PERZINAHAN
PERZINAHAN [browning]
1) Bermacam-macam bentuk hubungan seksual yang tidak menurut aturan tercakup dalam kata ini, namun PL memandang ringan sebagian besar daripadanya. *Rahab, perempuan *sundal itu, jauh dari stigmatisasi (Yos. 2). Ia ada dalam *silsilah Yesus (Mat. 1:5). Namun, Im. 18 memperlihatkan sikap yang lebih keras. Nasihat untuk orang-orang muda setelah *pembuangan adalah supaya mereka menjauhi hubungan yang melanggar aturan (Ams. 7:5-27). Perzinahan yang berhubungan dengan pelacuran religius atau upacara penyembahan berhala, sama sekali ditentang (Im. 21:7, 9).
Dalam PB penggunaan kata perzinahan secara metaforis merupakan hal yang lazim (mis. Mat. 12:39), demikian pula penggunaan secara harfiah (1Kor. 6:18). Perzinahan dikutuk sebagai hal yang tidak sesuai dengan kedaulatan Allah, yang bermaksud mengembalikan semua manusia ke dalam kesetiaan kepada-Nya secara utuh. Walaupun demikian, Yesus mengajarkan bahwa dalam *Kerajaan Allah orang-orang buangan dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului mereka yang merasa benar sendiri (Mat. 21:31-32).
2) Hukum Ketujuh (atau Keenam menurut hitungan Yahudi, yang diikuti oleh Kitab Suci Katolik) [Kel. 20:14) melarang perzinahan, dan hukuman yang diperintahkan adalah kematian (Ul. 22:22). Yang dimaksud bukanlah hubungan seks di luar nikah, melainkan hubungan seks yang dilakukan oleh seorang pria dengan seorang wanita yang telah menikah, yang dianggap sebagai harta milik pria yang lain. Jika itu terjadi pada seorang gadis yang telah bertunangan, maka ia bersama pria pasangannya harus dirajam (Ul. 22:23); namun, jika gadis tersebut diperkosa, maka hanya si prialah yang dibunuh (Ul. 22:25). Apakah hukuman yang kejam ini pernah dilaksanakan tidaklah pasti. Bagaimanapun, Raja *Daud hanya menerima celaan *nabi (2Sam. 11:4; 12:9). Episode yang tercatat dalam beberapa manuskrip Yoh. 8:1-11 memuat ujian sekelompok *ahli Taurat dan orang orang *Farisi atas sikap Yesus terhadap *Taurat, apakah Ia setuju dengan penerapan Taurat secara keras terhadap perzinahan yang telah terbukti? Cerita itu mungkin tergabung secara kebetulan ke dalam manuskrip-manuskrip Yohanes dari beberapa karya yang tidak kanonik. Meskipun kemungkinan bukan kenangan asli, cerita itu memiliki autentisitas ajaran Yesus yang berkasihan dan berkehendak agar memulai kehidupan baru (bnd. Luk. 13:1-5). Dalam *Khotbah di Bukit, larangan PL itu ditarik ke dalam sikap-sikap mental (Mat. 5:28). Paulus mengulangi hukum-hukum PL (Rm. 13:9), dan di bagian lain (mis. Gal. 5:19) hal tersebut mungkin terangkum dalam apa yang ia sebut sebagai 'perbuatan-perbuatan *kedagingan'.

