Daftar Isi
BROWNING: NASKAH ALKITAB

NASKAH ALKITAB

NASKAH ALKITAB [browning]

Tujuan dari *kritik teks adalah mengupayakan sedapat-dapatnya mengangkat kata-kata asli dari kitab-kitab Alkitab, sebagaimana dituliskan oleh penulisnya semula. Suatu usaha besar yang luar biasa. Tidak ada lagi tulisan asli dari par penulis semula. Yang ada adalah sejumlah besar salinan dari tulisan asli itu oleh para *jurutulis; kemudian terjemahan-terjemahannya ke dalam bahasa-bahasa kuno; ada lagi kutipan-kutipan daripadanya dalam tulisan-tulisan Bapa-bapa Gereja, yang dapat digunakan sebagai perbandingan naskah-naskah Alkitab itu (MSS). Memang sangat mudah terjadi kekhilafan: satu dua kata dapat dilewatkan atau malah diulangi apabila jurutulis menuliskan berdasarkan apa yang dibacakan (dikte), maka kata-kata yang serupa bunyinya mudah salah didengar. Kadang-kadang seorang jurutulis dapat mengubah berdasarkan pertimbangan ajaran.

1. PL. Naskah dasar dari PL Ibrani adalah naskah yang dihasilkan oleh Masoretes, Sekitar 500-1000 M, yang tidak mempunyai banyak varian. Sebelum waktu ini, tulisan Ibrani hanya dituliskan dengan konsonan saja. Para Masoretes lalu memperkenalkan tanda-tanda vokal untuk pembacaan yang sangat teliti. Pekerjaan mereka dapat diuji dengan bahasa Ibrani dari beberapa tulisan Gulungan Laut Mati, naskah-naskah yang lebih tua dari 1000 tahun dibandingkan dengan naskah Ibrani yang ada. Bahasa Ibrani PL dapat juga diuji dengan terjemahan yang ada, terutama terjemahan Yunani, yaitu *LXX dari abad ke-3 sM yang dibuat untuk digunakan orang-orang Yahudi di *Mesir. Terjemahan Yunani yang lain juga ada dan pada tahun 245 M Origenes menyusun PL (dalam karyanya yang bernama Hexapla) pada enam kolom paralel: Ibrani, transliterasi Yunani, tiga terjemahan Yunani dan terjemahan Origenes sendiri. Terjemahan Yunaninya memuat juga Kitab-kitab *Apokrifa yang Deuterokanonik dan yang tidak terdapat pada PL Ibrani. Versi PL LXX yang digunakan oleh orang Kristen perdana. Suatu terjemahan Latin dari bahasa Ibrani, dibuat oleh Hieronimus dan disebut *Vulgata. PL Ibrani juga diterjemahkan ke dalam bahasa Siria pada awal abad pertama M. Terjemahan ini diterima oleh Gereja Kristen Siria dan disebut *Peshitta (yang juga memuat sebagian besar PB).

2. PB. Ada ribuan naskah Yunani dan naskah lengkap, yang tertua di antaranya adalah dari abad ke-4 dan ke-5 M. Beberapa fagmen dari abad kedua dan ke-3 tertulis atas bahan *papirus; beberapa naskah lagi atas bahan perkamen, semuanya dalam bentuk buku (bah. Latin: codices). Naskah-naskah itu dapat dituliskan dengan huruf kapital (uncial), atau dengan huruf kecil (minuscul). Beberapa diatur sebagai lektionar untuk dipakai dalam kebaktian harian. Kata-katanya tidak memakai tanda-tanda tekanan kata, dan bersambungan, tidak memakai antara, tidak punya pungtuasi, tidak ada pembagian pasal dan ayat. Uncial yang terpenting ialah Codex *Sinaiticus dari abad ke-4, *Codex Vaticanus, dan *Codex Al exandrinus. Codex *Bezae memuat Injil-injil dan Kisah Para Rasul dalam bahasa Yunani dan Latin. Fragmen papirus tertua berisikan Yoh. 18:31-34, 37, 38, ditemukan di Mesir dan dipublikasikan oleh C.H. Roberts, 1935, dan berasal dari sekitar tahun 130 M. Sekarang ada di Manchester.




TIP #27: Arahkan mouse pada tautan ayat untuk menampilkan teks ayat dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA