Daftar Isi
BROWNING: DANIEL, KITAB

DANIEL, KITAB

DANIEL, KITAB [browning]

Daniel adalah sosok orang bijaksana dan benar, yang legendaris. Gambarannya dalam Yeh. 14:14 sejajar dengan sifat-sifat tokoh PL: *Nuh dan Ayub. Kitab ini diterbitkan dengan nama Daniel sebagai nama samaran yang tepat, seperti lazimnya tulisan *apokalyptik. Beberapa dari ciri khasnya juga terdapat dalam kitab ini.

Oleh umat *Kristen, dalam PL kitab ini ditempatkan setelah *nabi-nabi besar, mengikuti *LXX; namun dalam Alkitab Ibrani, kitab ini dimasukkan ke dalam Kitab-kitab (ketubim). Enam pasal pertamanya berisi cerita populer mengenai perapian yang menyala-nyala, pesta *Beltsazar, dan gua singa. Kelompok enam pasal yang kedua mengambil bentuk *penglihatan-penglihatan yang berisi ramalan-ramalan pada masa kejayaan *Babel, mengenai apa yang akan terjadi pada keempat kerajaan, yaitu Babel, Media, *Persia dan *Yunani. Akhirnya (Dan. 12:1-4) puncak dari seluruh sejarah adalah diproklamasikannya pemerintahan Allah atas kerajaan orang-orang kudus.

Kerajaan-kerajaan kafir dilambangkan dengan '*binatang-binatang buas', yang di bawah kekuasaan mereka umat Yahudi menderita. Namun, dalam menghadapi kematian, Daniel dan kawan-kawannya menunjukkan kesetiaan kepada Allah mereka (Dan. 3), yang secara ajaib telah menyelamatkan mereka dalam perapian, dan kemudian menyelamatkan Daniel di dalam gua singa (Dan. 6). Pesan bagi para pembacanya adalah: tetaplah setia pada *perjanjian, maka akhirnya Israel akan dibenarkan. Daniel adalah kitab yang dapat dibarui untuk disesuaikan dengan keadaan-keadaan historis yang berubah-ubah. Karena itu, *Josephus, pada akhir abad pertama, menafsirkan keempat binatang buas itu sebagai penguasa Romawi, dan berpendapat bahwa petunjuk Daniel mengenai '*kekejian yang membinasakan' (Dan. 11:31) pasti merupakan ramalan bagi keruntuhan Bait Allah pada 70 M. Sementara itu, umat Kristen -- yang baginya kedatangan *Anak Manusia itu berarti *kematian dan peninggian Yesus (Dan. 7:13) -- juga menyadari makna *eskhatologis *pembinasa keji itu (Mrk. 13:14).

Kapan Kitab Daniel ditulis? Telah lama ada pendapat, dan masih dipegang oleh beberapa peneliti PL konservatif, bahwa kitab ini melukiskan kesetiaan orang Yahudi terhadap *agamanya, di bawah maharaja *Babel dan *Persia pada abad ke-6 sM, dan selanjutnya menubuatkan kengerian di masa yang akan datang. Namun demikian, penelitian kritis modern berpendapat bahwa kitab ini berasal dari abad ke-2 sM. Petunjuk-petunjuknya mengenai kerajaan-kerajaan tersebut dianggap sebagai kesan orang Yahudi tentang masa lampau hingga cerita-cerita yang masih hidup mengenai kekejaman 'tanduk kecil', yang telah bertindak melanggar hukum tempat kudus (Dan. 8:13). Peristiwa yang terakhir tersebut tepatnya berkenaan dengan kekejaman yang dilakukan oleh *Antiokhus Epifanes, penakluk *Seleukid, ketika ia mendirikan sebuah mezbah penyembahan berhala di Bait Allah pada 167 sM.

Pendapat bahwa kitab ini ditulis pada abad ke-2 sM tidak hanya dikemukakan oleh teori modern. Filsuf kafir Porphyry, pada awal abad ke-4 M, mencemooh gagasan bahwa penglihatan Daniel merupakan nubuat masa yang akan datang. Kritikus-kritikus modern melihat kesejajaran 'ramalan-ramalan' tersebut hingga zaman 'tanduk kecil'. Namun kemudian, apa yang dicatat tidak berhubungan dengan fakta historis, misalnya cerita mengenai kematian *Antiokhus (Dan. 11:45) -- yang menyiratkan bahwa kitab ini disusun selama periode *Makabe, sebelum kematiannya pada 164 sM. *Gaya sastra penulis (atau penulis-penulis) pseudonim berguna untuk menopang orang-orang sezamannya dalam penderitaan yang sedang mereka alami di bawah nama samaran, yang menyanjung orang-orang yang setia di masa lalu.

*Antiokhus, raja Seleukid, bertekad untuk menciptakan kebudayaan Yunani di seluruh wilayah kekuasaannya, dan memang, bahkan di Yerusalem, sebagian orang muda menyambut baik gagasannya (Dan. 11:30; 1Mak. 1:11-14). Praktik-praktik keagamaan orang Yahudi yang setia ditindas dengan garang, namun setelah '*pembinasaan' itu timbullah pemberontakan di bawah pimpinan *Matatias, dan di bawah pimpinan *Yudas Makabeus, anaknya. Kesuksesan militer ini memungkinkan Bait Allah dibuka kembali selama tiga tahun setelah penajisannya pada 167 sM.

Sebagian besar Kitab Daniel (2:4-7, 28) tidak ditulis dalam bahasa *Ibrani, tetapi dalam bahasa *Aram. Ada pula terjemahan bahasa Yunani *LXX dan Theodosion (abad ke-2 M). Versi-versi ini memasukkan tambahan-tambahan tertentu -- Doa Azaria dan Nyanyian Tiga Orang Muda disisipkan dalam Dan. 3:23, dan cerita mengenai Susana, serta Bel dan *Naga ditambahkan setelah pasal 12. Beberapa bagian dimasukkan ke dalam naskah kanonik Alkitab Roma Katolik (seperti NJB); namun dalam NRSV dan REB tambahan-tambahan tersebut ditempatkan dalam Kitab-kitab *Apokrifa, di antara PL dan PB.




TIP #34: Tip apa yang ingin Anda lihat di sini? Beritahu kami dengan klik "Laporan Masalah/Saran" di bagian bawah halaman. [SEMUA]
dibuat dalam 0.08 detik
dipersembahkan oleh YLSA