuskan yg lain. PL berbicara tentang 'berzina dengan mengikuti Allah lain' (mis Hak 2:17).
Dalam PB Tuhan Yesus menolak sifat Farisi yg ingin menghukum keras imoralitas di bidang seks (Yoh 8:7; Mat 21:31 dab; Luk 7:37-50). Paulus memerangi imoralitas di bidang seks di gereja Korintus (1 Kor 5:1 dab; 6:15, 16). Gereja kuno dengan sungguh-sungguh menentang percabulan (Kis 15:20, 29, dimana porneia dapat berarti setengah teknis mengenai persekutuan dlm tingkat terlarang, seperti Mat 5:32; 19:9; 1 Kor 5:1). Dalam Why 17 istilah 'pelacur besar' menunjuk ke kota Roma sebagai suatu kuasa yg melawan Allah dan umat-Nya (bnd uraian ttg Niniwe sebagai 'si perempuan sundal' dlm Nah 3:4). RJAS/HH/HAO

