Perceraian
Cerai, Perceraian [kecil]
KS.- [PL] Im 21:7; Bil 30:9; Ul 24:1-4; Yes 50:1; Mal 2:16
[PB] Mat 5:31-32; 19:3-9; Mr 10:2-12; Luk 16:18; 1Kor 7:10-16
CERAI, PERCERAIAN [ensiklopedia]
Lihat NIKAH, PERNIKAHAN.
PERCERAIAN [browning]
Pemisahan pasangan perkawinan secara resmi. Dalam PL perkawinan tidak dianggap sebagai hubungan, yang pada hakikatnya tidak dapat diputuskan (seperti hubungan kakak -- adik); perceraian dan pernikahan kembali diperkenankan oleh hukum Musa -- meskipun syarat-syaratnya dibebankan kepada pihak pria (Ul. 24:1 dst.). Pada era pasca-pembuangan *Ezra memerintahkan para suami Yahudi untuk menceraikan istri-istri *asing mereka (Ezr. 10:11). Meskipun 'acara perceraian' agaknya harus dilakukan di depan seorang pejabat, namun rupanya ada juga kemungkinan benar-benar menjadi acara pribadi; itulah yang dipikirkan *Yusuf ketika ternyata tunangannya telah hamil (Mat. 1:19).Dasar-dasar perceraian dalam zaman PB dipahami secara ketat oleh para rabi di sekolah *Shammai dan secara liberal oleh para pengikut *Hillel, seorang ahli *Taurat terkenal yang lain. Pandangan liberal menerima perceraian untuk pelanggaran-pelanggaran yang terhitung remeh dari pihak istri, sedangkan Shammai membatasinya dengan kasus-kasus *perzinahan yang telah terbukti. Yesus terpanggil untuk berbicara ketika Ia berada dalam kontroversi ini, dan tampaknya Ia berpihak kepada Shammai, namun disertai ketentuan penting dengan kekecualian tertentu (Mat. 19:9). Ia menempatkan kembali masalah ini pada prinsip utamanya -- maksud Allah dalam *penciptaan (Kej. 2:24). Di Korintus (1Kor. 7:12 dst.) Paulus menasihatkan bahwa perceraian dan pernikahan kembali diperkenankan bagi seorang *Kristen, apabila pasangan yang memprakarsai perceraian itu bukanlah orang beriman.

