Daftar Isi
BROWNING: KERAMAHTAMAHAN

KERAMAHTAMAHAN

KERAMAHTAMAHAN [browning]

Menyambut baik orang asing atau pengembara merupakan kesopansantunan fundamental di Timur Dekat purba (Kej. 18:1-8). Berbagai akibat dari keadaan yang genting merusak adat istiadat ini (Hak. 8:4-9). Dalam PB (Luk. 7:36-50), *Simon, seorang *Farisi, dicela karena kurang memberi perhatian kepada tamu-tamunya. Ketika Yesus mengutus *murid-murid-Nya untuk suatu misi, Ia berharap agar mereka menunjukkan keramahtamahan (Mrk. 6:10). Yesus sendiri menghargai adat-istiadat ini dengan tidak berlaku kasar atau sombong terhadap tuan rumah. Ia menyembuhkan hanya jika diminta (Mrk. 1:30) dan tahu aturan mana yang harus didahulukan (Luk. 14:8). Kadang-kadang Ia ditawari rumah pribadi untuk mengajar (Mrk. 1:29-34).

Jemaat perdana mengharapkan anggota-anggotanya agar menyambut baik keramahtamahan, jika mereka berkunjung ke kota lain (Rm. 12:13; 1Ptr. 4:9; Kis. 17:7). Di antara para pemimpin jemaat terjadi tukar menukar surat rekomendasi untuk para musafir (Rm. 16:1-2; 3Yoh. 5).




TIP #30: Klik ikon pada popup untuk memperkecil ukuran huruf, ikon pada popup untuk memperbesar ukuran huruf. [SEMUA]
dibuat dalam 0.08 detik
dipersembahkan oleh YLSA