Daftar Isi
BROWNING: ROH-ROH DUNIA
ENSIKLOPEDIA: ROH-ROH DUNIA

ROH-ROH DUNIA

ROH-ROH DUNIA [browning]

Kata Yunani stoikheia, telah membingungkan para penafsir. Kata ini terdapat dalam Kol. 2:8 dan 20. Kata Yunani yang sama digunakan Paulus dalam Gal. 4:3 dan 9. Salah satu pandangan mengatakan bahwa kata itu berarti unsurunsur dasar sebagai penyusun keseluruhan, seperti huruf-huruf dalam abjad. Jadi, yang dimaksud Paulus adalah unsur-unsur dasar suatu sistem keagamaan. Namun, kemungkinan yang lebih dekat yang dimaksud '*roh-roh dunia' adalah 'para *malaikat' dalam Gal. 3:19. Keyakinan Yahudi, yang juga menjadi keyakinan Paulus, adalah bahwa *Taurat telah diberikan kepada umat Israel tidak secara langsung, tetapi melalui perantaraan kuasa-kuasa malaikat. Kematian Kristus yang telah mengalahkan kuasa Taurat sebagai perantara Allah dan manusia, pada saat yang sama juga telah mengakhiri dominasi kuasa-kuasa malaikat. Kristus sendirilah pemilik kuasa tertinggi.

ROH-ROH DUNIA [ensiklopedia]

Stoikheia dalam Gal 4:3, 9; Kol 2:8, 20 diterjemahkan 'roh-roh dunia', dalam 2 Ptr 3:10, 12 'unsur-unsur dunia'. Kata itu adalah bentuk jamak dari kata sifat stoikheos, artinya berdiri berbaris, dipakai sebagai berikut: (1) untuk huruf-huruf alifbata ditulis menurut urutannya. Dari pemakaian itu timbul pengertian 'asas pokok', Ibr 5:12. (2) unsur bagian dari benda alami, khususnya keempat unsur dalam ajaran Stoa: tanah, air, udara dan api. (3) untuk bintang, dibuktikan dalam karya penulis Kristen dari pertengahan abad 2 M; Yustin Apol. 2. 5. 2. (4) untuk malaikat, dibuktikan dari nyanyian Orfeus dan kitab Hermes digabung dengan pemakaian Yunani modern. Tapi belum pasti bahwa arti itu diketahui pada abad 1 M (zaman PB); contoh yg dikemukakan meragukan dalam hal arti atau tarikhnya. Penulis Yahudi menghubungkan roh atau malaikat dengan berbagai benda alami dan astronomi (bnd 1 Enoch 40: 11-21, Jubilees 2:2), tapi tidak menyebutnya stoikheia (pernah dikatakan bahwa 2 Enoch 16:7 memakai istilah ini, tapi kita tidak mempunyai naskah Yunani dari kitab tsb).

Semua arti di atas disarankan dalam usaha menafsirkan ay PB tersebut. Anti (2) cocok dengan pokok 'rupa-rupa peraturan' dalam Kol 2:20, dan rujukan pada filsafat dalam 2:8. Anti (3) cocok dengan disebutnya 'hari-hari tertentu' dalam Gal 4:10. Anti (4) cocok dengan singgungan akan 'allah-allah yg bukan Allah' dalam Gal 4:8 dan 'malaikat' dalam Kol 2:18.

Agaknya Paulus berbicara kepada dunia Yahudi maupun non-Yahudi, tapi itu tidak memberi keterangan mengenai anti katanya. Orang Yahudi memberi perhatian besar pada benda alami dan astronomi dalam Taurat dan yakin akan perantaraan malaikat (bnd Gal 3:19; 1:8); non-Yahudi memusingkan diri dengan unsur dunia dan astronomi dalam filsafat, dan beribadah kepada ilah-ilah yg dijabarkan Paulus dengan roh jahat (1 Kor 10:20). Barangkali tafsiran terbaik mengenai stoikheia adalah menggabungkan anti (2) dengan anti (3) sebagaimana terjadi dalam Sibylline Oracles (2. 206; 8. 337). Anti (1) cocok dengan isi Gal umumnya dengan desakan supaya orang Galatia jangan kembali pada ajaran yg dimaksudkan untuk masa kanak-kanak dalam agama. Tapi dalam Gal 3:9 Paulus berkata stoikheia tou kosmou, yg berarti 'disukai oleh dunia' atau 'khas bersifat duniawi' suatu arti yg sama sekali tidak cocok. Arti stoikheia sudah diperdebatkan sejak zaman Bapak-bapak Gereja, dan belum dapat dipastikan sampai tersedia bukti baru.

Rujukan stoikheia dalam 2 Ptr 3:10 antara istilah langit dan bumi sangat mengisyaratkan arti (2). Ahli yg menyukai arti (4) bila menafsirkan Paulus, mempertahankannya juga di sini sambil mengingat Testament of Levi 4:1, 1 Enoch 68:2 yg mengacu pada roh dihancurkan dalam api.

KEPUSTAKAAN. G Delling, TDNT 7, hlm 670-687; E Lohse, Colossians and Philemon, 1971, hlm 96-99. MHC/MHS/HAO




TIP #01: Selamat Datang di Antarmuka dan Sistem Belajar Alkitab SABDA™!! [SEMUA]
dibuat dalam 0.09 detik
dipersembahkan oleh YLSA