KEMAH, TENDA
KEMAH, TENDA [ensiklopedia]
Sarana dibuat dari kain atau kulit yg dapat dilipat-lipat, ditopang dengan tongkat dan biasanya diikat teguh dengan tali, yg direntangkan dari tongkat-tongkat itu ke pasak-pasak atau patok-patok pendek yg ditancapkan ke tanah sekelilingnya. Bnd Yes 54:2, yg menyebut tendanya, talinya, patoknya atau pasaknya (tapi tongkat tidak); warna kain kemah biasanya hitam (Kid 1:5). Kemah sudah digunakan pada tempat-tempat tinggal yg paling kuno, hasil karya manusia (Kej 4:20; 9:21). Itulah tempat tinggal yg biasa, baik bagi bangsa-bangsa pengembara maupun setengah pengembara.
Bapak-bapak leluhur Ibrani tinggal dalam kemah (Kej 18:1, 6, 9-10 dab); dan kaum perempuan kadang-kadang punya kemah sendiri (Sara, Kej 24:67; Yakub, Lea, budak perempuan dan Rahel, Kej 31:33), dan sudah tentu berdekatan dengan kemah suami mereka. Waktu orang Israel keluar dari Mesir dan menuju tanah Kanaan, mereka tinggal dalam kemah-kemah (Kel 16:16; 33:8, 10; Bil 16:26; 19:14), tapi sesudah menduduki tanah Kanaan, mereka membangun tempat tinggal menetap.
Pada zaman Yeremia, golongan Rekhab terus mempertahankan hidup mengembara, tinggal dalam kemah mencemooh cara hidup tinggal menetap (Yer 35:7). Tapi janganlah cara hidup menyendiri dalam kemah-kemah bangsa pengembara dinilai lebih unggul dari hidup beribadah kepada Allah (Mzm 84:10). Kematian diumpamakan seperti mencabut kemah (Ayb 4:21; bnd 2 Kor 5:1).
Di antara bangsa-bangsa lain yg dicatat Alkitab mempunyai kemah ialah bangsa Midian (Hak 6:5; 7:13), bangsa Kedar (Kid 1:5), bangsa Kusyan (Hab 3:7; orang Midian juga); semua bangsa ini tinggal di pinggir-pinggir padang gurun Transyordan dan tanah Arab barat laut. Ada kegunaan khusus kemah dalam kehidupan bangsa-bangsa yg sudah tinggal menetap. Kemah bagi para gembala merupakan tempat yg aman di padang rumput (Kid 1:8; Yes 38:12); raja-raja beserta bala tentaranya menggunakan kemah-kemah di tempat perhentian mereka, bnd 1 Sam 17:54 (Daud), 2 Raj 7:7-8 (orang Aram). Akhirnya, 'kemah' dalam percakapan biasa dipakai untuk mengungkapkan setiap cara 'tinggal' atau 'berdiam' (tidak hanya secara harfiah; bnd 1 Raj 8:66; 2 Raj 13:5) barangkali karena kemah banyak dipakai pada musim panas oleh banyak penghuni kota dan desa. Apa yg dikatakan dalam Alkitab mengenai kemah, didukung oleh keterangan-keterangan dari sumber-sumber lain.
Pada zaman Bapak-bapak leluhur, tokoh Sinuhe, orang Mesir itu, mempunyai kemah dan tempat perkemahan di Kanaan, dan menjarah perkemahan musuhnya (ANET, hlm 20b, baris 145). Pada zaman sesudah keluaran Israel dan pada permulaan permukiman mereka di tanah Kanaan, ada catatan Rameses III (kr 1192-1161 sM), bahwa dia 'memusnahkan Seir (Edom) yaitu salah satu suku pengembara, dan menjarah isi kemah-kemah mereka ('hr, dari kata Ibrani 'ohel) maksudnya 'manusianya dengan harta bendanya' (ANET, 262a). Bnd Midian, Kusyan atau Kedar. Mengenai gambar-gambar kemah tentara Asyur (bulat, ditopang oleh tongkat dan tongkat-tongkat kecil), lih ANEP, gambar 170, 171, 374 (kemah perang raja). Lih DJ Wiseman dalam G. A Cuttle (red), Biblical and Near Eastern Studies, 1978. KAK/MHS

