Lihat definisi kata "Ibrani, Surat" dalam Studi Kata
Daftar Isi
HAAG: Ibrani, Surat
BROWNING: IBRANI, SURAT

Ibrani, Surat

Ibrani, Surat [haag]

Ibrani (Surat).

  1. (1) Mengenai pembuatan surat itu belum ada kejelasannya sampai detik ini. Sudah sejak abad ke-3 Gereja Timur menggabungkan surat itu pada surat-surat Paulus. Sedangkan di Gereja Barat surat itu baru dimasukkan ke dalam daftar Kanon pada pertengahan kedua dalam abad ke-4, atas pengaruh dari Timur. Penyelidikan baru pada dewasa ini berpendapat, bahwa surat itu tidak berasal dari Paulus. Bukan hanya bahasa dan coraknya yang sebagian besar berbeda dengan surat-surat Paulus, -- Pembuat ~SI menulis surat itu dengan bahasa Yunani yang terdidik dan teliti --, tetapi theologinya juga tidak cocok dengan theologi Paulus. Tentu saja di dalam isi ~SI itu bahan pikiran Paulus jelas ada. Orang tidak meragukannya (: misalnya: Kristus yang menjadi pengantara di dalam penciptaan Ibr 1:2-3; bdk. Kol 1:15). Tetapi, tema pokoknya, mengenai imamat agung Kristus, bukan persoalan yang dijadikan permasalahan oleh Paulus. Sebaliknya tidak ditemukan tema-tema Paulus yang penting di dalam ~SI (: pembenaran oleh iman; dualisme daging dan rokh). Meskipun ditemukan berbagai-macam dugaan (: Apollos atau Barnabas), tetapi dapatlah dinyatakan dengan pasti, bahwa penulis ~SI adalah seorang Kristen Yahudi aliran Helenis. Ia termasuk kelompok generasi kristen yang kedua. Dari pandangan ini ~SI (Bdk.: 1 Klem) boleh diperkirakan ditulis antara tahun 80 dan 90.
  2. (2) ~SI ini bertujuan memperingatkan pembaca, agar jangan murtad atau letih-iman. Dalam hal itu ia simpulkan terus-menerus alasan-alasan dari PL dan ia perlihatkan suatu pengetahuan yang tepat mengenai kebiasaan persembahan kurban Yahudi. ~SI merupakan usaha pertama yang agak besar, di mana PL diberi nilai kristologis lewat jalan penafsiran Allegoris (: penjelasan tentang nama-nama pribadi Ibr 7:2; hubungan pada Kristus Ibr 2:6 dst.) dan lewat jalan eksegese typologis (: Melkisedekh sebagai type/lambang Imam Agung PB: bab 7). Di dalam memberikan pasangan-istilah yang selalu baru dan sekaligus berlawanan-arti (: bayang-bayang -- kenyataan; duniawi -- surgawi; fana -- tetap dan lain-lain) ia membedakan aturan Allah yang baru dari aturan yang lama.
  3. (3) Oleh cara pembuktian tadi, maka cukup lama orang percaya, bahwa ~SI diberikan pada jemaat kristen Yahudi di dalam atau di luar Palestina. Tetapi, karena pembuatnya berbicara beberapa kali mengenai iman terhadap Allah secara umum (Ibr 3:12 dbtl.) dan tidak membeda-bedakan antara Yahudi dan Kafir, -- titel "kepada orang Ibrani" mestinya sebuah tambahan dari waktu kemudian --, maka orang boleh menerka, bahwa penulis menunjukkannya kepada orang kristen dari asal sembarangan (: boleh jadi asal Romawi?). Sekarang ini juga masih tetap dipersoalkan, apakah di sini orang boleh mempersoalkan masalah "sepucuk surat" itu. Kepala surat tidak diberikan, sehingga kita cenderung memutuskan akan adanya sebuah khotbah yang dikirimkan kepada suatu jemaat tertentu dengan diberi sebuah penutup yang bercorak surat.

IBRANI, SURAT [browning]

Kira-kira pada 200 M, *Klemens dari *Aleksandria menyatakan bahwa surat ini ditulis oleh Paulus, namun dalam naskah tidak disebut sama sekali nama penulisnya. Malah ada beberapa alasan kuat untuk menolak kepenulisan Paulus. Bahasa Yunaninya terlalu baik untuk. Paulus; gagasan teologis Paulus yang paling disukai (seperti: 'dalam Kristus', *Roh Kudus, *pembenaran, '*tubuh Kristus')semuanya tidak ada; tidak ada penekanan pada kemanusiaan Yesus. Lebih bijaksana menganggap pendapat Klemens tidak lebih sekadar dugaan. Lebih jujur memperkirakan orang lain sebagai penulis surat anonim ini. Martin Luther menduga *Apoloslah penulisnya. Dugaannya ini mendapat dukungan beberapa sarjana modern, dengan alasan: Apolos berasal dari Aleksandria (Kis. 18:24), tempat filsuf Yahudi, *Philo, bekerja (50 M), dan terdapat kemiripan antara pemikiran Philo dengan surat ini. Di samping itu, Apolos juga aktif berapologi terhadap orang-orang Yahudi, dengan mengutip PL (Kis. 18:28), yang berdekatan dengan metode surat ini. Yang lebih menarik, namun tidak diterima secara luas, adalah hipotesis bahwa Apolos menulis surat ini dari *Efesus, ditujukan kepada jemaat *Korintus, terutama anggota-anggota Yahudi Kristennya, antara 52 dan 54 M. Ia telah mengunjungi Korintus (Kis. 19:1) dan meninggalkan kesan mendalam (1Kor. 3:6-9). Surat yang lebih berbentuk khotbah ini diduga ditulis untuk memperlihatkan keunggulan dan keunikan Kristus, serta superioritas iman Kristen dibanding dengan *Yudaisme Musa, yang membahayakan beberapa anggota jemaat untuk kembali ke sana. Apolos telah memperoleh nama baik di Korintus karena himbauannya ini, dan Paulus masih harus mempertahankan kedudukannya di sana (1Kor. 1-14). Dalam suratnya yang pertama Paulus menggarap beberapa persoalan yang muncul dalam Surat Ibrani, seperti ketika ia agaknya mempertahankan diri atas kekurangfasihannya (1Kor. 2:1), yang secara tidak menyenangkan membandingkannya dengan kemampuan Apolos dalam berpidato dan menulis. Sebagai penegasan bahwa Surat Ibrani ditujukan kepada jemaat Korintus, dalam Surat Klemens pertama kepada jemaat Korintus, yang ditulis di Roma pada 96 M terdapat 13 petunjuk tentang hal ini. Apa pun jasa teori tentang kepenulisan ini, para penerimanya terutama pastilah orang Yahudi, mungkin dari kelompok *Eseni, yang cenderung menghormati Yesus melebihi manusia biasa, namun lebih rendah dari Allah. Mereka menggabungkannya dan menganggap Yesus sebagai seorang *malaikat (Philo menulis bahwa Logos adalah seorang malaikat). Karena itu, pemujaan malaikat khususnya, dicela dalam Ibr 1:4 -- 2:18.

Struktur surat ini adalah: setiap pernyataan doktrin diikuti dengan nasihat praktis. Penulis mendorong pembacanya agar 'teguh berpegang pada kepercayaan' (Ibr. 3:6). Mereka harus hidup dan mati dengan *iman (10:32-39). Namun ia khawatir, apakah dalam kenyataannya jemaat akan bertahan sampai akhir (12:12), terutama beberapa di antara mereka, yang tidak lagi hadir dalam persekutuan (10:25). Mereka diingatkan bahwa Kristus adalah *penyataan Allah yang terakhir. Sistem pengorbanan Yang lama dalam hari *Penebusan telah gagal mencapai penebusan yang dibayangkan (10:1-4). Segala sesuatu telah dikerjakan Yesus dan pengharapan yang diberikannya (10:19-23) adalah bukti 'keselamatan' Yang lebih besar (2:3), yang dipersembahkan dengan korban diri-Nya sendiri, sekali den tidak perlu diulang.


Lihat definisi kata "Ibrani, Surat" dalam Studi Kata



TIP #28: Arahkan mouse pada tautan catatan yang terdapat pada teks alkitab untuk melihat catatan ayat tersebut dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.09 detik
dipersembahkan oleh YLSA