KRONOLOGI PB
KRONOLOGI PB [browning]
Kehidupan Yesus dan perjalanan Paulus yang disusun dalam PB berada pada arus sejarah sekuler. Perhitungan Rahib Dionisius di Roma pada 532 M menghasilkan patokan bahwa *kelahiran Yesus adalah tahun 1 dalam era baru, era *Kristen, bertepatan dengan tahun 754 dalam kalender Romawi, yang dimulai dengan berdirinya kota itu. Dengan membanding-bandingkan bermacam-macam penanggalan berikutnya, dapat ditetapkan bahwa masa pemerintahan *Herodes Agung di Yerusalem adalah dari 37 sM hingga 4 sM. Namun, Yesus dilahirkan beberapa waktu sebelum kematian *Herodes Agung, yaitu pada atau sebelum tahun 4 sM (Mat. 2:1, 19). Ia disalibkan di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, yang adalah *kepala daerah Yudea dari tahun 26 hingga 36 M. Masa pelayanan Yesus diliputi ketidakpastian, karena para penginjil tidak begitu tertarik pada kronologi. Lukas adalah kekecualian, namun usahanya pada 3:1, seperti pada 2:1, meninggalkan banyak masalah bagi para pembacanya. *Sensus umum (2:1) sangat mustahil, bagaimana mungkin ribuan manusia di seluruh kekaisaran Romawi harus meninggalkan rumahnya? Lagi pula, sensus *Quirinus diadakan pada 6 atau 7 M, yang tidak cocok dengan masa pemerintahan Herodes Agung, dan dalam hal tertentu tidak berlaku bagi penduduk *Nazaret di *Galilea. Mengapa *Yusuf harus kembali ke Betlehem, tanah kelahiran leluhur beberapa generasi sebelumnya? Sangat jelas bahwa Lukas menyusun cerita untuk menggenapi nubuat *Mikha (5:2-4). 'Bintang' yang diikuti oleh orang-orang *majus (komet Halley terlihat pada tahun 12 sM) adalah keistimewaan yang lain dari *pemberitaan mengenai bayi Yesus, yang mendukung pandangan bahwa pemberitaan itu lebih merupakan interpretasi teologis daripada catatan-catatan historis yang tepat.
Lama pelayanan Yesus mungkin sekitar satu tahun, sebagaimana tersirat dalam Injil-injil Sinoptis, atau dua tahun (paling lama), sebagaimana disebutkan oleh Yohanes dengan indikasi tiga hari raya Paskah (Yoh. 2:13; 6:4; 11:55). Namun, seperti halnya Injil-injil Sinoptis dan Yohanes tidak sepakat mengenai penanggalan *Perjamuan Tuhan dan *penyaliban, dan karena metode untuk menyusun rincian *kalender Yahudi tidak meyakinkan, tahun tersebut mustahil diyakini. Bahkan catatan dalam Yoh. 2:20 bahwa pembangunan Bait Allah membutuhkan waktu 46 tahun, bukanlah petunjuk yang aman, karena Herodes tidak perlu memerintahkan agar pembangunan itu segera dimulai berdasar pada keputusannya. Mungkin, bulan April 30 M dapat diterima sebagai tanggal penyaliban yang masuk akal.
Ada beberapa penanggalan yang pasti untuk Paulus. *Aretas, yang memerintah *Damsyik (melalui seorang pejabat) ketika Paulus melarikan diri dari sana, memerintah kota itu dari 37 M (2Kor. 11:32). Berdasarkan hal ini dapat ditentukan bahwa pengalaman Paulus dalam perjalanan menuju Damsyik terjadi kira-kira 34 M. *Galio adalah prokonsul *Akhaya (Kis. 18:12) dari 51 hingga 52 M, yang merupakan penanggalan bagi keberadaan Paulus di *Korintus. Edik Kaisar *Klaudius yang mengusir orang-orang Yahudi dari Roma, mungkin dikeluarkan pada 49 M; karena itu Paulus berjumpa *Akwila dan *Priskila segera setelah itu di Korintus (Kis. 18:1-3). Mungkin ia telah menulis surat-suratnya di Tesalonika ketika itu. Prokurator *Feliks (Kis. 24:27) diberhentikan pada 60 M, sehingga pengadilan Paulus di bawah pemerintahan *Festus dan perjalanan ke Roma mungkin terjadi pada tahun itu. *Yakobus saudara Tuhan *dirajam pada 62 M. Kesyahidan *Petrus dan Paulus mungkin terjadi segera setelah kebakaran besar kota Roma pada 64 M.
KRONOLOGI PB [ensiklopedia]
Masyarakat Kristen pertama kurang memperhatikan kronologi. Dalam tulisan-tulisan PB hanya sedikit bahan kronologis, dan ada ketidakpastian mengenai penafsiran atas data-data yg ada. Juga harus diingat bahwa kronologi itu merupakan hal yg belum tuntas, sebab masih mungkin ada terang yg menyinarinya dari sudut yg tak terduga. Kim kita hanya dapat mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan dan mengatakan di sisi yg mana neraca itu diberi penekanan.
I. Kronologi hidup Yesus
a. Kelahiran-Nya
Yesus lahir sebelum kematian Herodes Agung (Mat 2:1; Luk 1:5), karena itu tidak lebih kemudian dari thn 4 sM (Jos., Ant. 17. 191; 14; 389. 487).
Menurut Luk 2:1-7 Yesus dilahirkan pada waktu pendaftaran penduduk diadakan, ketika Kirenius menjadi wali negeri Siria. Kirenius tak mungkin memerintah Siria sebelum ia menjabat konsul pada thn 12 sM. Padahal tidak ada berita dalam tulisan Yosefus atau dalam tulisan para ahli sejarah Roma tentang Kirenius memerintah antara 11-4 sM. Tapi ia menjadi wali negeri Siria pada thn 6/7 M, yg kemudian mengadakan pendaftaran penduduk Yudea yg menyebabkan pemberontakan Yudas orang Galilea (Jos., Ant. 18. 1 dst). Hal ini menyebabkan ada orang mengira bahwa pendaftaran dalam Luk 1:2, yg diadakan ketika Yesus lahir dicampuradukkan dengan pendaftaran yg lebih kemudian ini, yg lebih umum dikenal. Tapi mungkin, bahwa Kirenius memerintah Siria dari thn 11 sM hingga kedatangan Titius sebagai wali negerinya pada thn 9 sM (demikian ump Marsh, Founding of the Roman Empire, hlm 246, catatan 1), dan bahwa Agustus memutuskan untuk mengadakan pendaftaran setelah berkonsultasi dengan Herodes, ketika Herodes mengunjunginya pada thn 12 sM. Jadi kelahiran Yesus mungkin terjadi pada thn 11 sM. Usaha-usaha untuk menentukan bulan dan harinya tidak memberi hasil yg nyata. *KIRENEUS.
Perihal 'bintang di timur' (Mat 2:2), maka bintang berekor Halley yg nampak pada thn 12 sM menjadi suatu penglihatan yg menakjubkan sekali, yg cocok menjadi perintis jalan bagi Dia, yg menjadi Terang Dunia. Walaupun pada zaman kuno bintang-bintang berekor biasanya dipandang sebagai tanda yg jahat, namun Astronom Italia, Argentieri, menyimpulkan, bahwa bintang berekor ini ialah bintang para Majus. Kesimpulan ini didasarkan atas dua dugaan yg diragukan oleh banyak orang, yakni bahwa Yesus dilahirkan pada hari Minggu dan pada tgl 25 Desember.
Dengan mengakui bahwa kata yg diterjemahkan 'bintang' dalam Mat 2 itu menunjuk hanya kepada satu bintang, maka pengikut teori bahwa bintang di Timur itu merupakan gabungan Saturnus-Yupiter, telah dibagi menjadi dua aliran; yg satu mempertahankan bahwa bintang itu ialah Saturnus (demikian Gerhardt, Das Stern des Messias) dan yg lain bahwa Yupiterlah bintang itu (demikian Voigt, Die Geschichte Jesu and die Astrologie). Tapi agaknya tidak mungkin bahwa penggabungan dari kedua planet ini akan mengandung arti bagi astrolog-astrolog Timur mengenai kelahiran seorang raja.
b. Awal pelayanan-Nya
Di antara kelahiran Yesus dan awal pelayanan-Nya ada suatu masa kr '30 thn'. Demikian Luk 3:23, seperti yg diterjemahkan TBI. Tapi awal yg disebut di situ mungkin bukan awal pelayanan-Nya, dan tak diketahui betapa lebar kata 'kira-kira' boleh diartikan. Pernyataan yg tegas: 'UmurMu belum sampai 50 thn' (Yoh 8:57) memberi kesan bahwa pada masa pelayanan-Nya umur Yesus sekitar 40 thn, dan menurut Ireneus di antara tua-tua Asia ada tradisi yg mengatakan demikian. Tapi mungkin orang Yahudi menghunjuk pada masa masuk usia pensiun orang Lewi (Bil 4:3). Maksudnya 'jika Yesus masih melayani Allah (seperti tuntutan-Nya), maka Ia belum bisa sampai pada usia 50 thn'.
Yesus memulai pelayanan-Nya setelah Yohanes Pembaptis mulai melayani. Karena itu pelayanan Yesus tidak lebih dini dari thn ke-15 pemerintahan Tiberius (Luk 3:1). Berdasarkan penalaran-penalaran yg kuat, pandangan bahwa thn ini dihitung mulai dari saat Tiberius menjadi pembantu pemerintahan Agustus, sekarang umumnya ditolak. Agustus mati pada tgl 19 Agustus 14, thn kedua pemerintahan Tiberius mulai pada 1 Oktober 14 di dalam kalender Siria, pada tgl 1 Nisan 15 di dalam kalender Yahudi. Jadi dalam Luk 3:1, thn ke-15 pemerintahannya berarti: atau 27 (1 Oktober)-28, atau 28 (1 Nisan)-29. Penanggalan yg terakhir ini lebih mungkin, sebab di sini Lukas agaknya memakai sebuah sumber yg diambil dari lingkungan Pembaptis, dan banyak tulisan dari orang-orang non-Yahudi, Yahudi dan Kristen, menyebut bahwa thn ke-15 Tiberius itu meliputi bagian thn 29.
Luk 3:21 menunjukkan bahwa ada masa selang antara panggilan Pembaptis dan baptisan Yesus, tapi panjangnya tidak dapat ditentukan. Pembaptisan Yesus diikuti oleh 40 hari di padang gurun, pemanggilan murid-murid yg pertama, perkawinan di Kana, dan beradanya di Kapernaum untuk sementara waktu. Setelah kejadian-kejadian ini, yg paling sedikit meliputi 2 bin, Yesus pergi ke Yerusalem untuk merayakan Paskah pertama pelayanan-Nya (Yoh 2:13). Tanggalnya nampaknya diberikan oleh pernyataan orang Yahudi 'Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini' (Yoh 2:20), ditambah pernyataan Yosefus (Ant. 15. 380) bahwa Herodes pada thn ke-18 pemerintahannya (20/19 sM) 'mulai mengerjakan pembangunan' Bait Allah ini. Tapi Herodes harus mengumpulkan banyak bahan bangunan sebelum pembangunan dimulai, dan waktu yg dipakai untuk itu mungkin tidak dimasukkan ke dalam 46 thn itu. Terlebih-lebih, pernyataan orang Yahudi itu barangkali mengandung gagasan bahwa bangunan itu telah selesai beberapa waktu sebelum Paskah ini.
c. Akhir pelayanan-Nya
Yesus disalibkan ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea (semua 4 Injil, Tac, Ann. 15. 44, dan mungkin Jos., Ant. 18. 63, dst). Karena itu penyaliban itu terjadi pada salah satu thn antara 26-36. Bermacam-macam usaha telah diadakan untuk menentukan thn mana yg paling mungkin.
(i) Dari Luk 13:1 dan 23:12 mungkin dapat disimpulkan bahwa Pilatus telah menjadi wali negeri beberapa waktu sebelum penyaliban, dan oleh karenanya penyaliban itu hampir tak dapat terjadi sedini 26 atau 27.
(ii) Oleh banyak penulis, penyaliban ditetapkan terjadi dalam tahun jabatan Gemini, yakni thn 29. Tapi penanggalan ini sama sekali tidak diterima di mana-mana pun di gereja kuno, dan tidak ada buktinya, walaupun beberapa orang mengira bahwa pendapat itu mewujudkan suatu tradisi yg dapat dipercaya. Para penulis yg mengemukakannya, di antaranya Tertulianus-lah yg paling dini, sebagian besar termasuk Gereja Barat Latin. Tgl 25 Maret, tgl penyaliban yg diberikan oleh Hipolitus, Tertulianus dan banyak orang lainnya, jatuh pada hari Jumat pada thn 29. Tapi penyaliban itu terjadi pada waktu Paskah bln purnama, dan pada thn 29 bln purnama hampir pasti jatuh pada bln April.
(iii) Ketika Pilatus menjadi wali negeri, ia melukai hati orang Yahudi dengan menempatkan beberapa perisai nazar dalam istana di Yerusalem. Herodes Antipas mengambil bagian dalam memimpin meneruskan permintaan kepada Tiberius untuk memindahkan perisai nazar itu. Menurut beberapa ahli, hal inilah yg menjelaskan permusuhan yg disebut dalam Luk 23:12. Tiberius mengabulkan permintaan itu. Para ahli yg sama mempertahankan, bahwa Tiberius tidak akan melakukan ini selama ia di bawah pengaruh orang kepercayaannya, Sejanus, yg menjadi musuh utama orang Yahudi. Disimpulkan, bahwa penyaliban harus terjadi setelah kematian Sejanus pada bin Oktober 31, jadi tidak lebih dini dari 32. Tapi permusuhan antara Herodes dan Pilatus itu mungkin disebabkan oleh pembunuhan yg disebutkan dalam Luk 13:1, atau karena sesuatu perselisihan yg tidak diceritakan sejarah.
(iv) Keim, dalam bukunya Geschichte Jesu von Nazara, E. T 2, hlm 379 dst, menetapkan 'thn besar dalam sejarah dunia' pada ketergantungan kepada pernyataan Yosefus (Ant. 18. 116), bahwa kekalahan Antipas terhadap Aretas pada thn 36 oleh beberapa orang dipandang sebagai 'dari Allah, dan itu benar sekali, sebagai hukuman terhadap apa yg diperbuatnya atas Yohanes, yg disebut Pembaptis'. Keim menyimpulkan bahwa penghukuman mati Yohanes harus terjadi hanya 2 thn sebelumnya, pada thn 34, dan penyaliban pada thn 35. Tapi hukuman tidak senantiasa segera mengikuti kejahatan. Sedang asal permusuhan antara Antipas dan Aretas mungkin adalah karena Antipas bercerai dengan anak Aretas. Petunjuk dalam Yosefus menyatakan adanya masa selang antara perceraian itu dan perang pada thn 36.
(v) Dari usaha-usaha untuk menentukan thn penyaliban itu, yg paling berhasil ialah usaha yg dibuat dengan pertolongan astronomi. Menurut keempat Injil, penyaliban terjadi pada hari Jumat. Tapi, menurut Injil Sinoptik Jumat itu jatuh pada tgl 15 Nisan; dalam Injil Yoh pada tgl 14 Nisan. Lalu persoalan untuk dipecahkan dengan pertolongan astronomi ialah, menentukan di antara thn 26-36 itu thn yg manakah yg tgl 14 dan 15 Nisannya jatuh pada hari Jumat?
Karena pada zaman PB bln-bln Yahudi mengikuti perjalanan bulan, dan awal bin ditentukan oleh pengamatan 'bulan baru' (tgl satu), maka persoalan ini pada dasarnya ialah persoalan untuk menentukan bilamana 'bulan baru' itu nampak. Dengan mempelajari persoalan ini Fotheringham dan Schoch masing-masing mencapai suatu rumusan yg jikalau diterapkan mereka menemukan, bahwa 15 Nisan yg jatuh pada hari Jumat hanya terdapat pada thn 27 dan tgl 14 Nisan yg jatuh pada hari Jumat hanya terdapat pada thn 30 dan 33. Oleh karena thn 27 itu adalah tidak mungkin thn penyaliban, maka pemilihannya terletak antara thn 30 (7 April) dan 33 (3 April).
Dalam kronologi Injil-injil Sinoptik untuk minggu sengsara ada kejadian yg diberikan tempat pada 15 Nisan, yg agaknya tidak mungkin, karena hari itu ialah hari pertemuan suci. Kronologi Yohanes mengenai minggu itu nampaknya pada dirinya memang lebih mungkin; dan paling sedikit sampai awal abad 3 nampaknya telah lebih umum diterima di seluruh gereja. Usaha-usaha untuk mendamaikan Injil-injil dalam soal ini tidak mencapai kepuasan umum, dan pembicaraan mengenai persoalan ini berlangsung terus. Tapi patut dicatat, bahwa perhitungan para astronom tidak menunjuk kepada suatu thn bagi penyaliban, yg atas dasar-dasar lain dapat diterima, di mana 14 Nisan jatuh pada hari Kamis.
d. Lamanya pelayanan-Nya
Mengetahui Lamanya pelayanan Yesus lebih penting daripada mengetahui bilamana pelayanan itu mulai dan berakhir. Ada tiga teori pokok mengenai Lamanya pelayanan itu.
(i) Teori satu tahun. Pendukung pertama teori ini menganggap pengukuhan yg kuat, bahwa Yesus telah menerapkan kepada diriNya sendiri ay Yes yg menubuatkan 'tahun rahmat Tuhan' (Yes 61:2; Luk 4:19). Teori ini diterima luas pada zaman sebelum Nikea. Perhatian yg diperbaharui terhadap teori itu berasal dari abad 17. Di antara penyajian-penyajian teori itu yg menarik ialah penyajian van Bebber, Zur Chronologie des Lebens Jesu, 1898, dan Belser dalam sumbangannya kepada Biblische Zeitschrift, 1, 1903, 2, 1904.
(ii) Teori dua tahun. Pendukung teori ini termasuk Apolinaris dari Laodikia mempertahankan bahwa pada masa selang dari baptisan Yesus hingga penyaliban-Nya paskah yg dirayakan hanya ada 3, yg disebut dalam Yoh (Yoh 2:13; 6:4; 11:55). Pada abad pertengahan sedikit sekali pengikut teori ini, tapi sekarang mendapat banyak pengikut.
(iii) Teori tiga tahun. Pendukungnya yg paling dini dan dikenal ialah Melito dari Sardis. Tapi penerimaannya yg luas pada zaman setelah Nikea dan selama abad pertengahan, pada dasarnya disebabkan oleh pengaruh Eusebius. Ia menolak tafsiran harfiah terhadap kata 'tahun' dalam ungkapan 'tahun rahmat Tuhan', dan secara meyakinkan menunjukkan bahwa hanya pelayanan 'tiga tahun' penuh yg memuaskan tuntutan Injil keempat. Pada zaman kita teori ini juga mendapat banyak pengikut.
Karena disebutnya Paskah dalam Yoh 6:4, suatu ay yg mempunyai wibawa naskah yg baik sekali, maka teori 'satu tahun' harus ditolak. Untuk membuat keputusan antara teori dua tahun dan tiga tahun, maka masa selang antara Paskah Yoh 2:13 dan Paskah Yoh 6:4 itu harus diteliti dengan hati-hati. Karena biasanya ada 6 bln antara masa menabur dan masa menuai, maka kata-kata 'Empat bulan lagi tibalah musim menuai' (Yoh 4:35) tidak dapat dianggap sebagai ungkapan pepatah, tapi harus menghunjuk pada keadaan waktu kata-kata itu diucapkan.
Kembalinya Yesus ke Galilea yg disebut dalam Yoh 4:43 karenanya harus terjadi pada musim dingin. Bahwa hari raya yg tidak disebut namanya dalam Yoh 5:1 adalah hari raya Purim, seperti dipertahankan oleh banyak pendukung teori dua tahun (yg mengikuti Kepler), agaknya tidak mungkin. Hari raya Purim dirayakan pada Februari/Maret, jadi tentu segera setelah Yesus kembali ke Galilea. Tapi kata-kata 'sesudah itu' (Yoh 5:1) menunjukkan, bahwa ada masa selang yg panjang antara kembali-Nya ke Galilea dan kunjungan-Nya yg berikutnya ke Yerusalem. Hari raya yg tidak disebutkan namanya itu lebih mungkin adalah Paskah yg berikut pada bin Maret/April atau Pondok Daun. Pendukung tertentu dari teori dua tahun, meskipun menyetujui bahwa hari raya itu adalah hari raya Paskah, namun menyamakannya dengan Paskah dalam Yoh 6:4.
Ada yg mempertahankan bahwa dalam Yoh 6:4 kata sudah dekat' seharusnya diartikan 'baru saja terjadi', sedang yg lain mengatakan, bahwa Yoh 6 harus dibaca segera sebelum Yoh 5. Tapi kata 'sudah dekat' dalam Yoh 6:4 tidak mungkin berarti 'baru saja terjadi', sebab seperti yg jelas dari kata-kata 'sesudah itu' dalam Yoh 6:1, ada masa selang yg panjang antara kejadian-kejadian Yoh 5 dan kejadian-kejadian Yoh 6. Lagi pula tidak ada bukti dari naskah-naskah yg mendukung pengaturan kembali bab-bab yg diusulkan itu. Nampaknya ada Paskah antara Paskah dalam Yoh 2:13 dan 6:4 dengan akibat bahwa Lamanya pelayanan Yesus berlangsung 3 thn penuh.
Menurut yg pertama dari teori-teori yg tersebut di atas, Paskah yg pertama dan terakhir dari pelayanan Yesus ialah Paskah-paskah pada thn 29 dan 30, sedang menurut yg kedua Paskah itu jatuh pada thn 28 dan 30. Akhirnya menurut yg ketiga Paskah itu jatuh pada thn 30 dan 33.
II. Kronologi zaman para rasul
a. Dari Pentakosta hingga pertobatan Paulus
Ketika, 3 thn setelah pertobatannya (Gal 1:18), Paulus melarikan diri dari Damsyik, seorang penjabat di sana, 'wali negeri raja Aretas mengawal kota orang-orang Damsyik' untuk menangkap dia (2 Kor 11:32 dab). Menurut beberapa orang, penjabat ini ialah seorang syeikh dari suatu gerombolan orang Arab, taklukan-taklukan raja Aretas, yg berkemah di luar tembok-tembok kota. Tapi penunjukan Paulus akan dia memberi kesan bahwa penjabat itu adalah seorang yg aktif di dalam kota. Menurut orang-orang lain, Damsyik dikuasai langsung oleh pemerintah Romawi, maka penjabat itu ialah wakil dari masyarakat Arab yg berdiam di dalam kota tsb (bnd raja seperempat negeri orang Yahudi di Aleksandria, Jos., Ant. 14. 117). Tapi wakil ini tidak berkuasa untuk mengawal kota. Padahal kali ini Aretas agaknya menguasai Damsyik, dan penjabat ini menjadi vikarisnya. Mata uang menunjukkan bahwa Damsyik dikuasai Roma hingga thn 33. Ketika pada thn 37 Vitelius, wali negeri Siria menyerang Aretas, ia tidak meneruskan serangannya sampai Damsyik, tapi ke selatan menuju Petra. Tindakan ini tentu tidak akan dilakukan kecuali Damsyik masih di tangan Roma. Aretas yg meninggal thn 40, agaknya telah menduduki Damsyik antara 37 dan 40, dan pertobatan Paulus harus terjadi antara 34 dan 37.
Tidak ada bukti jelas bahwa masa selang demikian berlangsung lama. Pelemparan batu terhadap Stefanus, menurut beberapa pengulas adalah perbuatan melanggar hukum, yg orang-orang Yahudi tidak akan berani melakukannya selama perwalian Pilatus. Justru tarikh perbuatan itu tidak lebih dini dari thn 36. Tapi tidak seorang pun dapat mengatakan bilamana pengungkapan fanatisme demikian mustahil terjadi. Pengulas lain memperingatkan, bahwa sebelum pertobatan Paulus agama Kristen telah tersebar di Damsyik. Tapi hingga saat itu agaknya belum ada persekutuan Kristen yg terorganisir di luar Yerusalem. Kemajuan pesat pada masa semangat Pentakosta memang adalah mungkin. Tradisi yg dipelihara dalam Ireneus dan Ascension of Isaiah, yg menceritakan bahwa masa selang ini hanya berlangsung 18 bln agaknya patut diragukan, namun nampaknya pertobatan Paulus lebih mungkin terjadi pada thn 34 atau 35 daripada thn 36 atau 37.
b. Dari kunjungan pertama Paulus ke Yerusalem setelah pertobatannya hingga kunjungan untuk membawa dana kelaparan
Pada thn 37 atau 38 Paulus mengunjungi Yerusalem untuk pertama kalinya setelah pertobatannya. Ia di sana 15 hari, lalu berangkat ke Siria dan Kilikia, berada di sana hingga dipanggil oleh Barnabas untuk membantunya di Antiokia. Setahun kemudian kedua orang itu mengunjungi Yerusalem untuk membawa dana kelaparan, yg diceritakan dalam Kis 11:29 dab dan 12:25.
Karena dalam Kis 12:1-24 Lukas mengalihkan ceritanya dari kunjungan ini, untuk mengemukakan sejarah jemaat di Yerusalem sampai waktu itu, maka tarikh kunjungan itu ia tentukan setelah kematian Agripa I. Berita yg diceritakan dalam tulisan Yosefus menunjukkan bahwa Agripa I mati pada thn 44, barangkali sebelum 1 Nisan. Penentangannya terhadap jemaat, yg terjadi pada suatu musim Paskah dapat diberi tarikh thn 43, tapi barangkali tidak lebih dini, karena agaknya jarak waktu tidak lama antara penentangan itu dan kematiannya.
Bala kelaparan yg dinubuatkan oleh Agabus menimpa Yudea ketika Tiberius Aleksander menjadi wali negeri (4648). Keadaan paling parah jatuh pada thn setelah thn yg panennya gagal dan panen baru belum dapat dituai. Justru pada waktu itu Helena, ratu Adiabene, datang di Yerusalem membawa gandum yg diambil dari gandum rakyatnya di Mesir. Seperti ditunjukkan oleh papirus-papirus, bala kelaparan menimpa Mesir pada parohan kedua thn 45. Para hamba Helena tidak mungkin mendapatkan gandum di sana, paling tidak setelah panen thn 46 di Mesir. Panen yg jelek di Palestina harus jatuh pada thn 46 dan 47. Pengumpulan dana di Antiokia mungkin dilakukan ketika orang Kristen di Yudea benar-benar sangat memerlukannya. Justru pengumpulan dana itu terjadi menjelang akhir thn 45 atau 46. Tanggal yg lebih dini dari ini lebih memberi tempat bagi kejadian-kejadian berikutnya, jadi diterima lebih baik.
c. Perjalanan pertama pemasyhuran Injil
Setelah kembali di Antiokia, Paulus dan Barnabas segera -- barangkali pada bln-bln pertama thn 46 -- memulai perjalanan pertama pemasyhuran Injil. Setelah mereka berlayar ke Salamis di Siprus, mereka melintasi pulau itu pergi ke Pafos, dimana mereka bertemu dengan Sergius Paulus, wali negeri. Tidak dapat dipastikan apakah ia itu Sergius Paulus yg namanya disebut oleh Pliny dalam Historia Naturalisnya sebagai salah seorang yg dapat diandalkan.
Satu prasasti di Roma menyebut L Sergius Paulus sebagai pengurus Tiber dalam pemerintahan Klaudius, tapi bahwa ia berikutnya memerintah Siprus tidak diketahui. Satu prasasti yg ditemukan di Soloi di Siprus berakhir dengan tgl 'tahun 13, bulan Demarkhusios 25', tapi prasasti itu mempunyai tambahan suatu pernyataan, 'Ia (Apolonius dari prasasti itu) juga memperbaiki senat ketika Paulus menjadi wali negeri'. Paulus inilah mungkin Paulus yg disebut dalam Kis. Tapi Apolonius agaknya tidak memperbaiki senat pada thn 13. Lagi pula apa arti 'tahun 13' itu sendiri juga tidak pasti. Satu prasasti lain menunjukkan bahwa Paulus tidak menjadi wali negeri itu pada thn 51 atau 52, maka tidaklah mungkin menentukan thn jabatannya itu secara tepat berdasarkan informasi dari prasasti-prasasti pada masa kini.
Sementara meneruskan perjalanan dari Salamis ke barat, para penginjil itu mungkin memberitakan Injil di kota-kota yg dikunjungi. Mungkin mereka tiba di Pafos pada musim rontok. Kemudian mereka menyeberang ke Perga, mulai memberitakan Injil di Pisidia dan Likaonia sebelum musim dingin tiba. Karena 12 bln agaknya cukup bagi pengutusan ini, maka kembalinya mereka ke Antiokia dapat diberi tarikh pada musim rontok thn 47.
d. Sidang para rasul
Pada awal thn 48, 14 thn setelah pertobatannya, Paulus dan Barnabas mengunjungi Sidang para rasul yg disebut dalam Kis 15.
Ada orang yg menyamakan sidang ini (Kis 15) dengan pertemuan yg disebut dalam Gal 2:1-10. Mereka, karena merasa bahwa keberatan yg dikemukakan orang terhadap pandangan itu (bahwa dlm Surat Gal itu Paulus tidak menyinggung kunjungannya yg disebut dlm Kis 11:30) tidaklah berlaku, karena Paulus mengemukakan kunjungannya dalam Gal 1:18 itu untuk tujuan yg berbeda dengan kunjungannya dalam Gal 2:1. Untuk menunjukkan, bahwa ia 'seorang rasul, bukan karena manusia, atau oleh seorang manusia' ia menyatakan, bahwa ia tidak mempunyai hubungan dengan para rasul hingga 3 thn setelah pertobatannya. Maksudnya dengan menyebut suatu kunjungan ke Yerusalem yg lebih kemudian, ialah untuk meyakinkan orang-orang Galatia bahwa kerasulannya bagi bangsa-bangsa non-Yahudi pada waktu itu diakui oleh para pemimpin jemaat. *YERUSALEM, SIDANG DI; dan *GALATIA, SURAT KEPADA.
Ada orang yg menempatkan kunjungan dalam Kis 11:30 itu sebelum Agripa menentang jemaat, dan mempertahankan bahwa sidang dalam Kis 15 (Gal 2:1-10) terjadi pada waktu itu. Tapi secara kronologis ini sulit, sebab oleh karenanya pertobatan Paulus harus ditarikhkan pada waktu yg tidak lebih kemudian dari thn 30. Orang-orang lain berpendapat, bahwa sidang itu diadakan setelah perjalanan pertama pemasyhuran Injil, dan pada waktu itulah pengumpulan dana untuk bencana kelaparan dari Antiokia dibawa ke Yerusalem, bukan sebelumnya. Diperkirakan, bahwa Lukas memperoleh dua pemberitaan tentang kunjungan ini, yg satu bersumber di Antiokia, yg lain di Yerusalem, dan secara keliru menganggap kedua berita itu menunjuk kepada dua kunjungan yg berbeda. J Knox, dalam Chapters in a Life of Paul (1954) menempatkan Sidang para rasul itu sesudah kegiatan pemasyhuran Injil Paulus pada thn 40-51. Tapi pandangan Knox yg radikal tentang kronologi Paulus, tidak umum diterima.
e. Perjalanan kedua pemasyhuran Injil
Paulus memulai perjalanan kedua agaknya menjelang akhir musim semi thn 48. Setelah mengunjungi jemaat-jemaat di Siria, Kilikia dan jemaat-jemaat yg telah berdiri di Asia Kecil, ia memasuki suatu daerah baru 'tanah Frigia dan tanah Galatia' (Kis 16:6).
Tiada berita tentang pelayanannya di sana. Tapi perjalanan itu harus dipandang mencakup pembentukan jemaat-jemaat yg kemudian dikirimi suratnya yg ditujukan kepada orang-orang Galatia. Sebab menurut pandangan yg dimiliki di mana-mana hingga abad 19, dan yg masih cukup punya bukti, jemaat-jemaat ini berada di Galatia dalam arti etnografis. Pembentukan jemaat-jemaat ini agaknya telah menyibukkan Paulus hingga awal thn 49.
Pemasyhuran Injil yg mengikutinya di Makedonia dan Akhaya berarti segera setelah peristiwa Galio (Kis 18:12-17), yg waktunya dapat ditempatkan dalam batas-batas yg sempit dengan pertolongan suatu prasasti. Di dalam prasasti ini satu surat keputusan Klaudius kepada para imam Delfi yg diberi tgl 'penyambutan kekaisarannya yg ke-26', Galio disebut wali negeri. Ada juga prasasti-prasasti (CIL, 3. 476 dan 6. 1256) yg menunjukkan bahwa Klaudius disambut untuk yg ke-23 kalinya pada suatu tgl yg lebih kemudian dari 25 Januari 51 dan untuk yg ke-27 kalinya sebelum 1 Agustus 52. Hal ini menjadikan mungkin sekali bahwa ia disambut untuk yg ke-26, dan oleh karenanya surat keputusan itu ditulis pada parohan pertama thn 52.
Tapi sebelum itu Galio telah menyelidiki masalah perbatasan yg dipersoalkan dan telah mengadakan surat-menyurat dengan Klaudius tentang hal itu. Maka surat keputusan itu agaknya dibuat pada parohan kedua dari thn Galio menjabat gubernur, dan thn itu harus dimulai pada musim panas thn 51. Kis 18:12 menyebut bahwa Galio telah memangku jabatannya itu beberapa waktu sebelum orang-orang Yahudi membuat huru-hara, tapi mungkin mereka tidak menunggu lebih dari beberapa bln. Bahwa Paulus telah 18 bln berada di Korintus sebelum peristiwa ini, agaknya ia sampai di situ pada awal thn 50. Dan oleh karena setelah itu ia tinggal di Korintus 'beberapa hari lagi' (Kis 18:18) (suatu ungkapan yg di sini tidak dapat menunjuk kpd lebih dari 1 atau 2 bln), mungkin ia kembali ke Siria sebelum musim dingin thn 51/52.
Ketika tiba di Korintus Paulus berjumpa dengan Akwila dan Priskila yg baru datang dari Roma, karena Klaudius telah memerintahkan supaya semua orang Yahudi meninggalkan kota itu. Orosius menempatkan perintah pengusiran ini pada thn ke-9 pemerintahan Klaudius, thn 49 (25 Januari)-50. Sekalipun tiada kepastian tentang dari mana Orosius mendapat tgl ini, namun tgl ini mungkin bersandar kepada kewibawaan yg baik. Tgl ini cocok dengan kesimpulan, bahwa Paulus tiba di Korintus pada awal thn 50.
f. Dari awal perjalanan ketiga Paulus untuk memasyhurkan Injil hingga kedatangannya di Roma
Perjalanan ketiga Paulus hampir tidak dapat dimulai lebih dini dari thn 52. Karena perjalanan itu mencakup 3 thn berada di Efesus (Kis 20:31), dan 3 bln di Yunani (Kis 20:3), maka harus berakhir paling dini pada thn 55. Kedatangan Festus sebagai wali negeri pengganti Feliks 2 thn kemudian (Kis 24:27), paling dini terjadi pada thn 57. Karena pengganti Festus berada di Palestina pada hari raya Pondok Daun pada thn 62 (Jos., BJ. 6. 300 dst), maka Festus yg meninggal pada waktu ia masih menjabat jabatannya, harus paling kasep tiba di Palestina menjelang thn 61. Tentang thn-thn yg mungkin ini, yakni 57-61, para ahli dalam jumlah terbanyak menolak thn 57 dan 58 sebagai terlalu dini, dan menerima thn 59 atau 60, sehingga kedatangan Paulus di Roma dicenderungi pada thn 60 atau 61.
Tapi, ketika wali negeri Festus memperkenankan suatu utusan membawa permohonan ke Roma, permohonan itu dikabulkan 'untuk menyenangkan Popea, permaisuri Nero' (Yos., Ant. 20. 195). Karena Nero kawin dengan Popea bln Mei 62, maka Festus mungkin masih hidup pada April. Mata uang yg baru di Yudea thn 59 (yg terakhir sebelum pemberontakan 66) mungkin menandakan bahwa Festus mulai memangku jabatannya pada thn itu.
Barangkali sebabnya Paulus kembali dari Korintus ke Siria adalah karena ia sakit, maka agaknya ia tidak dapat memulai perjalanan ketiga sebelum thn 53. Ketika ia kembali ke daerah Frigia dan Galatia -- kali ini ia memasukinya melalui Galatia (Kis 18:23) dan, setelah apa yg menurut Kis 19:1 nampak sebagai pemasyhuran Injil yg penting di Asia Kecil Tengah -- ia datang di Efesus, barangkali pada musim rontok thn 54. Pada thn 57, setelah huru-hara di sana, ia meninggalkan Efesus pergi ke Troas. Setelah menyeberang ke Eropa pada awal thn 58, ia berjumpa dengan Titus, yg memberikan berita yg melegakan hatinya tentang keadaan jemaat Korintus. Lain ia bekerja di Makedonia dan di Akhaya dan mungkin di Ilirikum (Rm 15:19) dan kembali ke Yerusalem pada thn 59. Pada thn 61, setelah terpenjara di Kaisarea selama 2 thn, ia naik banding kepada Kaisar dan pada musim rontok (Kis 27:9) berlayar ke Roma, tiba di sana thn 62.
Menurut Yosefus, Feliks setelah kembali dari Roma terhindar dari hukuman karena perbuatannya yg salah di Palestina sebagai akibat campur tangan saudaranya Palas, 'yg pada waktu itu mendapat kehormatan besar daripadanya (Nero)'. Dan menurut Tacitus, Nero memberhentikan Palas dari jabatannya segera setelah pelantikannya menjadi Kaisar. Dalam Chronicle Eusebius (menurut versi Hieronimus) kedatangan Festus sebagai wali negeri diberi penanggalan pada thn kedua pemerintahan Nero, dan mengingat masa 2 thn dalam Kis 24:27 sebagai thn-thn Feliks menjabat wali negeri, maka berdasarkan data-data di atas ahli-ahli tertentu mempertahankan, bahwa Festus mengganti Feliks pada thn 55 atau 56. Keberatan-keberatan terhadap kronologis yg 'mendahului' ini ialah, bahwa kronologi itu memberikan hanya sedikit ruang bagi kejadian-kejadian untuk perjalanan ketiga Paulus; bahwa kronologi itu menerima penafsiran yg kurang biasa dari Kis 24:27, dan bahwa Yosefus sendiri menempatkan kejadian-kejadian dari waktu Feliks menjabat wali negeri pada zaman pemerintahan Nero.
g. Dari waktu Paulus tiba di Roma hingga akhir zaman rasuli
Paling sedikit 2 thn, yakni hingga thn 64, thn penentangan Nero, Paulus tetap menjadi tahanan di Roma. Apa yg terjadi atasnya sesudah waktu itu tidak diketahui dengan pasti.
Secara ajaib sekali Petrus dilepaskan dari tangan Agripa (Kis 12:3 dab). Lalu ia menghadiri Sidang para rasul dan kemudian mengunjungi Antiokhia (Gal 2:11 dab). Hunjukan kepada partai Kefas di Korintus (1 Kor 1:12) tidak memberi bukti yg mutlak bahwa Petrus pernah datang di sana. Ada cukup bukti bahwa ia datang di Roma, tapi hanya kematiannya di sana yg dapat dikatakan pasti.
Yakobus, saudara Tuhan, dilontari batu hingga mati pada thn 62, menurut Jos., Ant. 20.200. Tapi bagian kitab ini mungkin suatu sisipan. Tidak lama sebelum Perang Yahudi (66-70) orang Kristen Yerusalem mengungsi ke Pella, Perlawanan terhadap orang Kristen pada zaman pemerintahan Domitianus (81-96) nampaknya disebabkan oleh permusuhan pribadi atau kemarahan rakyat, bukan karena tindakan negara. Hanya ada sedikit bukti bahwa rasul Yohanes mati martir bersama saudaranya Yakobus (Kis 12:2). Bahwa ia, seperti yg dilaporkan Ireneus (Adv. Haer. 2, 22. 5), hidup hingga zaman Trayanus, jauh lebih mungkin. Kematiannya (kr 100) menandai akhir zaman rasuli.
KEPUSTAKAAN. Ginzel, Handbuch der mathematischen und technischen Chronologie, 1906-1914; Cavaignac, Chronologie, 1925; J Finegan, Handbook of Biblical Chronology, 1964; U Holzmeister, Chronologia Vitae Christi, 1932; J. K Fotheringham, 'The Evidence of Astronomy and Technical Chronology for the Date of the Crucifixion', dalam JTS, 35, 1934,146 dst; E. F Sutcliffe, A Two Year Public Ministry, 1938; G Ogg, The Chronology of the Public Ministry of Jesus, 1940; L Girard, Le Cadre chronologique du Ministere de Jesus, 1953; A Jaubert, La Data de la Cene, 1957; D Plooij, De Chronologie van het Leven van Paulus, 1918; J Dupont, Les Problemes du Livre des Actes, 1950; G. B Caird, The Apostolic Age, 1955; Appendix A; U Holzmeister, Historia Aetatis Novi Testamenti, 1938; J J Gunther, Paul, Messenger and Exile: A Study in the Chronology of his Life and Letters, 1972; J. A. T Robinson, Redating the New Testament, 1976. GO/HH


untuk membuka halaman teks alkitab saja. [