Lihat definisi kata "Kejadian" dalam Studi Kata
Daftar Isi
HAAG: Kejadian, Kitab
BROWNING: KEJADIAN, KITAB
ENSIKLOPEDIA: KEJADIAN, KITAB

Kejadian

Kejadian, Kitab [haag]

Kitab Kejadian.

Buku-Kitab Pentateukh yang pertama. Sekaligus buku seluruh Alkitab yang pertama.

  1. (1) Isi dan penyusunan. Di dalam Kitab ~K itu (a) isinya menyangkut segi-segi manusiawi yang dilukiskan secara amat umum mengenai asal-mula dan nasib dunia dan- yang disebut sejarah purba (1-11)- tentang Adam (Bapa-asal seluruh umat manusia) sampai dengan Abraham (Bapa bangsa atau moyang Isr.). Kemudian (b) dibicarakan keadaan nasional bangsa Isr. yang ditinjau dari sejarah purbanya:- Sejarah para nenek-moyang (12-50). Dalam kerangka ini dibicarakan pula sejarah asal-mula dan banyak gejaladalam alam maupun dalam kebudayaan serta asal-mula mengenai berbagai-macam kebiasaan religius dan sosial bangsa Isr. Dibicarakan pula asal-mula keadaan politik dan geografi tertentu.
  2. (2) Timbulnya Kitab ~K. Bahan yang diceritakan di situ mengalami perkembangan yang sangat panjang. Susunan redaksi terakhir Kitab ~K baru berhasil pada saat sesudah pembuangan di kalangan imam Yahudi (: Sumber KI atau P). Mereka mengambil dari bahan-bahan tradisi tertulis, yang jauh sebelumnya sudah dijadikan sebuah sintesa. Pada pokoknya sintesa itu merupakan kumpulan-kumpulan bahan tradisi lisan yang sudah mempunyai bentuk tertentu: Berita Sumber Y pada mulanya melukiskan Firdaus. Kemudian melukiskan bagaimana manusia dan dunia tertimpa kutukan oleh dosa, yang mengakibatkan adanya air-bah besar dan kekacauan bahasa. Dengan diberikannya berkat Allah kepada Nuh, Sem, Abraham dan kepada para keturunannya, maka kutukan itu dapat dihindarkan. Tambahan-tambahan tertentu barangkali diambil dari sintesa lain (E) yang berdiri sendiri. Sintesa lewat sumber KI (: P) membuat Kitab itu menjadi sebuah kesatuan utuh. Perincian masing-masing (: penciptaan, sabat, perjanjian sunat) diuraikan lebih jauh oleh P. Kemudian masih ada tradisi deuteronomis (D) yang tidak ditemukan pada Kitab K, meski jelas dirasakan adanya pengaruh-pengaruh kenabian (2-3; 11:1-9).
  3. (3) Jenis sastra dan isi sejarah. Kitab ~K tidak memberikan uraian tentang jalannya peristiwa yang benar-benar terjadi. Kitab ~K itu bukan sumber keterangan ilmu pengetahuan alam dan sejarah, melainkan membawakan keyakinan iman. Kisah yang diceritakan dikembalikan pada penglihatan manusiawi yang spontan, pada ingatan masyarakat umum ataupun masyarakat setempat. Pada umumnya bahan ingatan itu dicampuri warna kisah etiologis dan folkloristis. Meskipun demikian Kitab ~K dalam banyak hal melukiskan gambaran terpercaya mengenai hidup bangsa Isr. Cerita-cerita itu memang nyata mengenai situasi yang aseli dan melukiskan keadaan yang benar.
  4. (4) Theologi Kitab ~K. Berita tentang "bahan-bahan pertama" (: dunia, umat manusia dan Isr.) disebut "protologi". Adapun protologi itu nampaknya hanya melukiskan kejadian zaman kuno. Dalam kenyataannya protologi itu adalah ungkapan iman, bahwa manusia dan Isr. memiliki suatu hari depan. Protologi Kitab Suci adalah sebuah eskatologi. Titik tolaknya adalah keadaan Isr. pada saat itu dan situasi manusia yang riel. Di dalam sejarah manusia selalu ditunjukkan sekaligus kehendak Allah yang sesungguhnya: masalah siapa sebenarnya manusia dan umat Isr. itu dan apa yang mereka tuju, meskipun ada banyak macam rintangan.

KEJADIAN, KITAB [browning]

Kitab pertama dal Alkitab (kata Yunani genesis berarti 'permulaan'), yang menguraikan asal-usul, baik alam semesta, maupun bangsa Israel; bukan yang lahir di luar kehendak mereka sendiri, melainkan dalam maksud kreatif Allah. Dua cerita (Kej. 1 dan 2) mengenai penciptaan dunia bukanlah dalam bahasa ilmu pengetahuan, melainkan bahasa teologi. Manusia ada karena Allah mempunyai maksud tertentu, demikian pula Israel sebagai umat pilihan-Nya. Cerita-cerita dalam Kitab Kejadian diteruskan secara lisan dari generasi ke generasi, dan beberapa di antaranya mengingatkan kita pada *mite bangsa-bangsa Timur Dekat tetangganya, seperti cerita tentang ,air bah (Kej. 6-9). Akhirnya cerita-cerita itu ditulis dan berbagai cerita diolah kembali oleh editor-editor. Banyak karya ilmiah telah berupaya keras menggambarkan sumber yang berbeda-beda, yang secara editorial setelah *pembuangan digabungkan menjadi versi final Kitab Kejadian. Sumber-sumber itu diberi simbol *Y, *E, dan *P dan telah diberi penanggalannya yang mungkin. Meskipun demikian, teori penyusunan ini tidak diterima secara umum. Kini banyak perhatian tertuju pada cerita seperti yang ada pada kita dan sudut teologisnya diperlihatkan oleh karya tersebut secara keseluruhan. Minat untuk memisah-misahkan kitab tersebut ke dalam fragmen-fragmen telah berkurang. Perhatian lebih terpusat pada tema utama kitab; bagaimana kitab tersebut menggambarkan janji Allah dan penggenapannya; meskipun adanya perbedaan *gaya sastra tidak disangkal. Tentu saja sementara orang berharap untuk kembali pada pandangan pra abad ke-19, bahwa seluruh *Pentateukh ditulis oleh Musa dan bahwa Kej. 1-11 dapat dianggap sebagai cerita historis. Pada pihak lain, ada beberapa dukungan bagi kenangan historis autentik dalam Kej. 12-15, yang di dalamnya *bapa-bapa leluhur tampaknya dihiasi dengan sifat-sifat dan aktivitas khas milenium kedua sM.

KEJADIAN, KITAB [ensiklopedia]

I. Garis besar isi

a. Prasejarah: catatan mengenai Penciptaan (Kej 1:1; 2:3)

b. Cerita mengenai manusia (Kej 2:4; 11:26)

Penciptaan dan kejatuhan (Kej 2:4; 3:24); pertambahan manusia (Kej 4:1; 6:8); penghukuman melalui air bah (Kej 6:9; 9:29); terbitnya bangsa-bangsa (Kej 10:1; 11:26).

c. Cerita tentang Abraham (Kej 11:27; 23:20)

Masuknya ke tanah perjanjian (Kej 11:27; 14:24); perjanjian dan janji-janji Allah (Kej 15:1; 18:15); Sodom dan Gomora (Kej 18:16; 19:38); Sara, Ishak, dan Ismael (Kej 20:1; 23:20).

d. Cerita tentang Ishak (Kej 24:1; 26:35)

Perkawinannya dengan Ribka (Kej 24:1-67); kematian ayahnya dan kelahiran anak-anaknya (Kej 25:1-34); pembaharuan perjanjian di Gerar (Kej 26:1-35).

e. Cerita tentang Yakub (Kej 27:1; 36:43)

Memperoleh berkat dengan jalan menipu (Kej 27:1-46); pelariannya ke tanah Haran, dan pembaharuan perjanjian di Betel (Kej 28:1-22); hidupnya dan perkawinannya di Haran (Kej 29:1; 31:16); kembalinya ke tanah perjanjian, dan pembaharuan perjanjian di Betel (Kej 31:17; 35:29); garis keturunan Esau (Kej 36: 1-43).

f. Cerita tentang Yehuda dan cerita tentang Yusuf (Kej 37:1; 50:26)

Yusuf dijual ke Mesir (Kej 37:1-36); Yehuda dan menantunya perempuan (Kej 38:1-30); Yusuf di Mesir(39:1; 45:28): ayah dan saudara-saudara Yusuf di Mesir (Kej 46:1; 47:31); berkat Yakub memberikan hak pertama kepada Efraim dan kepada Yehuda (Kej 48:1; 49:28); kematian Yakub dan Yusuf (Kej 49:29; 50:26).

Pada penutup Kitab Kej bangsa Israel sudah di Mesir. Merekalah keluarga yg terpilih dari umat manusia: kepada mereka Allah akan menunjukkan perbuatan-perbuatan perkasa untuk mencapai penebusan, yg diceritakan dalam Kel. Dari Israel, suku Yehuda menjadi yg terutama (Kej 49:9-12).

Suatu analisis secara teknis dapat juga didasarkan pada kesepuluh pemakaian kata (atau kata-kata searti) 'Inilah keturunan dari...'. Ibrani toledot, berarti 'memperanakkan' atau 'catatan silsilah'. Ungkapan ini dipakai dengan penunjukan kepada langit dan bumi (Kej 2:4); Adam (Kej 5:1); Nuh (Kej 6:9); anak-anak Nuh (Kej 10:1); Sem (Kej 11:10); Tera (Kej 11:27); Ismael (Kej 25:12); Ishak (Kej 25:19); Esau (Kej 36:1); Yakub (Kej 37:2). *TURUN, KETURUNAN.

II. Penulis

Untuk membahas penulis Kitab-kitab Pentateukh, *PENTATEUKH. Mengenai penulis Kitab Kej, tidak kita temui sesuatu dalam kitab itu yg menunjuk kepada siapa penulisnya. Ada dua pemikiran yg secara luas diterima, walaupun pada masing-masing ada variasi (a) Hasil karya Musa, (b) Hasil karya non-Musa.

a. Karya Musa

Pendidikan yg diterima Musa di istana Firaun menyanggupkan dia membaca dan menulis (Kel 24:4; Ul 31:9, dst). Adalah terang ia suka memelihara catatan-catatan yg telah turun kepadanya. Ini berarti bahwa Musa bukan penulis melainkan penerbit atau pengumpul bahan bagi Kitab Kej. Catatan-catatan keluarga telah diteruskan baik dalam bentuk lisan maupun tulisan, dan dikumpulkan oleh Musa, di edit dan diterjemahkan bila perlu. Cerita penciptaan dalam Kej 1 mungkin diterima sebagai wahyu langsung dari Allah, karena adalah jelas bahwa Musa mempunyai pengalaman berhubungan langsung dengan Allah (lih Kel 33:11; Ul 34:10). Sesuai dengan itu, tidak salah kita mencari dokumen-dokumen atau cerita-cerita lisan turun-temurun dalam Kej, dan bila kita menggunakan bh masa kini, dapat dikatakan bahwa Musa adalah pengelola bahan yg terakhir, yg secara setia menulis apa yg telah ia terima dari generasi masa lalu.

Apabila kita mengecualikan sedikit 'catatan tambahan' mengenai waktu-waktu kemudian sampai zaman kerajaan, yg ditambahkan oleh penulis-penulis naskah bagi pembaca zaman mereka untuk menjelaskan bagiannya (yaitu 12:6; 13:7; 14:17 dan bg-bg dari Kej 36:9-43), maka tidak ada sesuatu dalam Kej yg perlu diberi tarikh sesudah Musa. Penafsiran yg sebenarnya dari Kel 6:3 tidak mengesampingkan beberapa pemakaian nama Yahweh dalam Kej; bagaimanapun juga, dapatlah dimengerti bila Musa sering memakai nama perjanjian zamannya sendiri untuk nama 'El Shaddai' (Allah Mahakuasa) dari zaman para leluhur, dengan tujuan memperingatkan para pembacanya bahwa Allah ini adalah sama dengan Allah Sinai.

Untuk bagian ini, lih E. J Young, Introduction to the Old Testament, 1949, hlm 51 dst.

b. Karya non-Musa

Tidak ada suatu teori yg umum diterima. Sejak zaman Jean Astruc, abad 18, para sarjana telah mencari berbagai-bagai 'dokumen' dalam Pentateukh (dan tentu juga dlm Kej). Acuan untuk Kitab Kej adalah Y (yg memakai nama Yahweh bagi Allah), E (yg memakai Elohim bagi Allah), dan P (yg mempunyai perhatian utama akan hal-hal agamawi). Bentuk teori ini zaman dahulu bersifat ekstrim, radikal dan bagian terbesar menyangkal adanya sejarah yg benar terdapat dalam Kej. Lebih-lebih pada akhir-akhir ini ada pendapat mengatakan bahwa dengan proses pengumpulan bahan-bahan dahulu kala, maka dokumen-dokumen itu berkembang sehingga dapat mencapai bentuknya yg sekarang ini; Y kr dari abad 10 atau 9 sM, E tidak lama kemudian dan P di zaman sesudah pembuangan. Ada pemegang teori ini yg menerima bahwa dalam Kej ada sejarah yg benar-benar terjadi.

Terlebih lagi belakangan ini, teori 'dokumenter' telah ditinggalkan oleh para penyangkal akan adanya dokumen-dokumen yg benar. Para sarjana dari sekolah ini berbicara mengenai 'siklus tradisi' yg bertumbuh di berbagai lapangan, terutama dengan suatu titik perhatian religius, mis Kel 1 -- 12 dikutip sebagai 'lingkaran tradisi' dengan peristiwa Perayaan Paskah sebagai titik sumbunya. Beberapa waktu kemudian para redaktur mengumpulkan bahan-bahan itu dan menyusunnya dalam bentuknya yg sekarang ini. Sebagian besar bahan itu sebelum dikumpulkan adalah berbentuk lisan. Menurut pandangan ini, tidak perlu ditolak bahwa ada sejarah yg benar dalam Kej, walaupun beberapa penulis menolak adanya sejarah yg tepat, tapi mengakui 'sifat sejarah umum'. Sekolah 'sejarah tradisional' ini berpikir ada perkembangan tradisi sekitar peristiwa-peristiwa pokok, yg mempunyai makna bagi kehidupan agamawi bangsa Israel dan yg mendapat perwujudannya dalam upacara agama dan tata ibadah mereka.

Tidaklah mungkin mengatakan bahwa ada suatu pendapat yg diterima secara luas oleh semua sarjana. Siapa penulis Kitab Kej tinggal misteri.

III. Tempat Kitab Kej dalam Alkitab

Kitab Kej melaporkan permulaan segala sesuatu, pembimbing agung kepada drama penyelamatan. Kej 1-11 dapat dipandang sebagai prolog drama itu, yg lakon pertamanya dimulai dalam ps 12 dengan masuknya tokoh Abraham. Bagian akhir drama ini adalah Why yg merupakan epilognya.

Prolog dituangkan dalam istilah-istilah universal. Allah membuat segala sesuatu (ps 1). Khususnya Ia menciptakan manusia, yg menjadi pemberontak dan berdosa (ps 2-3). Dosa menjadi universal (ps 4), dan sebagai pemberontak terhadap Allah, ia selalu berada di bawah penghukuman kudus, sama seperti dalam cerita mengenai air bah (ps 6-9). Pun sesudah Allah memperlihatkan ketidaksenangan-Nya dengan mengadakan penghukuman berupa air bah, manusia kembali memberontak (ps 11). Namun selalu Allah menyatakan anugerah dan belas kasihan-Nya. Adam dan Hawa diusir keluar dari Taman Eden, tapi tidak dibinasakan (ps 3); Kain dihalau pergi tapi 'diberi tanda' oleh Allah (ps 4); manusia diliputi air bah tapi tidak dibasmi, karena ada sisa-sisa yg diselamatkan (ps 6-9); manusia dipencar-pencarkan tapi diperbolehkan untuk hidup terus (ps 11).

Itulah prolog, latar belakang drama yg terus berkembang. Apakah tanggapan Allah terhadap dosa manusia yg universal itu? Ketika drama itu sendiri terbuka dalam Kej 12, kita bertemu dengan Abraham, pemeran utama dalam jawaban Allah. Ia akan memanggil suatu umat yg Ia pilih, dari siapa pada waktunya akan terbit Penyelamat. Umat itu akan memberitakan berita keselamatan kepada segenap umat manusia di segala tempat. Kitab Kej hanya menceritakan permulaan cerita itu sampai dengan zaman Yusuf, memberikan latar belakang karya agung Allah dalam penyelamatan dan Mesir, pola pembebasan yg lebih besar yg nanti akan dicapai.

IV. Kitab Kej dan bukti-bukti sejarah

Karena banyak data peristiwa Kej tidak punya kesamaan dengan peristiwa-peristiwa alamiah, maka tidaklah selalu mungkin untuk menemukan bukti-bukti lain mengenai peristiwa-peristiwa itu. Hal ini terutama sukar untuk Kej 1-11, walaupun agak mudah untuk Kej 12-50. Haruslah diingat selalu bahwa banyak hal dalam Alkitab adalah di luar jangkauan penyelidikan ilmiah, lebih-lebih bagian-bagian yg menyentuh iman dan hubungan perseorangan. Peristiwa Kitab Kej yg bukti-buktinya mungkin dapat diperoleh dari luar, dapat diringkaskan sbb.

a. Penciptaan (*CIPTA, PENCIPTAAN)

b. Asal manusia

Alkitab menyatakan bahwa Allah sendirilah yg menciptakan manusia. Tidak diperbolehkan untuk berpikir bahwa ada sesuatu apa pun yg lain sebagai asal manusia. Bagaimanapun juga adalah mustahil menemukan dalam Kej secara tepat bagaimana Allah membuat hal ini. Secara ilmu pengetahuan, asal manusia adalah tetap gelap. Baik arkeologi maupun antropologi tidak dapat memberi jawaban yg meyakinkan mengenai waktu, tempat atau cara dari asal manusia. Adalah lebih aman bagi orang Kristen untuk berhati-hati tentang pokok ini, untuk mempertahankan bersama Kitab Kej, bahwa bagaimanapun hal itu terjadi, Allah ada di belakang prosesnya, dan menunggu bukti-bukti lanjut sebelum membuat kesimpulan secara tergesa-gesa. *MANUSIA.

c. Air bah

Tidak ada bukti yg meyakinkan mengenai waktu, besarnya atau hal-hal yg diakibatkannya. Tentu ada banjir-banjir besar di daerah asal para leluhur; dan orang Sumer zaman purba mempunyai riwayat yg teliti tentang suatu banjir besar zaman itu. Dan tidak ada alasan kuat untuk menerima pikiran Sir Leonard Woolley, yg mengatakan bahwa banjir di Ur meninggalkan sejumlah lumpur sangat tebal, yg ditemukan sewaktu ia melakukan penggalian-penggalian, sebagai bukti akibat air bah yg dinyatakan dalam Alkitab. *AIR BAH.

d. Para leluhur

Sekarang ini kita dapat membaca cerita-cerita para leluhur dengan mengerti latar belakang sosial, politik dan kebudayaan bangsa-bangsa Timur Tengah zaman dahulu semasa thn 2000-1500 sM. Sementara belum mungkin untuk mencatat tgl dari peristiwa-peristiwa dalam Kej, namun dapat dikatakan bahwa Alkitab sangat tepat mencerminkan kehidupan daerah-daerah Mesopotamia tertentu dalam abad-abad itu (*BAPAK-BAPAK LELUHUR, ZAMAN). Lih H. H Rowley, 'Recent Discoveries in the Patriarchal Age', BJRL 32, 1949-1950, hlm 76 dst (dicetak ulang dlm The Servant of the Lord and Other Essays on the Old Testament, 1952); J Bright, A History of Israel', 1972, hlm 67-102; R de Vaux, Histoire ancienne d'Israel', 1971, hlm 181-273.

V. Kitab Kej dan teologi

Kita tidak dapat terlalu menekankan bahwa nilai utama Kej, seperti juga semua Kitab adalah bersifat teologis. Ada kemungkinan kita akan kehilangan banyak waktu dan tenaga dalam memperhatikan segala rincian yg timbul secara insidentil, tapi gagal mempedulikan isu-isu teologis yg penting. Sebagai contoh. Cerita mengenai air bah berbicara mengenai dosa, penghukuman, penebusan, hidup baru. Mempermasalahkan rincian mengenai ukuran bahtera, masalah bagaimana memberi makan atau membuang kotoran, berarti memperhatikan hal-hal sampingan. Memang penyataan Allah sebagian besar adalah melalui peristiwa-peristiwa sejarah, dan sejarah mempunyai makna besar bagi penyataan Alkitab, tapi akhirnya yg penting adalah makna teologisnya. Dalam cerita-cerita Kej di mana tidak ada bukti yg mendukungnya, toh masih terlihat makna teologisnya.

KEPUSTAKAAN. U Cassuto, A Commentary on the Book of Genesis, 1 (1944), 2 (1949); S. R Driver, The Book of Genesis, 1948; D Kidner, Genesis, TOTC, 1967; G von Rad, Genesis, 1961; E. A Speiser, Genesis, 1956; B Vawter, A Path through Genesis, 1955. JSW/JAT/JMP


Lihat definisi kata "Kejadian" dalam Studi Kata



TIP #01: Selamat Datang di Antarmuka dan Sistem Belajar Alkitab SABDA™!! [SEMUA]
dibuat dalam 0.06 detik
dipersembahkan oleh YLSA