Daftar Isi
HAAG: Perjamuan Malam

Perjamuan Malam

Perjamuan Malam [haag]

Perjamuan Malam.

Biasanya dipakai untuk menyebutkan perjamuan perpisahan, yang dirayakan Yesus bersama para muridNya pada petang hari sebelum Ia ditangkap dan menderita sengsara Mark 14:17-26; Mat 26:20-30; Luk 22:14-20; 1Kor 11:23-25). Dari Alkitab tidak kelihatan jelas, apakah PM itu sekaligus merupakan --> Perjamuan Paska Yahudi, atau sebuah perjamuan perjamuan perpisahan meriah. Di kemudian hari perjamuan itu dilukiskan sebagai Perjamuan Paska yang berdasar pada alasan theologis dan alasan kebaktian. Menurut Mark, Mat, Luk Yesus merayakan ~PM pada petang hari waktu orang-orang Yahudi makan Paska. Sedangkan menurut Yoh (Yoh 13:1) ~PM itu dilakukan sebelum pesta Paska. Hampir tidak ada kemungkinan sama sekali, bahwa Yesus mengikuti kalender Persekutuan --> Kumran dalam merayakan PM sebagai Perjamuan Paska, sebab dalam tindakan lainnya tidak ditemukan adanya bukti-bukti pendekatan dengan persekutuan itu. Sifat lahiriah ~PM itu tidak jelas. Hal itu tidak menyangkut nilai hakikinya, sebab arti daripada kata-kata Yesus itu tidak berkaitan dengan kekhususan Perjamuan Paska Yahudi, melainkan dengan roti dan anggur, yang harus ada pada setiap Perjamuan (pesta). Pembagian roti (dan anggur) yang diberkati dalam perjamuan itu mengandung arti akan adanya penyaluran berkat yang diucapkan. Pembagian roti (yang dipecah-pecah) dan pembagian anggur adalah sebuah tindakan kenabian yang menjadi tanda (bdk. 1Raj 11:29 dst.). Di dalam tindakan itu isi kata yang diucapkan dipandang sebagai sudah terjadi. Jadi, Yesus membuat para muridnya ikut ambil bagian dalam kematianNya oleh pembagian roti dan anggur. Justru di situlah mereka mengalami dan menerima rakhmat Allah. Dengan demikian Yesus melibatkan para murid dalam kedatangan Kerajaan Allah (Mark 14:25). Atas dasar itu Gereja Kristen Purba tidak hanya memandang Perjamuan Ekaristi, yaitu "Perjamuan Tuhan" (1Kor 11:20), sebagai pembaharuan Perjamuan Paska Yesus, melainkan sebagai kelanjutan daripada pergandaan Perjamuan Yesus dengan para muridnya. Demikianlah penghayatan Gereja Purba (Kis 2:42,26; 27:7,11). Kata-kata penentuan yang diucapkan dalam Perjamuan Ekaristi mendapat makna maupun bentuk dari arti kematian Yesus. Perlu diperhatikan pula, bahwa "Tubuh" dan "Darah" bukan membentuk sepasang kata yang biasa (untuk itu tertera "Daging dan "Darah": Mat 16:1; Ibr 2:14). Kedua kata itu menurut aselinya tidak berhubungan satu sama lain, tetapi masing-masing kata membentuk sebuah kesatuan yang menyeluruh, di mana kata pada roti dan pada piala dipisahkan satu sama lain oleh seluruh perjamuan itu (1Kor 11:25; Luk 22:20). Kata "Tubuh" di sini tidak berarti "Daging" melainkan Pribadi itu sendiri, sang "Aku". Perumusan yang berbeda mengenai kata-kata ekaristi itu selalu mencerminkan naskah liturgi seperti yang telah dikenal oleh penulis dalam jemaatnya sendiri. 1Kor 11:23-25 adalah ungkapan tertulis yang tertua. Mat 26:26-29 dan Luk 22:19 dan seterusnya merupakan sebuah rumusan yang lebih luas daripada Mark 14:22-24; Luk 22:19 dan seterusnya merupakan hasil daripada Mark 14:22-24 beserta 1Kor 11:23-25 yang saling pengaruh-mempengaruhi. Naskah kata-kata ekaristi yang kita kenal itu ditentukan oleh tiga buah gagasan:

1. "Ini adalah tubuhKu. Ini adalah darahKu (yang dicurahkan) untuk banyak orang": Di mana orang berbicara tentang darah (yang dicurahkan), disitu dipikirkan adanya sebuah kematian dengan kekerasan (Bdk. Kej 9:5; Yer 51:35) Kematian (dengan kekerasan) yang diterima secara bebas itu, dalam pengertian Yahudi memiliki daya silih (Bdk. Yes 53:11-12). Oleh karena itu kata-kata yang tertuju pada roti dan anggur mau mengatakan: Kematian Yesus dengan kekerasan sekaligus merupakan penyerahanNya kepada Allah yang mempunyai daya pengganti dan daya silih. Kini para murid ikut ambil bagian dalam penyerahan itu.

2. "Ini adalah Darah PerjanjianKu": Isr. mengharapkan (sejak Yer 31:31 dan seterusnya) sebuah perjanjian yang baru. Perjanjian ini dimulai dengan Yesus, sehingga timbul pikiran: Sebagaimana Perjanjian Lama di Sinai disyahkan oleh darah binatang kurban (Lihat Kel 24:5-8), demikian pula pengukuhan Perjanjian Baru disyahkan oleh Darah Yesus. Namun perlu diperhatikan, bahwa --> Perjamuan untuk Isr. merupakan sebuah tata-keselamatan (--> Dekalog) yang dijamin dan didirikan oleh Tuhan. Di dalam tata-keselamatan ini orang-orang bisa membina hidupnya, dengan dibantu dan sesuai dengan petunjuk Allah. Oleh sebab itu perumusan ekaristi ini bermaksud menyatakan: Perjanjian adalah tata-keselamatan baru, yang di dasarkan pada kematian Yesus, yaitu: Pada penyerahan hidupNya. Orang beriman yang menerima komuni memasuki alam tata-keselamatan baru tersebut (Luk 22:24-27).

3. "Ini adalah darah perjanjianKu, yang diucapkan bagi orang banyak, demi pengampunan dosa": Isr. telah mengalami di dalam sejarahnya, betapa manusia selalu jatuh kembali dalam kesalahan, meski sudah diberikan aturan oleh Tuhan. Maka, di dalam Perjanjian Baru diharapkan pula adanya pengampunan dosa dari Tuhan (Bdk. Yer 31:31-32). Hal ini dikerjakan oleh penyerahan hidup Yesus. Jadi, orang yang percaya setiap kali menerima pengampunan eskatologis dari Allah di dalam perjamuan Yesus. Injil Yohanes tidak mengenal ~PM dalam artian Mark, Mat, Luk. Hal itu mungkin sekali berdasar latar-belakang, bahwa Yohanes sengaja menghindari semua hal, yang dapat membuat Perjamuan terakhir Yesus nampak sebagai sebuah Perjamuan Paska. Sebab ia sendiri, demikian pula Paulus (1Kor 5:7), melihat, bahwa tipologi Paska sudah terpenuhi dalam Diri Yesus: Yesus adalah "Anak Domba Allah, yang menghapus dosa-dosa dunia; (1Kor 1:29). Bahwa tak ada sebatang tulangpun terpatahkan pada Dia yang disalibkan, merupakan pemenuhan kata-kata Kitab Suci, yang melarang untuk mematahkan sebatang tulangpun daripada Anak Domba Paska (1Kor 19:36; Bdk. Kel 12:46). Oleh sebab itu Yoh telah berbicara tentang masalah ekaristi pada Yoh 6:51-58. Adapun upacara pembasuhan kaki yang mengganti ~PM (Yoh 13:2-20) dipandang oleh Yohanes sebagai tanda pentingnya penyerahan Yesus dalam kematian penyelamatan pada Salib.




TIP #35: Beritahu teman untuk menjadi rekan pelayanan dengan gunakan Alkitab SABDA™ di situs Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA