: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Silo | Siloam | Silon | Silsa | Silsilah | SILSILAH YESUS | Simati | Simbal | SIMBOL | Simea | Simeat
Daftar Isi
BROWNING: SILSILAH YESUS

SILSILAH YESUS

SILSILAH YESUS [browning]

Matius dan Lukas, di tempat yang berbeda dalam Injilnya, mencatat leluhur Yesus. Mat. 1:1-17 menyusun nama-nama dalam tiga kelompok, yang dipisahkan dengan peristiwa sejarah penting, dari *Abraham hingga *Daud; *Salomo hingga *pembuangan; dan dari pembuangan hingga Yesus: dua kelompok dengan masing-masing 14 keturunan (Mat. 1:17), dengan menghilangkan empat raja keturunan Daud, dan tiga kelompok dengan masing-masing 13 keturunan, yang berpuncak pada kelahiran *Mesias. Pengurangan menjadi 13 merusak kesimetrisan, dan salah satunya dijelaskan bahwa dengan demikian Matius menunjukkan bahwa oleh pemeliharaan Allah rencana yang rapi itu dikesampingkan dan tujuan bangsa itu digenapi, atau yang lebih masuk akal, hal itu menunjukkan kekacau-balauan khas Matius, seperti dalam 20:22, Yesus menegur *Yakobus dan *Yohanes, tepat setelah Matius dengan sengaja memperkenalkan ibu mereka sebagai juru bicaranya.

Dengan metode gematria dalam bahasa Ibrani, angka '14' merupakan nilai bilangan 'Daud': D + V + D = 4 + 6 + 4.

Silsilah Matius memasukkan empat orang perempuan, yaitu *Tamar, *Rahab, *Rut, dan *Batsyeba, yang memainkan peranan penting dalam sejarah PL, namun pada bagian akhir terdapat *Yusuf, yang disebut ayah Yesus secara hukum. Maksud Matius di sini adalah menunjukkan bahwa Yesus adalah pewaris takhta Daud yang sah yang disebutkan lima kali dalam 1:1-17. Dua dari keempat perempuan itu memiliki kisah dengan reputasi buruk. Rut menjadi nenek buyut Daud, meskipun ia orang *asing; Batsyeba dengan sengaja diingat sebagai 'istri *Uria', orang Het itu.

Silsilah Lukas baru muncul setelah cerita pembaptisan dan sebelum pelayanan publik Yesus (Luk. 3:23-38), serta merunut asal-usul keturunan hingga *Adam, 'anak Allah'. Namun, tidak seperti Matius, garis keturunan Lukas melalui *Natan (2Sam. 5:14) menggantikan *Salomo, kakaknya, dan tidak ada seorang pun perempuan yang dimasukkan. Rupanya, dengan kembali kepada asal-usul manusia, Lukas ingin menyatakan bahwa Yesus adalah *Juruselamat seluruh dunia dan tidak hanya bagi umat Israel, sebagaimana dijelaskan berulang-ulang di berbagai tempat dalam Injil Lukas dan Kisah Para Rasul.

Silsilah Lukas disusun secara artifisial (dibuat-buat), seperti halnya silsilah Matius, namun dengan cara yang berbeda. Ia telah mengumpulkan sebelas kelompok, masing-masing terdiri dari tujuh nama, seperti halnya sebelas murid yang perlu dilengkapi dengan satu lagi (Kis. 1:26). Dengan demikian, sebelas kelompok dalam silsilah itu menyiratkan adanya satu masa yang belum tiba -- yaitu masa yang di dalamnya Injil harus diberitakan kepada semua bangsa (Luk. 24:47). Bil. 11 menyatakan kebelumlengkapan atau kebelumselesaian.




TIP #17: Gunakan Pencarian Universal untuk mencari pasal, ayat, referensi, kata atau nomor strong. [SEMUA]
dibuat dalam 0.08 detik
dipersembahkan oleh YLSA