Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: HARI-HARI RAYA

HARI-HARI RAYA

HARI-HARI RAYA [ensiklopedia]

(Ibrani khag, Im 23:6; Ul 16:16, atau mo'ade Yahweh, Im 23:2,4). Istilah-istilah ini berarti suatu hari atau periode sukacita keagamaan. Walaupun ada dari hari-hari raya ini tepat bersamaan dengan musim, hal itu tidak berarti bahwa hari-hari raya itu berasal dari tata cara musim yg dirayakan oleh agama-agama di Asia Barat kuno. Tata cara berdasarkan musim dihubungkan dengan para dewa yg menikmati perjamuan besar atau pesta bersama dengan manusia (lih C. H Gordon, Ugaritic Literature, 1949, hlm 57-103; T Gaster, Thespis, 1950, hlm 6-108). Hari-hari raya dalam Alkitab berbeda dalam segi asal, tujuan dan isinya.

Bagi orang Israel musim-musim adalah karya Pencipta demi kepentingan manusia, yg mewujudkan kemurahan hati Allah terhadap ciptaan-Nya. Dengan merayakan hari-hari raya, manusia tidak hanya mengakui Allah sebagai pemberi kebutuhan hidupnya, tapi juga menceritakan belas kasihan Yahweh yg tak berbatas dan bebas bagi suatu umat yg terpilih, yg dilepaskan-Nya dari perbudakan di dunia ini melalui campur tangan-Nya sendiri (Kel 10:2; 12:8, 9, 11, 14; Im 23:5; Ul 16:6, 12). Sukacita yg dilahirkan adalah sungguh-sungguh. Penyerahan diri secara agamawi tidaklah bertentangan dengan kesenangan hati karena hal-hal yg fana, yg diterima sebagai karunia-karunia Allah (Im 23:40; Ul 16:14).

Tindak balas dari peserta pesta adalah etis secara agamawi, karena meliputi pengakuan dosa dan penyerahan diri kepada Taurat Allah (Kel 13:9; Za 8:9). Korban-korban yg dipersembahkan mengungkapkan pengampunan dosa dan pendamaian dengan Allah (Im. 17:11; Bil 28:22; 29:7-11; 2 Taw 30:22; Yeh 45:17,20). Jika seseorang dikucilkan dari hari raya, hal itu dianggap sebagai kehilangan dan penghalang untuk mendapat hak istimewa (Bil 9:7). Orang Israel tidak hanya tampil pada hari raya sebagai penerima belas kasihan ilahi, tapi juga mempersembahkan persembahan syukur kepada Yahweh selaras dengan berkat yg telah diterimanya (Ul 16:10). Hanya pada hari-hari raya yg tidak sah, orang-orang Israel yg tidak percaya ikut makan, minum dan bermain (Kel 32:6; 1 Raj 12:32-33).

Hari-hari raya PL tidak mengikuti bentuk umum di Barat kuno, yaitu hari-hari kesukacitaan yg didahului den tata cara dukacita dan penyucian. Pesta Alkitab itu sen mengandung unsur perkabungan, sebab unsur ini tergenggam dalam korban penghapus dosa (Im 23:27; Bil 29:7). Tidak ada garis pemisah yg jelas antara dukacita karena dosa dan sukacita di dalam Yahweh.

Ketidaksenangan hati para nabi terhadap hari-hari raya seperti yg dilaksanakan orang-orang Yahudi (mis Yes 1:13-20) bukanlah karena hari-hari raya itu pada dirinya dianggap kurang saleh, tapi adalah karena banyak orang Israel telah menyimpang dari tujuan rohaninya dan menganggap bahwa keseluruhan agama itu terdiri dari pelaksanaan lahiriah. Ini tidak pernah menjadi maksud Allah dengan hari-hari raya sejak penetapan hari-hari raya itu (Nah 1:15). Dalam PB hal ini dimengerti dengan baik oleh Tuhan Yesus. Juga oleh orang-orang percaya yg saleh, yg rajin merayakannya menurut kerohanian hari-hari raja yg sudah ditetapkan dalam Yudaisme (Luk 2:41; 22:8; Yoh 4:45; 5:1; 7:2,11; 12:20).

Hari-hari raya yg disinggung dalam PL adalah sbb:

1. Hari Raya Roti Tidak Beragi (Ibrani khaq hammatstsot, Kel 23:15), atau Hari Raya Paskah (Ibrani pesakh, Im 23:5). Ini ditetapkan untuk memperingati kelepasan bersejarah dari Mesir (Kel 10:2; 12:8,14). Hari Raya Paskah adalah satu dari tiga perayaan tahunan, dan dirayakan pada tanggal 14 bulan pertama. Selama 7 hari harus makan roti yg tidak beragi dan tidak boleh melakukan pekerjaan berat. Hari pertama dan hari terakhir merupakan perkumpulan kudus, karena itu korban-korban dipersembahkan (Bil 28:16-25; Ul 16:1-8).

2. Hari Raya Tujuh Minggu, Ibrani khaq syavu `ot, disebut juga Hari Raya Menuai dan Hari Raya Bungaran (Kel 23:16; 34:22; Bil 28:26). Kemudian, hari itu dikenal sebagai Hari Raya Pentakosta karena dirayakan pada hari ke-50 dihitung dari hari sabat permulaan Hari Raya Paskah. Hari ini ditandai dengan perkumpulan kudus dan mempersembahkan korban-korban.

3. Hari Raya Pondok Daun (Ibrani khag hassukkot, atau khag ha'asif [Pengumpulan hasil], Kel 23:16; 34:22; Im 23:34; Ul 16:13). Hari Raya ini berlangsung 7 hari, dan hari pertama beserta hari ketujuh merupakan perkumpulan kudus. Panen dituai dan orang tinggal di pondok-pondok yg dibuat dari cabang-cabang dan dahan-dahan pohon (Im 23:39-43; Bil 29:12-38).

4. Hari Sabat. Hari ini dipandang sebagai hari raya dalam Im 23:2-3 dan disebut' Sabat, hari perhentian penuh'. Hari ini ditandai dengan perkumpulan kudus (Yes 1:13), dan perhentian segala pekerjaan. Hari itu merupakan hari kenikmatan (Yes 58:13).

5. Hari Peniupan Serunai (Bil 29:1). Dalam Im 23:24 hari itu disebut 'Hari perhentian penuh yg diperingati dengan meniup serunai'. Korban-korban dipersembahkan dan pekerjaan berat dihentikan.

6. Hari Pendamaian (Im 23:26-31). Hari ini dirayakan pada tgl 10 bulan ketujuh, dan merupakan hari 'perkumpulan kudus', pada saat mana orang merendahkan din, berpuasa dan mengadakan pendamaian karena dosa. Hari itu dirayakan hanya sekali setahun (Kel 30:10).

7. Hari Raya Purim yg diterangkan dalam Est ps 9. Ditetapkan oleh Mordekhai pada zaman Ahasyweros, untuk memperingati kelepasan yg menonjol dari persekongkolan Haman. Hari ini adalah pesta ria dan sukacita.

Hari Raya Khanukha yg tidak disebut dalam Alkitab, adalah hari penahbisan kembali Bait Suci di Yerusalem oleh Yudas Makabe thn 164 sM, sesudah berakhir penajisan Bait Suci itu oleh Antiokhus Epifanes. Hari itu disebut juga 'Hari Raya Penahbisan Bait Allah' (Yunani enkainia, Yoh 10:22). DF/MHS




TIP #03: Coba gunakan operator (AND, OR, NOT, ALL, ANY) untuk menyaring pencarian Anda. [SEMUA]
dibuat dalam 0.08 detik
dipersembahkan oleh YLSA