: A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
Malluch | Malluchi | Maloti | Malta | MALU | MALU, HINA, AIB | Malukh | Mamon | Mamre | Man | Manaen
Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: MALU, HINA, AIB

MALU, HINA, AIB

MALU, HINA, AIB [ensiklopedia]

Dari ketiga kata ini kata 'malu'-lah yg paling banyak -- yakni terjemahan dari paling sedikit 20 kata Ibrani dan Yunani yg berbeda-beda -- muncul dalam Alkitab.

Dua arti utama dapat dibedakan: menerangkan keadaan hati dan menerangkan keadaan badani. Keadaan hati dapat dibagi menjadi tiga golongan besar. Pertama, seseorang menjadi atau mungkin sasaran utama kekejian, pokok olok-olok atau penghinaan. Kedua, seseorang merasa malu atau segan. Ketiga, seseorang merasa diliputi penghormatan atau kedahsyatan. Keadaan badani meliputi sesuatu berkaitan dengan keadaan telanjang, atau kata-kata itu dipakai sebagai kata pelembut untuk alit kelamin.

Pemakaiannya yg paling banyak, mencakup pengertian terkait dengan kekejian, olok-olok dan penghinaan. Kehinaan akan menimpa Israel, jika hukum Taurat Allah diabaikan atau dilupakan (Hos 4:6-7). Allah akan mendatangkan malu kepada musuh-musuh umat-Nya (Mzm 132:18). Malu dan noda adalah akibat dosa, yg akan dihapuskan pada hari kelepasan dan pemulihan (Yes 61:7). Malu, umpat, noda sewaktu-waktu menyengat sebagai hukuman (Mzm 44:8, 10, 16). Sebaliknya, malu kadang-kadang merupakan tindakan preventif yg positif dari kasih karunia Allah (Yeh 43:10). Rasa bingung bisa juga mendampakkan tindakan positif (Hak 3:25). Malu tak wajar karena sesuatu yg sebetulnya tidak memalukan, ump kesetiaan terhadap Kristus, rasa malu demikian harus disingkirkan (Mrk 8:38). Kata-kata itu -- tersipu-sipu, malu, aib -- pernah juga dipakai dalam arti kiasan, seperti Yes 24:23 dan Yud 13.

Pemakaian kata-kata yg diterjemahkan 'rasa malu' tidak begitu penting, karena tidak begitu sering terjadi. Contoh gamblang ialah pernyataan tentang manusia pertama dengan istrinya sebelum jatuh ke dalam dosa (Kej 2:25). Pemakaiannya dengan pengertian kedahsyatan atau penghormatan jarang sekali. Contoh dalam PL, ialah Ezr 9:6; dan dalam PB terdapat amanat rasul Paulus di 1 Tim 2:9, dimana aidos (biasanya dgn 'malu') diterjemahkan 'sopan'. Dalam Ezr 9:6 dipakai akar kata Ibrani biasa bosy, yg muncul kebih 90 kali dalam PL dengan pangkal Qal saja; 1 Tim 2:9 adalah ay satu-satunya dalam PB dengan kata aidos.

Pemakaian kata 'malu' berkaitan dengan jasmani tanpa busana, jarang sekali terdapat dalam Alkitab.

Pengertian Alkitab tentang malu pada dasarnya ialah suasana hati yg merasa cemar karena dosa, dan penyimpangan dari hukum Taurat Allah, yg mengakibatkan celaan dan penolakan baik oleh Allah maupun manusia. Perkembangan pengertian ini luas dalam Kitab Nabi-nabi dan Surat-surat rasul Paulus. Singgungan-singgungan mengenai masalah seks memberi gambaran nyata atau kiasan. Dan tidak menyatakan bahwa hubungan rasa malu dengan tindakan persetubuhan lebih erat, dibandingkan hubungan rasa malu dengan tindakan-tindakan lain, yg jelas menimbulkan rasa malu karena bersifat dosa.

KEPUSTAKAAN. R Bultmann, TDNT i, hlm 189-191; H-G. Link, E Tiedtke, NIDNTT 3, hlm 561-564. PW/MHS/HAO




TIP #02: Coba gunakan wildcards "*" atau "?" untuk hasil pencarian yang leb?h bai*. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA