Bangunan [lambang]
Sering digunakan sebagai METAFORA gereja, menggambarkan struktur dan organisasinya beserta integrasi segenap anggotanya. 1 Kor 3:9-10; Ef 2:22; 1 Ptr 2:5.
BANGUNAN [browning]
Meskipun di Palestina tidak kekurangan batu, surplus kemakmuran dan keterampilan teknis yang terdapat di Yunani klasik abad ke-5 sM, dan pada era *Aleksander Agung, tidak terdapat di kalangan orang Ibrani. Kayu, yang digunakan secara luas, diangkut dari Libanon (1Raj. 5:6 dst.).
Tukang ukur menggunakan tali pengukur (Yeh. 40:3) dan dapat mencek kemajuan bangunan dengan tongkat pengukur. Batu-batu fondasi diimpor dan diletakkan dengan sangat hati-hati. Karena itu, tidak mengherankan jika dalam PB dikatakan bahwa Kristus adalah dasar atau batu penjuru Gereja (Ef. 2:20; 1Ptr. 2:7). Gereja adalah bangunan itu sendiri, meskipun dalam 2Tim. 2:19 metafora ini berubah, di mana Gereja digambarkan sebagai dasar yang tak dapat digeser. Dalam metafora lain, Gereja mirip dengan tiang bangunan, karena ia menopang *kebenaran Allah (1Tim. 3:15).

