KRONOLOGI PL
KRONOLOGI PL [browning]
Sebagian besar PL adalah dalam bentuk cerita historis, dan penanggalannya sering kali dapat dicek dengan bukti-bukti eksternal. Cerita *penciptaan diikuti dengan cerita para leluhur -- *Abraham, *Ishak, *Yakub, *Yusuf -- kemudian kisah *keluaran dan penaklukan tanah *Kanaan di bawah pimpinan Musa dan *Yosua. Tidak ada sarana untuk memverifikasi penanggalan atau sejarah hingga periode Hakim-hakim, ketika kehidupan pedesaan yang digambarkan di Palestina tampaknya adalah dari Zaman Besi. Ketiga raja pertama dari kerajaan yang masih utuh, hidup sekitar tahun 1020 hingga 922 sM. Setelah itu, kedua Kitab Raja-raja memberi informasi yang lebih dapat dipercaya. Raja-raja kerajaan Israel dan Yehuda ditanggali dalam hubungannya satu sama lain, dari sekitar tahun 925 hingga 596 sM, meskipun penanggalan secara tepat sering kali tak mungkin dilakukan. Orang *Babel mencatat keruntuhan Yerusalem terjadi pada bulan Maret 597 sM, dan keruntuhan kedua (2Raj. 25:8, 21; Yer. 52:12, 31-34) terjadi pada 587, atau 586 sM.
Setelah *pembuangan, beberapa penanggalan Alkitab ditentukan berdasar masa pemerintahan raja-raja Persia, Yunani, dan *Siria. *Nehemia dan *Ezra berada di Yerusalem pada pertengahan abad ke-5 sM. *Aleksander Agung menaklukkan Palestina pada 332 sM, dan dari 320 hingga 200 sM, ketika kekaisaran terpecah, Palestina di bawah *Ptolemeus, dan di sana ada pemerintah-pemerintah lokal di bawah *Imam-imam Besar. Periode Siria berlangsung dari 200 sM hingga Pompeyus merebut Yerusalem untuk Romawi pada 63 sM. Penajisan Bait Allah oleh *Antiokhus Epifanes (1Mak. 1:54) terjadi pada 167 sM.
Berikut ini adalah daftar penanggalan kunci dalam sejarah PL, meskipun sampai berdirinya kerajaan, hanya merupakan kemungkinan saja:
sM
1700 Abraham
1250 Keluaran
1100 Hakim-hakim
1020 Kerajaan Saul dan Daud
962 Penobatan Salomo
924 Kerajaan terpecah
842 Pemberontakan Yehu
722 Kejatuhan Samaria
597, 586 Kejatuhan Yerusalem dan pembuangan
520 Pembangunan kembali Bait Allah dimulai
332 Penaklukan Palestina oleh Aleksander Agung
166-160 Yudas Makabeus
37-4 Herodes Agung
KRONOLOGI PL [ensiklopedia]
Tujuan suatu kronologi seperti ini, ialah untuk menentukan tarikh yg tepat dari kejadian-kejadian dan tokoh-tokoh PL setepat mungkin, sehingga arti semuanya dapat dimengerti lebih baik.
I. Sumber-sumber dan metode kronologi
a. Metode lama
Sampai kr seabad yg lalu tarikh PL dihitung hampir seluruhnya dari pernyataan-pernyataan Alkitab (mis oleh Ussher). Dua kesukaran dihadapi oleh pendekatan demikian. Pertama, PL tidak menyediakan segala rincian yg diperlukan bagi tugas ini, mis beberapa urutan kejadian mungkin terjadi sekaligus, bukan yg satu sesudah yg lain. Kedua, terjemahan-terjemahan yg tua, ump LXX, kadang-kadang memberikan angka-angka yg berbeda. Karena itu skema-skema semacam ini mengandung banyak ketidaktentuan.
b. Metode sekarang
Ahli-ahli modern mencoba menghubungkan data-data Alkitab dan data-data arkeologi, untuk mendapatkan tarikh mutlak benar bagi orang Ibrani dan tetangga-tetangganya. Dari kr 620 sM suatu kerangka diberikan oleh Kanon Ptolomeus dan sumber-sumber kuno lainnya (ump Manetho, Berossus), yg dapat dilengkapkan dan dibetulkan secara terperinci dengan data loh-loh Babel dan papirus-papirus Mesir yg sezaman, dst, bagi kedua negara bersungai besar itu. Batas kesalahan hampir tak pernah melebihi 1 thn, dan pada beberapa kejadian kesalahan itu diturunkan menjadi 1 minggu dalam 1 bulan, atau bahkan hapus sama sekali.
Tgl-tgl yg tepat dari kr 1400 sM dan seterusnya, diperoleh berdasarkan data-data Mesopotamia -- bangsa Asyur tiap thn mengangkat seorang pejabat untuk menjadi limmu, yg namanya diberikan kepada thn jabatannya. Mereka menyimpan daftar dari nama-nama ini dan sering mencatat kejadian-kejadian dalam tiap thn, ump, pelantikan raja atau perang ke luar negeri. Demikianlah jika satu thn dapat diberi tgl menurut perhitungan kita, seluruh urutan itu telah ditetapkan. Suatu gerhana matahari dalam thn dari limmu Bur-Sagale terjadi pada tgl 15 Juni 763 sM, dengan demikian gerhana ini menetapkan suatu urutan thn dan kejadian yg lengkap dari thn 892 hingga 648 sM, dengan bahan yg undur sampai thn 911 sM.
Di samping daftar-daftar limmu ini, daftar raja-raja yg memberi nama dan lamanya masa pemerintahan mereka, melacak sejarah Asyur kembali hingga hampir thn 2000 sM, dengan maksimum kesalahan dari kr satu abad, yg menyempit sampai kr 10 thn dari kr 1400 sM sampai kr 1100 sM. Daftar raja-raja dan 'sejarah yg serempak' dari Babel, yg menceritakan hubungan antara raja-raja Asyur dan Babel membantu meneguhkan sejarah dari kedua kerajaan itu antara kr 1400 sM dan kr 800 sM. Akhirnya pemberitahuan-pemberitahuan yg tersebar pada loh-loh dan dokumen sejarah pemerintahan-pemerintahan yg sezaman memberi bukti tangan pertama bagi beberapa zaman.
Tgl-tgl yg tepat dari kr 1200 sM kembali ke kr 2100 sM dapat diperoleh dari sumber-sumber Mesir. Sumber-sumber ini mencakup daftar raja-raja, tgl thn pada monumen-monumen sezaman, pencocokan tgl dengan Mesopotamia dan tempat-tempat lain, dan beberapa gejala astronomi memberi tgl yg tepat dalam pemerintahan-pemerintahan tertentu. Dengan cara demikian wangsa yg ke-11 dan ke-12 dapat diberi tarikh sampai kr 2134-1786 sM, dan wangsa ke-18 sampai ke-20 sampai kr 1552-1070 sM, masing-masing dalam maksimum kesalahan kr 10 thn. Wangsa ke-13 sampai ke-17 ditempatkan di antara kedua kelompok ini dengan maksimum kesalahan kr 15 sampai 20 thn pada waktu pertengahannya. Tarikh Mesopotamia selama 2000-1500 sM tergantung sebagian besar pada tgl yg dapat diberikan kepada Hammurabi dari Babel. Kini tarikh itu berkisar antara kurun waktu 1850-1700 sM. Thn 1792-1750 sM (S Smith) sama baiknya dengan thn berapa saja.
Antara 3000 dan 2000 sM segala tgl Timur Dekat tidak dapat dipastikan, sampai kr 2 abad. Sebagian besar hal ini disebabkan tarikh itu tidak utuh dihubungkan dengan tarikh yg kemudian. Sebelum 3000 sM segala tgl hanya perkiraan raja dan terdapat 'batas kesalahan' hingga beberapa abad, yg makin bertambah jika waktunya makin diundur. Metode 'Karbon 14' untuk menghitung tgl mengenai benda-benda organis kuno, paling berharga bagi zaman sebelum 3000 sM. Tgl-tgl seperti itu mempunyai 'batas kesalahan' kr 250 thn. Itulah sebabnya metode ini kurang berfaedah bagi kronologi alkitabiah. Sumber-sumber kesalahan yg mungkin di dalam metode itu sendiri secara ilmiah dan pencemaran contoh bahan yg diperiksa untuk memberi tgl, menuntut bahwa tgl-tgl 'Karbon 14' masih harus diperlakukan dengan hati-hati.
Kerangka-kerangka seperti itu bagi Mesopotamia dan Mesir membantu untuk menetapkan tarikh benda-benda temuan di Palestina, kejadian-kejadian dan tokoh-tokoh dalam Kitab Suci. Demikianlah riwayat kerajaan-kerajaan Ibrani dapat dipakai untuk mencek tgl-tgl dari Asyur dan Babel. Tingkatan-tingkatan yg berurutan dari permukiman manusia yg ditentukan oleh para arkeolog di gundukan-gundukan kota Palestina kuno, sering memuat benda yg dapat diberi tgl, yg menghubungkan urutan tingkatan-tingkatan seperti itu dengan tgl-tgl dalam sejarah pendudukan Mesir sampai abad 12 sM. Sesudah itu perubahan-perubahan kadang-kadang dapat dihubungkan langsung dengan sejarah Israel seperti di Samaria, Hazor, dan Lakhis (*ARKEOLOGI).
Tarikh bagi Israel dapat ditetapkan dalam suatu 'batas kesalahan' dari kr 10 thn pada zaman Salomo, yg dapat ditekan sampai nol menjelang zaman kejatuhan Yerusalem. Batas-batas kesalahan itu terjadi karena ada perbedaan-perbedaan kecil dalam nama-nama atau angka-angka pada daftar-daftar raja yg sejajar, kerusakan dalam daftar-daftar seperti itu, pemerintahan-pemerintahan yg belum diketahui lamanya, dan keterbatasan data astronomi. Kesalahan-kesalahan itu dapat diperkecil hanya oleh penemuan pada masa depan yg memberikan data yg lebih terperinci.
Kesulitan selanjutnya dalam kronologi berasal dari cara-cara yg berbeda bagi penghitungan thn, yg dipedomani oleh bangsa-bangsa kuno dalam menghitung thn-thn pemerintahan raja-raja mereka. Pada 'sistem thn pelantikan', bagian thn sipil yg berjalan antara pelantikan raja dan Tahun Baru berikutnya, dihitung bukan sebagai thn pertama raja itu, melainkan sebagai thn pelantikan (thn itu dihitung sbg thn terakhir raja yg memerintah sebelumnya), sedang thn pemerintahan yg pertama dari raja baru dihitung dari hari pertama Tahun Baru yg pertama. Tapi pada sistem perhitungan yg 'bukan sistem thn pelantikan', bagian thn sipil di antara pelantikan raja dan hari Tahun Baru berikutnya dihitung baginya sebagai thn pemerintahan yg pertama. Pola perhitungan yg dipakai, oleh siapa, dari siapa, dan bilamana, khususnya penting bagi pengertian yg benar dari bahan-bahan keterangan kronologi dalam Kitab Raj dan Kitab Taw.
II. Zaman purba sebelum Abraham
Penciptaan tak dapat diberi tarikh lain dari ungkapan yg penting itu 'pada mulanya ....' Zaman itu begitu jauh. Zaman antara Adam sampai Abraham diisi oleh silsilah-silsilah yg di tengah-tengahnya muncul air bah. Tapi semua usaha untuk memakai silsilah-silsilah ini guna memperoleh tarikh bagi zaman dari Adam sampai Abraham, dirintangi oleh tidak adanya kepastian mengenai penafsiran yg tepat. Suatu penafsiran secara harfiah terhadap angka-angka itu menghasilkan penanggalan yg terlalu rendah bagi kejadian-kejadian yg diceritakan, ump air bah.
Demikianlah, jika umpamanya, kelahiran Abraham ditempatkan pada 2000 sM (tak mungkin terjadi sebelum thn itu), maka angka-angka dalam Kej 11:10-26 akan menghasilkan tarikh bagi air bah segera setelah 2300 sM, suatu tarikh yg begitu kasep sehingga air bah akan jatuh pada zaman beberapa abad setelah penanggalan Sir Leonard Woolley bagi air bah di Ur, yg sendiri juga mewujudkan tarikh terlalu kasep bagi air bah seperti dilaporkan orang Ibrani dan orang Babel. Kesukaran-kesukaran yg sama muncul jika tarikh Adam dihitung dengan cara ini dari Kej 5, atas dasar yg sama.
Karena itu penafsiran harus dicari melalui cara lain. Dokumen-dokumen Timur Dekat Kuno pertama-tama harus dimengerti seperti para penulis dan pembacanya mengartikannya. Mengenai soal silsilah, ini mengandung di dalamnya kemungkinan adanya penyingkapan-penyingkapan dengan meniadakan beberapa nama dalam suatu urutan. Sasaran utama dari silsilah-silsilah dalam Kej 5 dan 11 agaknya bukan untuk menyajikan suatu kronologi penuh, melainkan hubungan dari orang yg tertua hingga krisis besar air bah, lalu dari air bah melalui garis Sem ke Abraham, bapak leluhur Ibrani. Penyingkapan suatu silsilah, secara ideologis tidak mempengaruhi nilainya sebagai penghubung, seperti dapat dengan mudah ditunjukkan dari sumber-sumber Timur Dekat Kuno yg lain. Karena itu silsilah silsilah, termasuk silsilah-silsilah dari Kej 5 dan 11, harus senantiasa dipakai dengan pengendalian yg kuat di mana pun muncul kemungkinan bahwa silsilah-silsilah itu terbuka bagi lebih dari satu penafsiran. *SILSILAH; *TURUN, KETURUNAN.
III. Tarikh sebelum zaman kerajaan
a. Para Bapak leluhur
Tiga garis pendekatan dapat dipakai bagi pentarikhan Bapak leluhur. Pertama, sebutan kejadian-kejadian historis dalam zaman mereka. Kedua, pernyataan-pernyataan tentang waktu yg berlangsung antara zaman mereka dan beberapa hal dalam sejarah yg kemudian. Ketiga, bukti tentang zaman yg dapat dilihat dalam keadaan masyarakat mereka.
Hanya ada dua peristiwa historis yg dilaporkan dari zaman Bapak leluhur, yakni penggerebekan 4 raja terhadap 5 raja dalam Key 14 (*AMRAFEL; *ARIOKH; *KEDORLAOMER) dan penghancuran kota-kota dataran dalam Kej 19 (*KOTA-KOTA LEMBAH YORDAN); keduanya terjadi pada zaman Abraham.
Tidak seorang pun dari raja dalam Kej 14 dapat dengan pasti disamakan dengan orang tertentu pada milenium 2 sM. Tapi nama-nama itu dapat disamakan dengan nama-nama yg telah umum pada zaman itu, khususnya 1900 hingga 1500 sM. Persekutuan-persekutuan yg berkuasa, yg dibentuk oleh kelompok-kelompok raja yg bersaing di Mesopotamia dan Siria, menjadi ciri khas zaman antara 2000-1700 sM. Sepucuk surat yg masyhur dari Mari di Efrat tengah, mengatakan tentang zaman ini 'tiada raja yg dari dirinya sendiri menjadi yg terkuat: 10 atau 15 raja mengikuti Hammurabi dari Babel; jumlah yg sama mengikuti Rim-Sin dari Larsa; jumlah yg sama mengikuti Ibalpi-El dari Esynuna; jumlah yg sama mengikuti Amut-pi-El dari Katna; dan 20 raja mengikuti Yarim-Lim dariYamkhad'. Pada zaman ini Elam juga menjadi salah satu dari beberapa kerajaan yg terkemuka.
Glueck mencoba memberi tarikh pada perang dalam Kej 14 berdasarkan hasil-hasil arkeologi yg diandaikan. Ia menegaskan, bahwa garis perkampungan-perkampungan kota di sepanjang 'Jalan Raya' yg ada lebih kemudian, jelas dihuni pada awal milenium 2 (hingga abad 19 sM, menurut penanggalan modem), tapi bahwa segera sesudah itu daerah tersebut tiba-tiba tidak lagi dihuni, kecuali oleh pengembara-pengembara perampok, hingga kr 1300 sM, ketika kerajaan-kerajaan Zaman Besi dari Edom, Moab dan Amon didirikan secara efektif.
Penalaran-penalaran yg sama telah diterapkan pada tarikh takhluknya kota-kota lembah Yordan, sekalipun sisa-sisanya yg sebenarnya kini nampak sebagai tak mungkin ditemukan (barangkali berada di bawah Laut Mati). Gambaran mengenai alpanya penghuni antara abad 19 dan 13 ini telah dikritik oleh Lankester Harding, berdasarkan terang penemuan-penemuan terbaru di Transyordan, meliputi kuburan-kuburan Zaman Perunggu Tengah dan satu kuil penting dari Zaman Perunggu Tengah dan Perunggu Akhir. Tapi baik pandangan Glueck maupun pandangan Harding janganlah dilebih-lebihkan. Kemungkinan besar bahwa pandangan tentang berkurangnya kepadatan penduduk antara abad 19 dan 13 itu benar pada umumnya, dan khususnya mengenai kota-kota di Jalan Raya itu, sedang tempat-tempat tertentu yg terpisah masih tetap ada penghuninya.
Dua pernyataan pokok menghubungkan zaman Bapak leluhur dengan zaman yg kemudian. Dalam Kej 15:13-16 Abraham diperingatkan terlebih dahulu, bahwa keturunannya akan berdiam di tanah yg bukan miliknya kr 4 abad. 'Keturunan keempat' dari ay 16 adalah sulit. Jika satu 'keturunan' disamakan dengan satu abad (bnd Kel 6:16-20), pemakaian ini luar biasa sekali. Suatu alternatif yg mungkin, tapi meragukan, ialah melihat ay 16 sebagai sindiran nabiah tentang perjalanan Yusuf ke Kanaan untuk menguburkan Yakub (Yusuf dari keturunan ke-4, jika Abraham keturunan pertama). Masuknya Yakub ke Mesir (Kej 46:6, 7) mewujudkan pangkal dari 4 abad yg secara umum disebut dalam Kej 15:13 dan juga pangkal ucapan yg lebih khusus: 430 thn, dalam Kel 12:40.
Bentuk ungkapan dalam Kel 12:40 dari MT yg menyebutkan bahwa Israel 430 thn di Mesir, lebih disukai daripada bentuk yg diberikan LXX, yg menjadikan 430 thn itu meliputi pengembaraan, baik di Kanaan maupun di Mesir. Sebabnya ialah, karena Kel 12:41 jelas mengandung anti bahwa 'Hari yg itu juga' adalah setelah 430 thn, ketika Israel keluar dari Mesir, menjadi hari 'ulang tahun' bagi hari yg jauh itu, ketika Bapak leluhur Israel dan keluarganya memasuki Mesir. Karena itu suatu masa selang dari 430 thn sejak masuknya Yakub ke Mesir hingga Musa dan keberangkatan Israel, nampak diteguhkan. Silsilah dari Kel 6:16-20, yg hampir tak dapat meliputi 430 thn, jika ditafsirkan secara harfiah, terbuka bagi kemungkinan sudah terjadi penyingkapan seperti silsilah-silsilah yg terdapat dalam Kej 5 dan 11, jadi tidak menimbulkan kesukaran yg hakiki. Ada tiga pokok yg patut dipikirkan.
Pertama, sekalipun Musa nampaknya adalah keturunan ke-4 Bapak leluhur Yakub melalui Lewi, Kohat dan Amram (Kel 6:20; 1 Taw 6:1-3), namun orang yg sezaman dengan Musa, yaitu Bezaleel, adalah keturunan ke-7 dari Yakub melalui Yehuda, Perez, Hezron, Kaleb, Hur dan Uri (1 Taw 2:18-20), dan Yosua, sezaman dengan Musa tapi lebih muda, adalah keturunan ke-12 dari Yakub melalui Yusuf, Efraim, Beria, Refah, Resef, Telah, Tahan, Ladan, Amihub, Elesama dan Nun (1 Taw 7:23-27). karena itu ada kemungkinan bahwa silsilah Musa disingkat bila dibandingkan silsilah Yosua dan bahkan silsilah Bezaleel.
Kedua, 'bapak' Musa, yaitu Amram dan saudara-saudara Amram menimbulkan keluarga kaum Amram, kaum Yizhar, dsb, yg mencapai jumlah 8.600 anggota lelaki saja dalam kurun waktu 1 thn setelah keluar dari Mesir (Bil 3:27, 28), suatu keadaan yg tidak mungkin, kecuali Amram dan saudara-saudara Amram telah berkembang lebih dini daripada Musa.
Ketiga, pengalimatan bahwa oleh Amram maka Yokhebed melahirkan' Musa, Harun dan Miryam (Kel 6:20; Bil 26:59) yg menyerupai kata 'memperanakkan' dalam Kej 5 dan 11, tidak harus mengandung anti kedudukan langsung sebagai orangtua, tapi dapat berarti 'keturunan' saja. Bnd Kej 46:18, di mana ay yg mendahuluinya menunjukkan bahwa para cicit Zilpa dimasukkan di antara mereka 'yg ia lahirkan bagi Yakub'. Mengenai ketiga pokok ini lih juga J. D Davis, red H. S Gehman, The Westminster Dictionary of the Bible, 1944, hlm 153. Tentang tarikh keluaran Israel yg atas dasar alasan-alasan lain dianggap terjadi 430 thn kemudian setelah suatu tarikh bagi Yakub pada bagian akhir abad 18, lih di bawah.
Keadaan-keadaan sosial yg tercermin dalam cerita-cerita tentang Bapak leluhur tidak memberikan tarikh yg tepat, tapi cocok dengan tarikh umum yg dapat diterima berdasarkan Kej 14 dan 19 pemakaian angka 430 thn s/d keluaran. Misalnya 'adat' mengenai adopsi dan pewarisan dalam Kej 15; 16; 21 dsb, menunjukkan hubungan erat dengan kebiasaan-kebiasaan yg dapat diamati dalam dokumen-dokumen tulisan bersegi dari Ur dan Nuzi bertarikh abad 18 sampai 5 sM.
Kebebasan luar biasa untuk bepergian jarak jauh -- mengingat perjalanan Abraham mencakup Ur dan Mesir -- mencolok pada zaman umum ini: bnd duta-duta dari Babel melewati Mari ke dan dari Hazor di Palestina. Mengenai kesepakatan menyatukan kekuatan pada zaman ini, lih di atas. Pada abad 20 dan 19 sM, khususnya Tanah Negeb (Selatan) dari daerah yg kemudian disebut Yudea, dihuni secara musiman Abraham ke selatan. Dengan mengingat angka-angka tradisional bagi hidup, kelahiran dan kematian para Bapak leluhur, maka kita dapat menempatkan Abraham pada kr 2000-1850, Ishak kr 1900-1750, Yakub kr 1800-1700, dan Yusuf kr 1750-1650. Penanggalan-penanggalan ini diberikan dengan sengaja sebagai angka-angka bulat untuk memungkinkan adanya pencocokan yg kemudian. Penanggalan-penanggalan itu sesuai dengan penafsiran rasional atas data-data yg ada.
Jika kedatangan Yakub dan keluarganya di Mesir ditetapkan secara kasar pada 1700 sM, maka kejadian itu serta pemerintahan Yusuf adalah pada zaman Hyksos dari sejarah Mesir, pada waktu raja-raja asal suku Semit memerintah sebagai Firaun Mesir. Pencampuran yg aneh dari unsur-unsur Mesir dan Semit dalam Kej 37:1 tentu sesuai dengan kejadian ini (*YUSUF).
b. Keluaran Israel dan penaklukan Kanaan
(Bagi tarikh Mesir sebagai alternatif dlm bg ini lih daftar kronologi.) Hubungan berikutnya antara Israel dan para tetangganya muncul dalam Kel 1:11, ketika orang Ibrani membangun kota Piton dan Raamses pada zaman Musa. Raamses ialah ibukota Delta Mesir, disebut menurut Raamses II (kr 1290-1224 sM) dan diperbesar olehnya sehingga melampaui karya ayahnya Setos I (kr 1302-1290 sM).
Hal ini sama dapat dikatakan mengenai kota Kantir, tempat yg paling mungkin dijabarkan sebagai Raamses. Raamses I (kr 1303-1302 sM) memerintah hanya setahun dan tidak masuk soal ini. Sebelum Setos I dan Raamses II, tiada firaun yg membangun ibukota Delta sejak zaman Hyksos (zaman Yusuf). Justru kota Raamses benar-benar adalah karya asli dari kedua raja ini, bukan diberi nama atau dialihkan menjadi milik mereka dari pemerintah-pemerintah yg mendahuluinya, seperti kadang-kadang diduga orang. Atas dasar bukti kecil ini, keluaran Israel terjadi setelah 1300 sM, dan yg lebih baik setelah 1290 sM (thn pelantikan Raamses II).
Suatu batasan lain bagi tarikh keluaran Israel diberikan oleh apa yg disebut Tugu Israel, satu prasasti kemenangan dari Merenptah, sampai tahunnya yg kelima (kr 1220 sM), yg menyebut penaklukan beberapa kota dan bangsa di Palestina, termasuk Israel. Beberapa orang menyangkal bahwa Merenptah pernah menyerbu Palestina. Menurut Drioton, La Bible et l'Orient, 1955, hlm 43-46, bangsa-bangsa Palestina hanya dikagumkan oleh kemenangan besar Merenptah di Libia, yg semua diperingati dalam tugunya. Bahwa Israel disebut agaknya suatu sindiran terhadap kepergian orang-orang Ibrani ke padang gurun, yg bagi orang Mesir berarti meninggal. Lih lebih lanjut C dd Wit, The Date anti Route of the Exodus, 1960. Jika demikian keluaran Israel terjadi pada 5 thn pertama dari Merenptah (kr 1224-1220 sM).
Tapi pandangan ini terbuka bagi keberatan-keberatan tertentu. Satu prasasti Merenptah di satu kuil di Amada di Nubia, dalam kalimat-kalimat yg sejajar menyebutnya sebagai 'Pengikat Gezer' dan 'Penangkap Libia'.'Penangkap Libia' jelas menunjuk kepada kemenangan besar Merenptah atas Libia pada thn ke-5 pemerintahannya, yg secara panjang lebar disebut di Tugu Israel. Jadi gelar yg amat khusus, yg sejajar sekali, yakni 'Pengikat Gezer' harus menunjuk kepada campur tangan yg berhasil yg dilakukan Merenptah di Palestina, sekalipun barangkali terbatas, karena Gezer berada di Palestina.
Sesuai dengan ini ialah arti kata dari Tugu Israel yg menunjuk secara berurutan kepada Askelon, Gezer, Yenoam, Israel dan Kuru sebagai 'ditaklukkan', 'diikat', 'dikosongkan', 'hasil panennya tiada', dan 'dijandakan'. Lalu, penunjukkan kepada Israel 'hasil panennya (harfiah, 'benih') tiada', mungkin mencerminkan tindakan orang Mesir yg kadang-kadang membakar gandum yg tumbuh milik musuh mereka -- yg dapat diterapkan terhadap Israel yg mulai bermukim di Palestina, tapi bukan terhadap Israel yg pergi ke padang gurun. Karena itu berdasarkan penafsiran Tugu Israel yg dibela di sini -- Israel agaknya telah masuk Palestina sebelum 1220 sM dan keluaran dari Mesir yg terjadi 40 thn lebih dini, harus terjadi sebelum 1260 sM. Jadi tarikh yg mungkin bagi keluaran Israel menjadi 1290-1260 sM. Tarikh rata-rata yg baik bagi keluaran dan pengembaraan menjadi 1280-1240 sM. Bagi pandangan-pandangan yg mengemukakan adanya lebih dari satu keluaran, atau bahwa beberapa suku tidak pernah memasuki Palestina, tiada bukti lahiriah sedikit pun yg obyektif, dan Alkitab jelas menentang pandangan seperti itu.
Angka 40 thn bagi pengembaraan orang Ibrani di padang gurun sering terlalu mudah ditolak sebagai angka bulat, yg dapat berarti bukan apa-apa. Waktu 40 thn yg khusus ini harus dianggap benar dan persis, atas dasar bukti sebagai berikut: Israel memerlukan waktu lebih dari 1 thn untuk menempuh jarak dari Raamses ke Kadesy-Barnea (mereka meninggalkan Raamses pada hari yg ke-15 dari 'bln pertama', Bil 33:3), dan meninggalkan Sinai pada hari yg ke-20 dari bln kedua dari thn kedua (Bil 10:11). Paling sedikit harus ditambahkan kepada masa ini 3 hari (Bil 10:33); barangkali sebulan lebih lanjut (Bil 11:21); dan 7 hari (Bil 12:15); jumlahnya, 1 thn dan 2 1/2 bln perjalanan; lalu 38 thn berikutnya dari Kadesy-Barnea ke penyeberangan sungai Zered (Ul 2:14 dan Bil 21:12), Musa berbicara kepada Israel di dataran Moab pada bin yg ke-11 dari thn ke-40 (Ul 1:3). Fungsi 40 thn sebagai penggantian satu angkatan (yg memberontak) oleh angkatan yg lain jelas dinyatakan dalam Ul 2:14.
Pernyataan, bahwa Hebron dibangun 7 thn sebelum Soan di Mesir (Bil 13:22) kadang-kadang dihubungkan dengan Tarikh Pi-Ramesse yg sezaman di Mesir, yg meliputi 400 thn dari kr 1720/1700 hingga 1320/1300 sM. Tarikh ini kiranya berjalan sejajar dengan 430 thn dari tradisi Ibrani. Tapi gagasan ini lebih bersifat menarik daripada meyakinkan.
Bukti-bukti dari Palestina secara umum sesuai dengan data dari Mesir. Sekalipun seandainya kita mengakui ada beberapa permukiman yg berkembang lebih dini (ump tempat kuil di Yaman yg ditemukan oleh Lankester Harding), namun permukiman yg intensif pada masa kerajaan sepanjang kurun Zaman Besi di Edom dan Moab yg dikelilingi oleh benteng-benteng perbatasan yg kuat atau oleh rumah-rumah tembok, pada dasarnya berasal dari kr 1300 sM dan sesudahnya. Karena itu kerajaan-kerajaan ini tidak dapat dengan efektif melawan Israel (seperti yg terjadi dlm Bil 20) sebelum kr 1300 sM. Jadi, nampak lagi bahwa keluaran Israel lebih baik ditempatkan setelah 1300 sM daripada sebelumnya.
Beberapa pertapakan kota Palestina menunjukkan bukti yg jelas tentang kehancuran tempat-tempat itu pada parohan kedua abad 13 sM, yg sesuai dengan tarikh serbuan orang Israel, yg diberi penanggalan kr 1240 sM dan sesudahnya. Contoh tempat-tempat itu ialah Tell Beit Mirsim (mungkin tempat yg dlm Alkitab disebut Debit/ Kiryat-Sefer), Lakhis, Betel, dan Hazor. Hanya dua tempat yg menimbulkan silang pendapat: Yerikho dan Ai.
Di Yerikho kebenaran yg luas agaknya ialah, bahwa Yosua dan Israel menunaikan tugas mereka begitu baik sehingga reruntuhan Yerikho terbuka bagi kerusakan oleh alam dan oleh manusia selama 5 abad, sampai zaman Ahab (bnd 1 Raj 16:34). Akibatnya lapisan-lapisan Zaman Perunggu Muda yg berada di bagian atas dari gundukan itu hampir seluruhnya digundulkan, nasib yg bahkan jelas mempengaruhi lapisan yg lebih tua juga. Demikianlah di beberapa bagian gundukan tanah itu, lapisan paling atas yg masih ada berasal dari zaman yg jauh lebih dini, yaitu Zaman Perunggu Tua (milenium 3 sM), tapi bukti dari bagian-bagain lain dan dari makam-makam, menunjukkan jelas pernah ada permukiman besar pada Zaman Perunggu Tengah, yg sisanya di kemudian hari banyak digundulkan oleh erosi. Tentang hanya sedikit sekali barang peninggalan Yerikho dari Zaman Perunggu Tua (yakni zaman Yosua), adalah karena peninggalan-peninggalan itu terbuka kepada erosi untuk waktu yg bahkan lebih lama, sejak Yosua hingga pemerintahan Ahab. Tiap daerah yg tidak ditutupi oleh perkampungan Zaman Besi Ahab dan sesudahnya bahkan telah diserahkan kepada erosi hingga kini. Itulah yg menyebabkan Yerikho Zaman Perunggu Tua dari abad 14 sM hampir seluruhnya hilang, dan kemungkinan juga hilangnya sama sekali setiap peninggalan perkampungan abad 13 sM.
Tembok-tembok yg oleh Garstang dikatakan berasal dari Zaman Perunggu Muda, setelah diteliti tuntas ternyata termasuk Zaman Perunggu Tua, kr 2300 sM, setelah tidak menunjuk kepada kemenangan Yosua. Tidak adanya lambang-lambang kumbang suci dari raja-raja Mesir di Yerikho sesudah Amenofis III (mati kr 1353 sM), tidak membuktikan bahwa pada waktu itu Yerikho jatuh. Tapi hanyalah menyaksikan hilangnya pengaruh langsung Mesir di Palestina yg bersifat sementara pada zaman raja itu dan raja-raja yg langsung menggantinya, yg dikenal juga dari sumber lain. Barang tembikar Misenia (umumnya dimasukkan ke Siria-Palestina pada abad 14 dan 13 sM), jarang di Yerikho, tapi hal itu juga tidak membuktikan bahwa Yerikho jatuh lebih dini (dlm abad 14) daripada abad 13.
Hingga kini sementara ahli telah mengabaikan hal, bahwa barang-barang impor ini kadang-kadang jarang terdapat di tempat-tempat pedalaman Siria-Palestina, padahal umum di dekat pantai atau yg dapat dengan mudah ditempuh dari pantai. Demikianlah kota pedalaman Hama di Siria diketahui telah dihuni pada abad 13 sM, tapi dari peninggalan kota itu hanya ditemukan dua pecahan barang tembikar dari Misenia muda -- yg bahkan kurang dari jumlah yg sedikit dari Yerikho. Mengenai Hama, lih G Hanfmann, tinjauan P. J Riis, 'Hama II', bg 3, di JNES, 12, 1953, hlm 206-207. Hasil maksimal dari semuanya itu ialah, bahwa penaklukan Israel atas Yerikho pada abad 13 tidak dapat secara formal dibuktikan berdasarkan data arkeologi yg ada, tapi juga tidak dapat disangkal olehnya (*YERIKHO).
Masalah kota Ai menuntut penelitian lapangan lebih lanjut. Bagian-bagian dari gundukan tanah Et-Tell yg hingga kini telah digali, berhenti dihuni kr 2300 sM. Jawabannya mungkin ialah, bahwa suatu permukiman dari Zaman Perunggu Muda masih belum ditemukan di dekatnya, tapi kepastian pada saat ini belum bisa didapatkan (*Ai).
Bangsa Habiru/Apiru, yg dikenal dari Ioh-loh Tell el-Amarna, yg nampaknya telah giat di Palestina kr 1350 sM, kadang-kadang disamakan dengan orang Israel ('orang Ibrani') yg menyerbu Kanaan di bawah Yosua. Tapi thn 1350 sM itu terlalu dini bagi penaklukan Kanaan, seperti telah ditunjukkan di atas. Selanjutnya istilah Habiru/Apiru itu diterapkan kepada banyak bangsa tersusun dari 1800 hingga 1150 sM dan di daerah seluas Mesopotamia, Mesir, Siria dan Asia Kecil. Para orang Israel dapat juga dihitung sebagai Habiru/Apiru, tapi jelas bahwa mereka tidak dapat disamakan dengan kelompok apa pun dari bangsa ini tanpa bukti tambahan.
c. Dari Yosua hingga pelantikan Daud
Zaman ini menyajikan persoalan rumit yg tidak dapat tuntas dipecahkan tanpa lebih banyak informasi. Jika 40 thn pengembaraan setelah keluaran dari Mesir, 40 thn pemerintahan Daud, dan 3 thn pertama pemerintahan Salomo dikurangi dari jumlah 480 thn dari Keluaran hingga thn ke4 Salomo (1 Raj 6:1), didapatkanlah angka kr 387 thn bagi Yosua, para tua-tua, para hakim, dan Saul. Bukti arkeologi menunjukkan secara kasar 1240 sM bagi awal penaklukan (lih di atas) dan hanya memberi kr 230 thn untuk sampai ke 1010 sM, yaitu tgl yg diperkirakan bagi pelantikan Daud. Tapi jumlah yg sebenarnya dari masa-masa yg dilaporkan dalam Kitab Yos, Hak, Sam bukan menghitung 397 atau 230 thn, melainkan 470 + x + y + z thn, di mana x mewakili masa Yosua dan para tua-tua, y mewakili jumlah thn lebih dari 20 masa Samuel menjadi hakim, dan z mewakili pemerintahan Saul. Semuanya itu adalah angka yg tidak diketahui.
Tapi inti utama persoalan itu pada dasarnya dapat diatasi, jika dipandang dengan latar belakang cara menghitung Timur Kuno yg biasa, sebagai satu-satunya cara menghitung yg cocok. Tiada tempat yg menyatakan secara khusus, bahwa baik 397 thn yg diperoleh berdasarkan 1 Raj 6:1 maupun 470 thn ditambah dengan thn-thn dari Yosua -- Samuel yg tidak dikenal, semuanya harus dihitung berurutan, dan tidak perlu ini diterima. Kelompok-kelompok hakim dan penindasan-penindasan tertentu jelas dinyatakan sebagai berurutan ('dan setelah dia...'). Tapi ini tidak dikatakan tentang semuanya: paling sedikit tiga kelompok yg pokok dapat dianggap sezaman.
Demikianlah di antara yg 230 thn yg jelas berurutan yg diterima dari arkeologi dan yg 470 thn ditambah thn-thn tak dikenal yg dilaporkan, yg mungkin hanya sebagian yg berurutan, perbedaannya yg 240 -- ditambah -- thn-thn tak dikenal itu dapat dengan mudah ditampung. Sebaliknya yg 397 thn itu nampaknya hanya mewujudkan suatu pemilihan atas dasar beberapa asas yg belum jelas (seperti ump peniadaan dari penindasan-penindasan atau hal seperti itu) dari jumlah yg lebih besar yg 470 -- ditambah jumlah thn tak dikenal itu.
Penting disadari, bahwa dalam karya-karya Timur Tengah tentang kronologi, para penulis kuno itu tidak memberikan daftar-daftar yg sinkronis seperti yg lazim sekarang. Mereka hanya mendaftarkan tiap urutan orang-orang yg memerintah dan pemerintahan-pemerintahan terlepas yg satu dari yg lain, berurutan pada papirus atau loh. Sinkronisme diciptakan dalam karya-karya penulisan sejarah yg khusus, bukan daftar-daftar raja-raja atau cerita-cerita yg dimaksud untuk tujuan-tujuan lain. Satu contoh yg baik sekali tentang ini ialah Papirus Turin dari raja-raja Mesir. Dengan panjang lebar papirus ini mendaftarkan kelima wangsa, semuanya dari wangsa 13 hingga 17 dalam kelompok berurutan, semua berjumlah lebih 150 raja yg pemerintahannya meliputi paling sedikit 450 thn. Tapi telah diketahui dari sumber-sumber lain, bahwa kelima wangsa itu semuanya, yakni kr 150 raja dan kr 450 thn pemerintahan semuanya, harus dapat dimasukkan ke dalam 234 thn, kr 1786 hingga kr 1552 sM; umumnya dua urutan dan kadang-kadang tiga urutan raja yg dikenal sebagai telah memerintah sekaligus. Tidak adanya hunjukan kepada orang lain yg sezaman (ump di antara para hakim) itu, diimbangi oleh tidak adanya hunjukan-hunjukan yg sama bagi kebanyakan dari zaman sejarah Mesir yg baru saja dikutip.
Keadaan yg sama dapat dilihat pada daftar-daftar raja dan sejarah negara-negara kota bangsa Sumer dan Babel kuno dari Mesopotamia. Karena itu tidak ada alasan mengapa metode demikian tidak diterapkan atas sebuah karya seperti Kitab Hak. Harus ditekankan, bahwa baik yg mengenai Alkitab maupun yg tidak, sama sekali bukan soal kesalahan, melainkan soal metode-metode yg dipakai pada zaman kuno. Semua angka itu mungkin benar pada dirinya sendiri -- penafsir merekalah yg perlu diperhatikan.
Pemakaian data atas historis secara selektif dengan meniadakan beberapa di antaranya, seperti yg disarankan di atas bagi periode 397 (atau 480) thn itu, dikenal baik dari daftar-daftar sejarah Mesir dan Mesopotamia, maupun dari tempat-tempat lain. Angka-angka dari Alkitab dan keterangan arkeologis, baru berarti jika praktik-praktik kuno yg cocok tadi diingat. Setiap pemecahan final yg terperinci menuntut informasi yg lebih lengkap.
IV. Raja-raja Ibrani
a. Kerajaan kesatuan
Bahwa pemerintahan Daud 40 thn adalah jelas, karena angka itu campuran: 7 thn di Hebron, 33 thn di Yerusalem (1 Raj 2:11). Pemerintahan Salomo yg 40 thn mulai sebagai pemerintahan-pemerintahan bersama yg singkat dengan ayahnya, mungkin hanya beberapa bin; bnd 1 Raj 1:37-2:11; 1 Taw 28:5; 29:20-23, 26-28. Karena pemerintahan Salomo nampaknya telah berakhir kr 931/930 sM, ia naik takhta pada kr 971/970, sedang Daud pada kr 1011/1010 sM.
Pemerintahan Saul hanya dapat dikira-kira, karena sesuatu terjadi atas nas Ibrani pada 1 Sam 13:1; tapi 40 thn yg disebut dalam Kis 13:21 bisa benar, sebab anak Saul yg ke-4, Isyboset, tidak kurang dari 35 thn umurnya ketika Saul meninggal (Isyboset meninggal pada umur 42, tidak lebih dari 7 thn kemudian, 2 Sam 2:10). Karena itu jika Yonatan, anak tertua kr 40 thn ketika Saul meninggal, maka umur Saul tidak mungkin jauh kurang dari 60 thn saat meninggal. Jika Saul menjadi raja segera setelah ia diurapi sebagai 'seorang muda' (1 Sam 9:2; 10:1, 17 dab) kuat dugaan ia tidak lebih muda dari 20 thn, dan tidak lebih tua dari 30 thn, sehingga pemerintahannya pasti kr 30 atau 40 thn. Jadi jika diambil tengah-tengah, bahwa ia kr berumur 25 thn pada waktu naik takhta dengan masa memerintah paling sedikit 35 thn, maka data-data biologis itu cocok, dan dengan cara demikianlah Kis 13:21 dapat dipandang sebagai angka bulat atau angka yg sebenarnya. Jadi pelantikan Saul tidak jauh dari kr 1045 atau 1050 sM.
b. Kerajaan pecah
(i) Hingga kejatuhan Samaria. Membandingkan limmu Asyur, daftar-daftar raja dan naskah-naskah sejarah, maka tarikh 853 sM dapat ditetapkan bagi pertempuran di Karkar, kematian Ahab dan pelantikan Ahazia dari Israel; demikian juga pelantikan Yehu dan waktu Yoram mati pada thn 841 sM. Pemerintahan silang raja Ahazia dan Yoram sebenarnya mengisi masa selang ini, jika dihitung menuruti cara hitung pemerintahan yg telah menjadi kebiasaan. Penghitungan yg cermat seperti itu yg dilakukan dengan metode-metode kuno, memberi angka yg lengkap bagi pemerintahan kedua kerajaan, mundur hingga ke pelantikan Rehabeam di Yehuda dan Yerobeam di Israel thn 931/930 sM. Karena itulah bagi Kerajaan Kesatuan diberikan tarikh seperti di atas.
Demikian juga tarikh dari kedua urutan raja dapat dihitung sampai kejatuhan Samaria, tidak lebih kemudian dari 772 sM. Hal ini jelas ditunjukkan oleh E. R Thiele, Mysterious Numbers of the Hebrew Kings', 1965. Mungkinlah untuk menunjukkan, seperti telah dilakukannya, pemerintahan-pemerintahan bersama antara Asa dan Yosafat, Yosafat dan Yoram, Amazia dan Azazia (Uzia), Azaria dan Yotam serta Yotam dan Ahas. Tapi keberatan Thiele terhadap sinkronisasi dari 2 Raj 17:1 (thn ke-12 Ahas disamakan dgn pelantikan Hosea di Israel), 2 Raj 18:1 (thn ke-3 Hosea dgn pelantikan Hizkia dari Yehuda) dan 2 Raj 18:9, 10 (menyamakan thn ke-4 dan ke-6 Hizkia dgn thn ke-7 dan ke-9 Hosea) tidaklah laku. Thiele menganggap hunjukan ini sebagai thn-thn pemerintahan saja, dengan 12/13 thn kesalahan. Tapi keempat hunjukan ini sebenarnya hanya meneruskan sistem pemerintahan-pemerintahan bersama: Ahas memerintah bersama Yotam 12 thn, dan Hizkia bersama Ahas. Praktik pemerintahan-pemerintahan bersama ini di Yehuda pasti membantu stabilitas kerajaan. Daud dan Salomo dengan demikian telah memberikan teladan yg berharga.
(ii) Yehuda hingga kejatuhan Yerusalem. Sejak pemerintahan Hizkia hingga pemerintahan Yoyakim, tgl-tgl masih dapat diteliti sampai pada thn-thnnya, yg memuncak pada penaklukan Babel atas Yerusalem thn 597 sM, tepat pada tgl 15/16 Maret(tgl 2, bln Adar) 597, menurut loh-loh sejarah Babel mengenai masa ini. Tapi dari saat ini sampai kejatuhan Yerusalem yg final, ada beberapa ketidakpastian atas cara menghitung yg tepat dari thn Sipil Ibrani dan dari thn-thn pemerintahan yg berbeda-beda dari Zedekia dan Nebukadnezar dalam Kitab 2 Raj dan Yer. Akibatnya dua penanggalan yg berbeda beredar bagi kejatuhan Yerusalem: 587 dan 586 sM. Yg lebih disukai di sini ialah thn 587 sM, sesuai dengan pendapat Wiseman dan Albright (menentang Thiele, yg lebih menyukai 586 sM).
V. Pembuangan dan sesudahnya
Bagian terbanyak dari tarikh pemerintahan raja-raja Babel dan Persia, yg disebut dalam bagian-bagian Alkitab yg membicarakan masa ini, dapat ditentukan dengan tepat. Kira-kira setengah abad lamanya bermacam-macam pendapat mengenai urutan yg relatif dari Ezra dan Nehemia di Yerusalem. Urutan kejadian-kejadian dalam Alkitab, yg membuat Ezra sampai di Yerusalem pada thn 458 sM dan Nehemia pada thn 445 sM cocok sekali bila diteliti dengan cermat (bnd Stafford Wright). *EZRA; *NEHEMIA.
Zaman antara PL dan PB agak jelas. Untuk mengetahui tgl-tgl yg pokok ini, lih daftar kronologis.
KEPUSTAKAAN. Near Eastern Chronology: W. C Hayes; M. B Rowton; F Stubbings; CAH' 1970, ps 6: 'Chronology'; T Jacobsen, The Sumerian King List, 1939 -- membicarakan raja-raja Mesopotamia tua; R. A Parker dan W. H Dubberstein, Babylonian Chronology 626 sM-75 M, 1956 -- tgl-tgl penuh bagi Babel, Persia, dan raja-raja yg kemudian untuk 626 sM-75 M, dengan daftar; A Parrot, Archeologie Mesopotamienne, II, 1953 -- Bagian Dua: II membicarakan Hammurabi dan persoalan-persoalan yg berhubungan dengan itu, serta membicarakan daftar raja-raja Asyur; S Smith, Alalakh and Chronology, 1940 -- membicarakan tentang Hammurabi dan pemakaian kritis dari daftar raja-raja Asyur-Babel; E. R Thiele, Mysterious Numbers of the Hebrew Kings', 1965; A Jepsen dan A Hanhart, Untersuchungen zur Israelitisch-Judischen Chronologie, 1964; J Finegan, Handbook ofBiblical Chronology, 1964; V Pavlovsky, E Vogt, Bib, 45, 1964, hlm 321-347; 348-354. A Ungnad, Eponymen di E Ebeling dan B Meissner, Reallexikon derAssyriologie, 1938, hlm 412-457 -- pernyataan dan naskah-naskah penuh dari daftar-daftar eponim Asyur (limmu).Mesir: E Drioton dan J Vandier, L'Egypte (Coll. Clio, 1:2), 1962 -- sumber standar bagi hunjukan untuk sejarah kronologi Mesir; Sir A. H Gardiner, dalam JAE, 31, 1945, hlm 11-28 -- Pemerintahan dan thn-thn sipil Mesir; R. A Parker, The Calenders of Ancient Egypt, 1950 -- karya standar; R. A Parker dalam JNES, 16, 1957, hlm 39-43 -- mengenai tgl-tgl Tuthmosis III, wangsa 18 dan Raamses II, wangsa 19; W. G Waddell, Manetho, 1948 -- karya standar; R. J Williams, dalam DOTT, hlm 137-141 -- memberikan Tugu Israel.
Palestina: W. F Albright, Archaeology of Palestine, 1956 -- garis besar yg menyenangkan mengenai hal ini; N Glueck, Rivers in the Desert, 1959 -- rangkuman populer dari karyanya mengenai permukiman musiman dari Negeb pada abad 20 sM, yg meneruskan laporannya dalam BASOR, no 131, 137, 138, 142, 145, 149, 150, 152 dan 155; N Glueck, The Other Side of the Jordan, 19402, 1970, mengenai permukiman pada Zaman Perunggu Tengah dan Besi di Transyordan, mengenai tgl-tgl Abraham dan keluaran Israel. G. L Harding dalam PEQ 90, 1958, hlm 10-12 -- menentang Glueck mengenai permukiman di Transyordan; H. H Rowley, 'The Chronological Order of Ezra and Nehemiah', dalam The Servant of the Lord and Other Essays on the Old Testament, 1952, hlm 129 dst; J. S Wright, The Building ofthe Second Temple, 1958-mengenai tgl-tgl setelah Pembuangan; J. S Wright, The Date of Ezra's Coming to Jerusalem', 1958.
Kejatuhan Yehuda: D. J Wiseman, Chronicles of Chaldaean Kings (626-556 sM), 1956 -- asasi untuk masa ini; bnd yg berikut: W. F Albright dalam BASOR, 143, 1956, hlm 28-33; E. R Thiele, ibid, hlm 22-27; H Tadmor, dalam JNES, 1956, hlm 226-230; D. J. A Clines, 'Regnal Year Reckoning in the Last Years of the Kingdom of Judah', AJBA 2, 1972, hlm 9-34. KAK/TCM/HH
\\==> Image 00150\\

