REMPAH-REMPAH
REMPAH-REMPAH [browning]
Parfum dan minyak wangi diperjualbelikan di *Tirus (Yeh. 27:22), pasti sebagai barang mewah, tetapi juga untuk membalsem dan meminyaki jenazah orang (Mrk. 16:1).
REMPAH-REMPAH [ensiklopedia]
Tumbuh-tumbuhan yg harum baunya, sangat disukai oleh orang Asia Barat kuno. Kafilah rempah-rempah merintis jalan perdagangan dari India Utara ke Sumeria, Akad dan Mesir zaman purba paling dini, dan sesudah itu jalan ini menjadi unsur utama dalam pertukaran kebudayaan. Sementara banyak rempah-rempah dimasukkan ke Palestina dari Mesopotamia dan India, banyak juga rempah-rempah hasil lokal yg digunakan. Pada zaman PL perdagangan rempah-rempah dilindungi cermat. Salomo mengeruk bea atas kafilah yg melewati wilayah kerajaannya.
Rempah-rempah seperti jintan putih (Yes 28:25), adas manis dan selasih (Mat 23:23) digunakan untuk bumbu makanan (Yeh 24:10) dan membuat anggur harum (Kid 8:2). Pembuatan *ukupan kudus memakai kemenyan, getah damar, getah rasamala dan kulit lokan (Kel 30:34). Cendana, gaharu dan narwastu digunakan untuk membuat minyak kosmetik (Est 2:12; Kid 4:14; Mrk 14:3; Yoh 12:3). *CANTIK, KOSMETIK.
Sebelum mayat dikuburkan, biasanya dibalsam dengan rempah-rempah yg ditaruh pada kain kafan, termasuk campuran mur dan gaharu (Yoh 19:39), atau 'rempah-rempah dan minyak mur' (Luk 23:56). Rempah-rempah itu tidak menahan pembusukan, tapi berguna sebagai pembasmi bau busuk dan obat desinfeksi.
Damar, getah damar (Ibrani natsaf; Yunani stakte). Dipakai untuk mempersiapkan ukupan kudus (Kel 30:34). Nama Ibraninya berarti 'tetes' karena memang bahan cair damar itu menetes dari pohonnya. Ada dua jenis yakni Commiphora gileadensis, dari Arabia Selatan, atau Styrax officinalis, ditemui di bukit-bukit Palestina. Commiphora gileadensis juga disebut opobalsamum. Tingginya maksimal 6 m, beranting banyak dan berdaun kecil. Styrax of cinalis atau storax adalah pohon kecil berbunga putih. Damar diperoleh dengan cara memotong ranting. Pernah diusulkan Liquidambar orientate, tapi pohon ini kurang mungkin karena tumbuh di Siprus, Rodes dan Turki.
Gaharu (Ibrani 'ahalim, halos). Mungkin Aquilaria agallochum, kini terdapat di Bengal Timur, Malaysia dan Tiongkok. Bil 24:6 memberi kesan pohon gaharu tumbuh di lembah Yordan, tapi tidak usah menganggap bahwa Bileam pernah melihat pohon yg disebutnya. Dari pohon ini diperoleh rempah-rempah untuk mengharumkan pakaian dan tempat tidur. Yoh 19:39 mengacu pada tumbuhan lain, Aloe barbadense, tumbuh di Yaman dan tempat lain. Daunnya lebat dan berbentuk seperti pedang, airnya pahit rasanya, dipakai untuk membalsam mayat.
Inggu (Yunani peganon, Luk 11:42). Tingginya 80 cm, daunnya hijau kelabu dengan bau busuk, berbunga tiap tahun. Inggu Ruta chalepensis tumbuh di tanah yg berbatu-batu di Palestina. Ruta graveolens berasal dari Eropa Selatan, diketahui sejak zaman purba. Inggu dinilai tinggi sebagai obat pembasmi kuman dan penangkal infeksi, dipakai juga sebagai bumbu makanan.
Jintan hitam dan jintan putih. Jintan hitam, Ibrani getsakh, adalah Nigella sativa, bunganya biru-hijau, bijinya hitam. Buah jintan dipukul-pukul dengan galah atau tongkat (Yes 28:27) sedemikian rupa, sehingga bijinya yg mengandung minyak dan berbau harum tidak rusak. Biji itu digunakan oleh orang Yunani dan Romawi untuk membumbui makanan termasuk roti. Jintan putih, Ibrani kammon, Yunani kyminon, adalah Cuminum cyminum di Asia Barat. Dipakai seperti jintan hitam dan juga sebagai obat. Kristus mengkritik orang Farisi karena menerapkan persepuluhan atas tanaman kecil seperti jintan, tapi mengabaikan hal-hal besar.
Kayu manis (Ibrani ginnamon, Yunani kinnamomon). Secara tradisional dianggap Cinnamomum zeylanicum, tanaman dari jenis laurel tumbuh di Sri Lanka dan pulau Jawa. Tapi mungkin kayu manis dan kayu teja diperoleh dari pohon yg tak dikenal, yg tumbuh di Israel di daerah Sinai. Dipakai untuk membuat minyak urapan kudus (Kel 30:23), dan untuk mengharumkan tempat-tempat tidur (Ams 7:17). Pada zaman Salomo kayu manis dinilai tinggi (Kid 4:14), dan terdaftar di antara barang dagangan berharga dari 'Babel Raya' (Why 18:13).
Kayu teja (gidda, Kel 30:24; Yeh 27:19; qets'ot, Mzm 45:8). Kedua kata ini disamakan dalam Pesyita dan Targum, menurut tradisi mengacu pada kulit Cinnamomum cassia. Tapi pohon itu berasal dari Asia Timur, karena itu kurang meyakinkan digunakan untuk membuat minyak urapan kudus (Kel 30:24). Istilah giddy mungkin dipakai bukan hanya bagi cassia saja, tapi juga bagi kayu lain yg sejenis yg mudah diperoleh. Kayu teja dan kayu manis dipakai dalam pemakaman Romawi. Pada zaman Romawi jalur perdagangan ke Timur sudah terbuka, rempah-rempah yg diperdagangkan sama dengan rempah-rempah modern.
Ketumbar (Ibrani gad, Kel 16:31; Bil 11:7). Tumbuhan asli daerah Laut Tengah (Coriandrum sativum), dimanfaatkan sejak thn 1550 sM bagi keperluan dapur dan obat. Bijinya berbau harum, berwarna kuning abu-abu, dan besarnya 4 mm. Orang Israel membandingkannya dengan *MANNA.
Kunyit (Ibrani karkom, LXX krokos; Kid 4:14). Bahan mahal dibuat dari bunga Crocus sativus, asli di Yunani dan Asia Kecil. Putik-putik tanaman ini dikumpulkan, dikeringkan dan dibungkus menjadi kue-kue kecil. pada zaman kuno kunyit dipakai untuk celupan dan pewarna makanan. juga dipakai sebagai bahan terapi, perangsang haid dan pelawan kejang. Orang Mesir kuno menanam tanaman lain, Carthamus tinctorius yg menghasilkan celupan seperti kunyit, untuk mewarnai pakaian mumi.
Mur (Akad murru; Ibrani mor), getah dari torehan batang dan cabang suatu pohon yg rendah yg disebut Commiphora myrrha (dulu Balsamodendron myrrha) atau Commiphora kataf. Kedua tumbuhan itu asli Arabia Selatan dan bagian Afrika yg berdekatan. Getah menetes dari pohon dan menjadi kental berwarna kuning coklat dan berminyak. Mur digunakan untuk membuat minyak urapan kudus (Kel 30:23-33), dinilai tinggi karena harum (Mzm 45:9; Ams 7:17; Kid 3:6; 4:14; 5:5, 13), dipakai untuk wangi-wangian. perempuan (Est 2:12) dan kosmetik. *CANTIK, KOSMETIK. Mur dipersembahkan kepada bagi Yesus oleh orang majus (Mat 2:11), dicampurkan pada minuman yg disodorkan kepada-Nya untuk mengurangi sengsara dan kesadisan penyaliban (Mrk 15:23), dan digunakan waktu penguburanNya (Yoh 19:39).
Mur dalam Yeh 37:17 adalah terjemahan berdasarkan perubahan pada naskah Ibrani, karena aslinya pannag tidak diketahui artinya.
Narwastu (Ibrani nerd, Yunani nardos). Minyak harum (Kid 1:12; 4:13) mungkin sama dengan lardu yg disebut dalam inskripsi Asyur Babel, diperoleh dari rumput Cymbopogon schoenanthus, umumnya terdapat di padang gurun Arabia dan Afrika Utara. Dalam Mrk 14:3; Yoh 12:3 narwastu disebut pittikes, mungkin berarti 'sejati', diperoleh dari Nardostachys jatamansi, tumbuhan asli India Utara (pegunungan Himalaya) yg masih dipakai di situ untuk meminyaki rambut.
Pacar, bunga pacar (Yunani Lawsonia inermis, Ibrani kofer, Kid 1:14; 4:13), semak asli India Utara, berkembang pada musim panas seperti di Ein Gedi, ladang anggur Salomo. Bunganya berwarna putih dan harum, daunnya dihaluskan menjadi perekat dan dipakai sebagai alat kecantikan menguningkan kulit, merias telapak, janggut lelaki, ekor dan bulu tengkuk kuda. Perempuan berhias demikian jika menjadi tawanan Ibrani dituntut meniadakan segala bekas celupan itu (Ul 21:11, 12). Warna jingga tua atau kuning tua agaknya berhubungan dengan penyembahan berhala.
Rasamala (Ibrani khelbena; etimologi tidak jelas). Rempah-rempah berbau keras, dipakai untuk membuat minyak ukupan suci (Kel 30:34), umumnya dianggap getah tumbuhan yg bunganya berbentuk payung (Ferula galbaniflua dan Ferula rubricaulis) dari Persia (Iran).
Selasih (Yunani hedyosomon, Mat 23:23; Luk 11:42). Dari banyak macam selasih yg terdapat di Palestina, selasih kuda (Mentha longifolia) lebih mungkin dipakai. Tumbuhan ini 40 cm tingginya, bunganya melingkar berwarna lembayung muda. Minyak selasih dipakai untuk membumbui makanan, tapi PB hanya menyebut sifat Farisi, yg membayar persepuluhan dari tumbuh-tumbuhan paling umum.
KEPUSTAKAAN. H. N dan A. L Moldenke, Plants of the Bible, 1952. FNH/MHS/MBD/HAO

