KATOLIKISME AWAL
KATOLIKISME AWAL [browning]
Istilah yang digunakan oleh beberapa sarjana PB untuk mendefinisikan perkembangan dalam kehidupan dan pemikiran Kristen yang mereka lihat, dari pengharapan bahwa akhir zaman dan penghakiman akan segera tiba, hingga norma-norma sakramental dan institusional yang berlanjut. Apakah yang terjadi dalam Gereja setelah kematian para *rasul? Terlihat dari surat-surat Paulus bahwa organisasi jemaat itu longgar dan bahwa tiap-tiap anggota jemaat diberi *karunia berbeda-beda, yang diharapkan dapat mereka pergunakan (1Kor. 12:4-11), seperti karunia bernubuat dan *menyembuhkan. Namun, oleh sementara sarjana, terutama di Jerman, dikemukakan bahwa kemerdekaan mula-mula ini secara bertahap berubah: pelayanan *pengajaran dan *sakramen menjadi terpusat di tangan *pelayan-pelayan yang berwenang, yang kewenangannya berasal dari pendahulunya; sakramen makin ditekankan sebagai wahana untuk ikut ambil bagian dalam kehidupan Kristus; *pembenaran oleh *iman digantikan dengan sistem etika. Karenanya, dalam pandangan sejarah Gereja ini, 'Katolikisme Awal' menunjukkan suatu langkah mundur ketika Gereja menanggalkan kesederhanaan dan pengharapan generasi pertama dan mendekati agama legalisme dan hierarkhis Abad Pertengahan yang melembaga. Dikatakan bahwa jejak-jejak apa yang disebut Katolikisme Awal ini dapat dilihat dalam Kisah Para Rasul (14:23) dan surat-surat kemudian, seperti *Surat-surat Pastoral, Efesus dan 2 Petrus, tidak lama sebelum *Ignatius dari Antiokhia (...107 M) menyatakan keyakinannya yang kuat bahwa baik tidaknya reputasi masing-masing jemaat lokal ditunjukkan oleh ada atau tidak adanya *penilik jemaat.
Akan tetapi, disepakati secara luas bahwa dalam PB mestinya terdapat *kepelbagaian bentuk *pelayanan dan kepercayaan, sebelum menjadi mapan dan *ortodoks, karena tekanan kontroversi internal dan sikap eksternal yang bermusuhan.

