Daftar Isi
BROWNING: FILEMON, SURAT KEPADA
ENSIKLOPEDIA: FILEMON, SURAT KEPADA

FILEMON, SURAT KEPADA

FILEMON, SURAT KEPADA [browning]

Surat terpendek di antara surat-surat Paulus yang panjang-panjang. Surat ini adalah permohonan kepada *Filemon, dituliskan pada waktu Paulus di penjara. Filemon dimohon berbaik hati terhadap *Onesimus, budaknya yang melarikan diri, dan bertobat menjadi Kristen (ayat 16). Onesimus telah mencari perlindungan pada Paulus. Onesimus datang dengan barang curian (ayat 18) dan ketakutan untuk mengembalikannya. Hukuman atas hamba yang melarikan dini adalah keras dan Paulus tidak hanya memohonkan perlakuan yang baik oleh Filemon, tetapi rupanya juga berkeinginan Onesimus dapat diberikan kesempatan untuk melayani dirinya (ayat 13). Filemon dianjurkan berbuat lebih (ayat 21; bnd. Mat. 5:41) dan jangan melaksanakan hukuman yang berlaku (yang dapat mencakup hukuman mati) yang menurut hukum Romawi boleh ia lakukan. Seorang Uskup dari *Efesus yang bernama Onesimus (yang berarti 'berguna', maka Paulus membuat permainan kata di ayat 11) disebut oleh *Ignatius (107 M) dan ada teori yang tidak umum diterima, bahwa Oresinuslah yang bertanggung jawab menyusun kumpulan surat-surat Paulus.

Filemon hidup di *Kolose, yang jauh lebih dekat dengan Efesus daripada *Roma. Maka mestinya Surat Filemon dikirim bersama Surat Kolose (yang memang erat berhubungan) dari Efesus; tetapi bukti bahwa Paulus dipenjarakan di Efesus, hanya samar-samar dapat disimpulkan dari 1Kor. 15:32, dan 2Kor. 11:23. Ada juga dugaan bahwa pemilik budak Onesimus adalah Arkhipus (ayat 2). Tetapi, apa yang jelas terungkap dari Surat Filemon ialah bahwa Paulus berupaya melibatkan seluruh jemaat setempat (ayat 1 dan 23), berhubungan dengan risiko Onesimus, menekankan kepada Filemon bahwa sesungguhnya Paulus menerimanya. Juga jelas bahwa kelembagaan perhambaan itu sendiri tidak dikutuk, walaupun iman Kristen umum menghendaki suatu hubungan yang sama sekali lain antara hamba dan majikan.

FILEMON, SURAT KEPADA [ensiklopedia]

I. Isi ringkas

a. Alamat dan salam pembukaan (Flm 1:1-3).

b. Ucapan terima kasih: menyebut pokok-pokok, yg akan diuraikan kemudian, tentang kasih, persekutuan (koinonia; bnd koinonos, 'temanmu seiman' dlm Flm 1:17) dan tentang penyegaran hati (bnd Flm 1:20) (Flm 1:4-7).

c. Permintaan supaya Onesimus diterima kembali (Flm 18-21).

d. Permohonan (Flm 1:23).

e. Salam dari teman-teman Paulus (Flm 1:23-24).

f. Berkat (Flm 1:25).

II. Pentingnya surat ini

Dalam daftar tertua Surat-surat Paulus ('kanon' Marsion dan kanon Muratori) terdapat Surat Flm, tapi tidak Surat-surat Penggembalaan. Pada abad 4 keluhan-keluhan timbul bukan atas keaslian penulisnya, tapi karena isinya terlalu remeh (bnd Yerome, Preface to Philemon). Namun kebanyakan generasi menilai tinggi kasih karunia, kebijaksanaan, kasih, dan kehalusan perasaan yg menjadi ciri khas surat ini. Tertulian berkata bahwa Flm-lah satu-satunya surat yg tidak diganggu gugat oleh Marsion dengan 'menyusunnya kembali' (Adv. Marc. 5. 21), dan keasliannya tak pernah dipersoalkan. Pada akhir-akhir ini Flm dipakai untuk mendukung teori tentang Surat-surat Paulus yg dianut oleh E.1 Goodspeed dan John Knox (*PAULUS III. d. [ii]); patut diucapkan terima kasih atas perhatian segar yg mereka kemukakan dalam Surat Flm, dan menerima satu dua dari saran mereka, tapi itu tidak menuntut supaya kita menyetujui rekonstruksi mereka yg sangat diragukan ini.

III. Bentuk

Sifat Surat Flm yg berupa pribadi dan tak resmi itu (bnd Deissmann, LAE, hlm 234 dab, *SURAT), bisa mengalihkan perhatian dari susunannya yg sangat berhati-hati dan bentuk-bentuk sastranya yg sangat taat asas (bnd Knox, hlm 18 dst). Perlu diperhatikan bahwa yg dimaksud 'jemaat di rumah' adalah sama dengan orang-orangnya yg disebut dalam alamatnya (Flm 1:2).

Goodspeed dan Knox berlebih-lebihan menekankan peranan yg diharapkan akan dimainkan oleh gereja dalam mempengaruhi pemilik hamba itu untuk 'melakukan kewajiban Kristen' (Goodspeed, hlm 118): dalam seluruh surat itu dipakai orang kedua tunggal, demikian juga dalam kata-kata salamnya; kecuali dalam Flm 1:22 (mengenai pengharapan Paulus mengunjungi Filemon) dan Flm 1:25 (berkat). Ini lain dari surat Ignatius kepada Polikarpus, yg dialamatkan kepada perseorangan tapi disertai banyak bagian yg memakai diri kedua jamak, yg menunjukkan bahwa gerejalah yg disapa. Filemon disapa sebagai tuan atau pemilik hamba, beserta keluarganya dan gereja, yg agaknya dihubungkan dengan dia demikian, Rm 16:5; Kol, 4:15. Surat Flm sering dibandingkan dengan Surat Plinius (Ep. 9.21), yg membicarakan seorang budak yg dibebaskan tapi berbuat salah, namun kemudian menyesal.

IV. Tujuan dan alasan menulis surat ini

Sari utama surat ini adalah permintaan Paulus demi Onesimus, budak yg berasal dari Kolose (Kol 4:9). Kelakuannya bertentangan dengan arti namanya, yaitu 'berguna', dan sindiran tentang nama ini terdapat dalam Flm 10-11. Kelihatannya Onesimus mencuri sesuatu dari tuannya (Flm 1:18), lalu melarikan diri (Flm 1:15; tidak seratus persen jelas). Melalui seorang pengantara yg tidak diungkapkan barangkali melalui teman sekampung Epafras (Kol 4:12) -- Onesimus diperkenalkan kepada Paulus yg sudah dalam penjara, dan Onesimus bertobat benar-benar. Tidak hanya di situ saja, tapi di dalam hati Paulus dan 'anaknya' yg baru ini, bertumbuh kasih sayang yg dalam yg satu terhadap yg lain, dan dalam diri anaknya ini sang rasul melihat kemungkinan-kemungkinan yg besar sekali.

Berdasarkan hukum yg berlaku pada saat itu, tuannya dapat saja melampiaskan pembalasan yg hampir tak ada batasnya terhadap Onesimus; masyarakat Yunani-Roma tak pernah bebas sama sekali dari ketakutan akan pemberontakan budak, dan bahkan seorang tuan yg baik hati, mungkin saja menganggap bahwa kewajibanlah terhadap masyarakat menunjukkan sikap keras atas budak yg melarikan diri. Demikian juga hukuman-hukuman yg sangat menakutkan mengancam orang-orang yg menyembunyikan budak pelarian (bnd P Oxy. 1422). Justru dalam soal inilah Paulus mendekati saudaranya bukan dalam nada memerintah, tapi meminta (ay 8-9), supaya man pemilik bersedia menerima Onesimus kembali seperti dia bersedia menerima Paulus (ay 17), sambil Paulus sendiri bersedia memikul semua hutang si budak (Flm 1:18-19).

Tapi mungkin Paulus meminta lebih daripada belas kasihan. Knox menerangkan, bahwa dalam bh Yunani di belakang hari, parakaleo, disusul oleh peri (seperti dim ay 10), biasanya berarti 'meminta sesuatu', dan bukan 'meminta demi'. Bagi Paulus guna Onesimus sangat besar; kepergian Onesimus sangat mendukakan hatinya; dan jika tidak karena keharusan untuk mendapat izin lebih dulu dari tuannya, dia sudah menahan Onesimus bagi dirinya (ay 11-14). Jadi permintaan Paulus dengan selengkapnya ya sebetulnya ialah, kiranya Onesimus dapat diserahkan/kepada Paulus demi pelayanan Kristen. Dan dengan itu hubungan Onesimus dengan Filemon akan tak terkatakan dekatnya dan kokohnya, melebihi hubungan lama yaitu sebagai budak rumah (ay 15-16). Bagaimanapun juga Filemon harus mengingat, bahwa ia sampai ke pertobatan hanya karena pelayanan penginjilan Paulus (Flm 1:19).

Paulus sudah dalam penjara (ay 9-10): waktu penulisan sama seperti dalam Surat Kol, sebab Onesimus harus menemani Tikhikus, pembawa surat itu (Kol 4:9). Kelompok Paulus dalam Flm 23 dab sama dengan yg dalam Kol 4:10-14, kecuali Yesus Yustus (jika kekecualian ini bukan kebetulan saja, bnd E Amling, ZNW 10, hlm 261). Tempat pemenjaraan harus disimpulkan terutama berdasarkan keterangan-keterangan dari luar surat itu; pilihan pertama ialah Roma, waktu penahanan pertama (kr thn 62 M) atau Efesus (kr thn 55 M).

Onesimus bisa saja tertarik pada kedua kota itu. Efesus dekat ke kampung asalnya, tapi cukup besar bagi Onesimus untuk tenggelam dalamnya. Roma merupakan kota pelarian bagi setiap macam orang yg kehilangan tempat tinggal. Di Efesus atau di Roma ada harapan akan kelepasan dan kemungkinan perjalanan ke daerah Filemon di hari mendatang yg tidak terlalu jauh.

Ada hal-hal lain yg berkaitan dengan Surat Kol. Kol 3:22 (bnd Ef 6:5-9) hampir tak mungkin ditulis tanpa mengingat akan Onesimus, dan akan pengaruh yg mungkin timbul terhadap perkembangan karirnya. Tapi alasan Knox dan Goodspeed tidak begitu teguh dalam menghubungkan perintah kepada Arkhipus dan 'Surat kepada Laodikia' dengan peristiwa Onesimus. Knox sendiri membantah saran Goodspeed, bahwa tuan Onesimus tinggal di Laodikia (hlm 40 dab), tapi sarannya sendiri pun, bahwa Filemon menerima surat itu mula-mula sebagai penilik gereja-gereja Likus di daerah Laodikia, dan bahwa Arkhipus yg di Kolose ialah tuan hamba itu dan si alamat yg pertama, tidaklah lebih tepat. Hal ini menuntut cara membaca alamatnya yg tidak wajar, dan membebani satu dua kata (ump 'teman sekerja' dan 'teman seperjuangan' dim ay 1-2). Apakah surat yg dibicarakan dalam Kol 4:16 ialah Surat Ef atau surat lain yg tak kita kenal, tak dapat dipastikan, tapi tak suatu pun yg memberi isyarat, bahwa surat itu ialah surat yg dialamatkan kepada Filemon.

KEPUSTAKAAN. Tafsiran (bersama Surat Kol) berdasarkan naskah Yunani oleh J. B Lightfoot', 1879, dan C. F. D Moule, 1957; berdasarkan naskah Inggris oleh H. C. G Moule, CB, 1893, J Knox, IB,1955; H. M Carson, TNTC, 1960; R. P Martin, NCB, 1974; E. J Goodspeed, INT, 1937, hlm 109 dst; J Knox, Philemon among the Epistles of Paul, 1959; F. F Bruce, BJRL 48, 1965, hlm 81-97. AFW/MHS




TIP #17: Gunakan Pencarian Universal untuk mencari pasal, ayat, referensi, kata atau nomor strong. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA