Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: NEBAYOT, ORANG

NEBAYOT, ORANG

Peta Google: Nebayot (30° 19´, 35° 27´);
OpenBible: (Flickr/Panoramio) Nebayot

NEBAYOT, ORANG [ensiklopedia]

Nebayot, putra Ismael dan ipar dari Edom (Kej 25:13; 28:9). Nampaknya ia harus dianggap nenek moyang kaum Nebayot, dan mungkin juga sama dengan Nabaiate yg tertera dalam prasasti-prasasti Asyurbanipal dari Asyur (kr 650 sM, ANET, hlm 298-299). Perbedaan ejaan antara kedua nama ini (dgn taw) dan aslinya nbtw (dgn teth) menghindarkan kesamaan yg pasti. Diodorus Siculus (kr 50 sM) memperkenalkan kaum Nebayot dalam sejarah, tercatat dalam laporannya mengenai akhir kekaisaran Persia dan karir Iskandar Agung. Mengutip sumber terdahulu, dia menggambarkan mereka sebagai satu suku Arab pengembara, yg tidak mendirikan rumah ataupun mengolah tanah. Daerah mereka, wilayah bagian selatan dan timur S Yordan, mengapit jalur perdagangan dari timur ke Laut Tengah, dan ibukotanya, Petra, 80 km di selatan Laut Mati, merupakan pangkalan dari mana kafilah-kafilah dapat diserang.

Antigonus, penguasa Siria sesudah kematian Iskandar, mengirim dua ekspedisi ke Petra untuk menaklukkan kaum Nebayot dan menguasai perdagangan (312 sM). Kedua ekspedisi itu gagal. Hal ini membuktikan bahwa pada masa itu Petra setidak-tidaknya merupakan benteng yg kokoh; dan pecahan benda-benda kerajinan tangan Yunani bertarikh kr 300 sM yg ditemukan di sana memberi kesan adanya perkampungan menetap.

Hubungan dengan masyarakat menetap Palestina selama abad 2 dan 3 sM menghasilkan perkembangan desa-desa dan kota-kota kaum Nebayot dan pengolahan daerah-daerah gurun pasir yg dahulunya tandus. Ini ditunjang oleh rentetan benteng yg diorganisir rapi, yg mengawal perbatasan dari serangan perampok-perampok Arab. Juga ditunjang oleh keterampilan para teknisi Nebayot membangun sistem pengairan untuk menghemat curahan hujan yg hanya sedikit saja. Banyak bendungan dan waduk mereka masih dapat dipakai. Petra dikelilingi oleh karang-karang terjal yg tinggi, dibelah oleh jurang jurang sempit, merupakan pertahanan yg hampir mustahil dikalahkan.

Waktu penguasa Nebayot muncul (di antara raja terdahulu yg dikenal adalah Aretas I, kr 170 sM, 2 Makabe 5:8) dan mampu melindungi kafilah-kafilah, pedagang-pedagang Nebayot menguasai perdagangan dari Arab Selatan dan Teluk Persia ke Petra, kemudian meneruskannya ke pantai, terutama ke Gaza. Meningkatnya permintaan dari dunia Romawi akan rempah-rempah, sutra dan barang-barang mewah lainnya dari India dan Tiongkok, secara luar biasa menaikkan pendapatan suatu rezim penguasa yg memungut pajak atas segala komoditas yg melewati daerahnya. Beralihnya jalur perdagangan ke Laut Merah Mesir sesudah kegagalan Agustus menundukkan Arabia (25 sM), merupakan unsur penting yg mengakibatkan merosotnya kemakmuran kaum Nebayot.

\\==> Image 00202\\

Data-data asli (uang logam dan prasasti-prasasti sebagai catatan peringatan) ditulis dalam bh Aram, dengan aksara tegak berbentuk 'catur sisi dan ruas' yg sama (*TULIS MENULIS). Papirus dari padang pasir Yudea dan tembikar dari Petra memperagakan pola miring tulisan ini, yg merupakan muasal aksara Arab. Pemakaian bh Aram menunjukkan sudah diterimanya kebudayaan bangsa-bangsa menetap yg terdekat. Hal ini dibuktikan oleh benda-benda pahatan Nebayot yg memuat ciri-ciri yg sama dengan karya Siria, juga barang-barang perhiasan Islam permulaan. Ini dapat juga dilihat dalam penerimaan dewa-dewa Siria, Hadad dan Atargatis (Astarte) dalam agama kaum Nebayot. Keduanya nampaknya dapat disamakan dengan Dushara dan pasangannya (istri/suami) Allat, dewa-dewa nasional. Banyak tempat kudus terbuka (mis tempat tinggi di Petra) dan kuil-kuil (mis Khirbet et-Tannur) ditemukan di puncak-puncak gunung terpencil. Dewa-dewa yg disembah khususnya dihubungkan dengan cuaca dan kesuburan. Para pengrajin tembikar kaum Nebayot mengembangkan karya mereka, mengungguli barang kerajinan Palestina.

Sejarah kaum Nebayot, yg disusun ulang dengan tambahan data-data sekedarnya oleh penulis Yahudi dan Yunani, kebanyakannya mengandung pergumulan memperoleh pengawasan atas Negeb di selatan dan Damsyik di utara. Aretas III (kr 70 sM) dan Aretas IV (kr 9 sM 40 M) berhasil menguasai kedua daerah ini untuk beberapa tahun, dan dengan demikian mengendalikan seluruh kegiatan dagang wilayah Timur-Barat. Seorang perwira (Yunani ethnarches') bawahan Aretas IV berusaha menangkap Paulus di Damsyik (2 Kor 11:32). Malikhus III dan Rabbel II, dua raja terakhir Nebayot, memindahkan ibukota dari Petra ke Bosra, 112 km di timur Galilea. Kota ini menjadi ibukota propinsi Romawi Arabia, setelah penaklukan Trayanus thn 106 M.

Petra menikmati kemakmuran yg tinggi selama abad 2 M. Pada masa itu banyak gedung dibangun dengan melubangi batu karang menjadi penampang depannya. Berkembangnya Palmira mengalihkan perdagangan yg dulunya membanjiri Petra dari timur, dan lambat laun membuat Petra merosot. Orang Nebayot terserap dalam masyarakat sekitar biarpun aksaranya terus dipakai sampai abad keempat.

KEPUSTAKAAN. J Starcky. 'The Nabataeans: A Historical Sketch', BA 18, 1955, hlm 84-106; G. L Harding, The Antiquities of Jordan, 1959; N Glueck, Deities and Dolphins, 1966; Y Meshorer, Nabataean Coins, 1975; S Moscati, The Semites in Ancient History, 1959, hlm 117-119. ARM/AL/HAO




TIP #09: Klik ikon untuk merubah tampilan teks alkitab dan catatan hanya seukuran layar atau memanjang. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA