KEBUTAAN
KEBUTAAN [browning]
*Binatang-binatang yang buta tidak layak untuk dipersembahkan sebagai *korban (Im. 22:22), dan imam-imam yang buta tidak diperbolehkan mempersembahkan korban (Im. 21:16-24), sekalipun umat diperintahkan untuk merawat orang-orang buta (Im. 19:14). Kebutaan juga menjadi istilah simbolis -- mata orang buta yang dicelikkan Allah merupakan ungkapan yang hidup untuk mengenali tanda-tanda zaman (Yes. 29:18). Dalam PB, di mana penyembuhan orang-orang buta merupakan salah satu indikasi kedatangan *Kerajaan Allah, penyembuhan secara bertahap seorang buta di *Betsaida (Mrk. 8:22-26) merupakan sesuatu yang penting. Hal tersebut terjadi pada para *murid. Di *Kaisarea Filipi, *Petrus mencapai pengertian parsial (Mrk. 10:46-52). Demikian halnya dengan penyembuhan *Bartimeus (Mrk. 10:46-52), kisah ini merupakan ilustrasi yang hidup mengenai pemahaman baru para murid yang mengikut Yesus dalam perjalananNya (10:52), yaitu para murid yang mengikut Dia di jalan Kristen (Kis. 9:2). Orang yang buta sejak lahir, yang penglihatannya disembuhkan oleh Yesus (Yoh. 9:6-7), menjadi orang percaya (9:38); ia bertobat, yang berarti ditolak oleh *Yudaisme dan dikucilkan dari *sinagoga (9:22).

