Daftar Isi
HAAG: Sumer, Orang

Orang Sumer

Sumer, Orang [haag]

Sumer, Orang Sumer.

  1. (I). PENGERTIAN. ~S adalah sebuah nama yang hanya ditemukan dalam naskah-naskah Semit untuk menyebutkan bagian selatan Mesopotamia (: persamaan kata Sumer: ki-egi (r) = "tanah yang luhur"). Titik pusat politis dan kebudayaannya semula adalah kota Eridu. Di kemudian harinya menjadi ---> Uruk. Pusat di bagian utara adalah Kis (bahasa Sumer: ki-uri, Akad) dan di waktu berikutnya ---> Akad. Meskipun pengaruh-pengaruh Semit bisa bekerja dengan lebih kuat di daerah utara, namun seluruh daerah terjangkau oleh pengaruh ~S. Sebaliknya pertentangan Kis/ Uruk sangatlah penting bagi rekonstruksi sejarah Mesopotamia kuno. Sama sekali tidak dapat dipastikan dari jenis keturunan manakah orang-orang ~S itu dikelompokkan secara etnologis dan dari mana asal kedatangan mereka. Gamb. 4.
  2. (II). SEJARAH. Sumber-sumber untuk sejarah kuno dari daerah itu hampir melulu bersifat arkeologis. Oleh karena itu sampai sekitar tahun 2700 sebelum Mas. tidak mungkin ada kronologi yang muntlak pasti. Pada zaman Kalkolitikum daerah selatan Mesopotamia sudah dihuni manusia. Kebudayaan tertua di daerah itu ditandai keramik hadsyi-muhamed (: sebuah keramik berwarna-warni yang sebagian besar dihias secara geometris). Periode itu diikuti periode el-obed (sekitar 4500 sebelum Mas.; keramik dengan satu warna), yang disusul oleh periode-Uruk (: lapisan Uruk VI-IV) titik puncak satu-satunya dari kebudayaan ~S awal. Adapun bukti-bukti dari zaman itu adalah kenisah-kenisah dan bangunan besar di Uruk dan ---> tulisan paku yang kini telah ditemukan orang. Kemudian periode itu di susul oleh periode dsyemdetnasr (Uruk III) yang membentuk sebuah kontinuitas dengan zaman sebelumnya dalam bidang tulisan dan seni bangunan, meskipun masih dipertentangkan, apakah perbalikan dalam lukisan-lukisan (abstrak geometris-naturalistis) merupakan sebuah penampilan kelanjutan.Pada periode Mesilim ( sekitar 2700 sebelum Mas.) barulah zaman sejarah dimulai, karena pada saat itu orang mempunyai tulisan mengenai rajanya. Pelan-pelan datanglah kehancuran di daerah bagian selatan. Sebaliknya di bagian utara elemen Semit bertambah kuat. Pada zaman itu dibuatlah inskripsi-inskripsi yang disebut "inskripsi pada zaman sebelum Sargon" (: Mari, daerah Diyala). Lagasy sebuah kota propinsi yang kecil berhasil memperoleh kekuasaan yang besar. Daerah sebelah selatan akhirnya terkalahkan, waktu kekuatan hidupnya sudah terlalu lemah untuk menghadapi bangsa Akad di bawah Sargon. Kemudian menyusullah kekuasaan paksa yang dilaksanakan secara barbar oleh bangsa Guti. Dinasti ---> Ur yang ketiga melancarkan sebuah kebangkitan kembali ~S. Dengan infiltrasi orang-orang ---> Amori jatuhlah daerah itu menjadi negara-negara kecil. Dua buah dinasti Semit dari Isin dan Larsa berjasa mewariskan sebagian dari bahasa maupun kebudayaan ~S pada dunia berikutnya.
  3. (III). AGAMA. Pikiran keagamaan bangsa ~S dikuasai oleh pengertian ME, sebuah kekuatan di atas indera, yang oleh dewa-dewa yang "besar" ditambahkan atau ditiadakan dari benda-benda ("Ada" dalam arti" mempunyai kekuatan"). Di musim dingin benda-benda itu kehilangan kekuatannya. Di dalam pesta tahun baru rajamerayakan perkawinan suci dengan seorang imam puteri. Hidup datang kembali. Barangkali magi memegang peranan besar di dalam agama ~S. Pantheon ~S berhubungan erat dengan pandangan kosmogoni bangsa ~S. Pantheon itu terjadi dari gejala-gejala alam yang di-ilahi-kan. Pengertian Allah yang menjadi dasar pikiran mereka (dari zaman prasejarah) adalah monistis. Di dalam Pantheon, yang ditemukan pada zaman sejarah, para dewa bertindak secara antropomorf. Bukan mereka, melainkan prinsip-prinsip dasar sajalah yang abadi. Arsitektur kenisah juga direncankan menurut keadaan purba dunia. Susunan keseluruhan negara ~S adalah sebuah amphiktyoni sakral. Negara-negara kota itu disusun secara hirarkis satu di bawah yang lain seperti allah-allah di Pantheon. Tatkala raja sendiri dapat dinyatakan dewa, barulah Sargon dari Akad berhasil membentuk sebuah kerajaan kesatuan politis. Sebagian besar naskah sastra bangsa ~S berpusat pada " perkawinan suci" yang melambangkan sebuah peristiwa dari zaman purba (pembuahan bumi oleh surga) dan dilaksanakan dengan perayaan besar pada tahun baru dengan permainan ibadat dan perjamuan-perjamuan. Meskipun dew bangsa ~S menjelma pada kesediaan kekuatan-kekuatan alam dengan cara yang tidak dapat dihindari meskipun tidak ada tempat khusus untuk memujanya dengan iringan kasih atau mistik, namun sudah dibuktikan dengan berbagai-macam cara, bahwa setiap pribadi orang ~S mempunyai lagi seorang allah "pribadi" itu. (: dapat dibandingkan dengan "malaekat pelindung" yang kebanyakkan tidak dimasukkan ke dalam Pantheon "theologis" itu). Setiap orang ~S memanjatkan doanya secara mesra pada allah "pribadi" itu. Keseluruhan hidup disusun atas aturan ibadat itu, sehingga sebuah pelanggaran yang disengaja maupun tidak disengaja terhadap pengaturan tadi dipandang sebagai dosa besar.Pandangan hidup ~S memainkan pengaruh besar terhadap dunia sekitarnya. Elemen-elemen ~S yang digunakan pada bab-bab pertama dalam Kitab Kejadian begitu jauh dikeluarkan dari hubungan aslinya, dan begitu bebas pemakaiannya, sehingga orang --- sesuai pandangan dunia dan pandangan hidup Alkitab yang begitu berbeda --- bisa mengatakan tentang adanya sebuah "demitologisasi" dari filsafat dunia ~S.
  4. (IV). BAHASA DAN SASTRA. Bahasa ~S itu bukan bahasa Semit, tetapi termasuk pada kelompok bahasa yang dipadukan, seperti misalnya: bahasa Turki. Sementara ini Sumerologi sedang diusahakan membentuk sebuah ilmu pengetahuan tersendiri. Hal itu terutama berlaku bagi penyelidikan sejarah sastra ~S. Sastra ini kaya sekali akan bentuk dan isinya. Ternyata terbukti pula, bahwa sastra ~S adalah guru dari seluruh Timur Tengah purba. Kebanyakan bahan-bahan mereka masih menunggu penjelasan akan artinya atau masih berada dalam keadaan belum diumumkan di dalam musea.



TIP #09: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab dan catatan hanya seukuran layar atau memanjang. [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA