KONSILI RASULI
KONSILI RASULI [browning]
Sidang di Yerusalem yang digambarkan dalam Kis. 15 kadang-kadang disebut Konsili Rasuli, meskipun sidang itu dipimpin oleh *Yakobus saudara Tuhan, dan bukan salah seorang dari keduabelas rasul. Cerita dalam Kisah Para Rasul ditulis jauh lebih kemudian dari peristiwanya (yang kemungkinan diselenggarakan pada tahun 49 M) dan menggambarkan perdebatan yang jauh lebih sejuk serta keputusan yang lebih harmonis ketimbang apa yang dapat disimpulkan dari cerita dalam bahasa yang kasar penuh kekerasan, menurut bahasa yang dipakai Paulus dalam Gal. 2. Konflik itu disebabkan oleh keberhasilan misi Paulus kepada orang-orang *bukan Yahudi, yang diterima ke dalam jemaat melalui *baptisan tanpa terlebih dulu menjalani penerimaan ke dalam *Yudaisme melalui *sunat. Orang-orang Kristen Yahudi takut terhadap gelombang pertobatan para *penyembah berhala, yang tidak pernah mengenal disiplin *Taurat atau warisan umat Allah, Israel. Hal ini menyebabkan orang-orang Kristen Yahudi keras menolak untuk ambil bagian dalam jamuan makan bersama orang-orang Kristen bukan Yahudi yang tak bersunat. Meskipun salah satu manuskrip penting menghilangkan pernyataan mengenai larangan makan daging binatang yang mati karena dicekik (Kej. 9:4) menjadikannya suatu perintah langsung mengenai tanggung jawab moral, agaknya suatu kompromi berhasil dicapai: sunat tidak diwajibkan bagi orang-orang bukan Yahudi yang bertobat, namun mereka harus menghormati keberatan-keberatan orang-orang Yahudi Kristen mengenai makanan sehingga persekutuan meja makan tidak menjadi rusak karenanya. Namun, keberatan terhadap akurasi historis keputusan ini adalah bahwa Paulus, yang dalam perdebatan itu, tidak pernah sekalipun menyebutkan keputusan ini, bahkan untuk meredakan pertikaian di Korintus (1Kor. 8).


. [