Daftar Isi
ENSIKLOPEDIA: ANTIOKHIA DI SIRIA

ANTIOKHIA DI SIRIA

ANTIOKHIA DI SIRIA [ensiklopedia]

Kota termasyhur ini, sering dikenal sebagai Antiokhia S Orontes, didirikan kr 300 sM oleh Seleukus I Nikator, sesudah kemenangannya atas Antigones di Isus (310 sM). Kota ini paling terkenal dari 16 kota Antiokhia yg didirikan oleh Seleukus untuk menghormati ayahnya. Dibangun di kaki G Silfus, kota ini menguasai S Orontes yg dapat dilayari dan mempunyai sebuah pelabuhan yg indah bernama Seleukia Pieria. Penduduk Antiokhia selalu campur baur. Yosefus mencatat bahwa pemerintah Seleukus mendorong sejumlah besar masyarakat Yahudi untuk menetap di sana, dan memberi mereka hak kewarganegaraan yg penuh. Orang-orang Yahudi lainnya mungkin lari ke Antiokhia selama peperangan Makabe.

Antiokhia jatuh ke tangan Pompeius pada thn 64 sM, dan ia membuat kota itu kota bebas. Di kemudian hari Antiokhia menjadi ibukota propinsi Siria, dan merupakan kota terbesar ketiga di kerajaan Roma. Pemerintahan Seleukus dan Roma mendirikan kuil-kuil yg sangat indah dan bangunan-bangunan lain, yg menambah semaraknya pemandangan kota yg sudah mengagumkan itu.

Di bawah pemerintahan Seleukus penduduk Antiokhia telah memperoleh julukan orang bersemangat, tak mengenal malu dan tidak mantap, sifat-sifat yg nyata dalam serentetan pemberontakan terhadap pemerintahan Roma. Sekalipun demikian, Antiokhia termasyhur karena kebudayaannya, yg mendapat pujian dari Tullius Cicero yg terkenal itu. Dekat ke kota itu terdapat Rimba Dafne yg tersohor, dan sebuah tempat suci kepada Apolo, di mana upacara-upacara mesum dirayakan. Kendatipun bernada moral yg bejat, namun kehidupan di Antiokhia pada permulaan zaman Kristen adalah kaya dan aneka ragam.

Di luar Yerusalem, tidak ada kota lain kecuali Antiokhia yg begitu erat berhubungan dengan masa awal agama Kristen. Kis 6:5 mencatat, bahwa seorang bernama Nikolaus, yg telah menjadi penganut agama Yahudi di Antiokhia, dipilih menjadi 'diaken' di Yerusalem. Selama masa pengejaran sesudah kematian Stefanus, beberapa orang Kristen pergi jauh ke utara ke Antiokhid' (Kis 11:19),lk 500 km dari Yerusalem, dan memberitakan Injil kepada orang Yahudi di sana. Pendatang yg kemudian juga mengabarkan Injil kepada penduduk Yunani, dan karena banyak yg bertobat maka gereja Yerusalem mengirim Barnabas ke Antiokhia. Setelah menilai keadaan, Barnabas pergi ke Tarsus dan membawa Saulus kembali bersamanya. Keduanya mengajar di sana selama setahun.

Sifat penuh semangat masyarakat Kristen Antiokhia nampak dalam sumbangan keuangan yg mereka kirim ke gereja induk di Yerusalem ketika terjadi bahaya kelaparan (Kis 11:27-30). Tepat bahwa kota itu, di mana gereja pertama non-Yahudi didirikan, dan di mana orang-orang Kristen mungkin secara sarkastis pertama kalinya diberi nama Kristen, menjadi tempat lahirnya misi Kristen pertama ke luar negeri (Kis 13:1). Paulus dan Barnabas berangkat dari pelabuhan Antiokhia dan berlayar ke Siprus. Perjalanan pertama ini di Asia Kecil, selesai ketika Paulus dan Barnabas kembali ke Antiokhia dan melapor ke persekutuan gereja.

Ada pengungsi-pengungsi akibat penganiayaan yg timbul di Yerusalem sesudah kematian Stefanus, yg mula-mula memberitakan Injil baik kepada orang Yahudi maupun kepada non-Yahudi (Kis 11:20). Keadaan menjadi tegang ketika beberapa orang Yahudi mengunjungi Antiokhia, dan mengumumkan keharusan sunat bagi non-Yahudi sebagai syarat mutlak menjadi Kristen. Untuk menentang pandangan ini, gereja Antiokhia mengirim utusan dipimpin Paulus dan Barnabas ke Yerusalem. Dalam pertemuan yg diketuai oleh Yakobus, persoalan itu dibahas dengan seksama. Petrus telah menjumpai kesulitan lain disamping hubungan dagang antara Yahudi dan non-Yahudi, yaitu kesulitan di bidang pergaulan (Kis 10:28). Karena Petrus nampaknya berkenan terhadap hubungan-hubungan demikian dan telah makan bersama orang-orang yg tidak bersunat, ia dicela oleh gereja Yerusalem (Kis 11:3; bnd Gal 2:12). Petrus mengakui bahwa Allah tidak membedakan mereka sesudah Pentakosta. Sesudah Paulus menceritakan berkat-berkat yg diterima oleh orang-orang Kristen non-Yahudi, Yakobus membuat peraturan, bahwa hanya beberapa hal, yakni: menjauhkan diri dari makanan yg telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yg mati dicekik, dan dari darah, yg akan diwajibkan pada Kristen non-Yahudi. Paulus kembali ke Antiokhia dan diakui sebagai 'rasul kepada masyarakat non-Yahudi' (Kis 15:22-26).

Perjalanan penginjilan Paulus yg kedua mulai dan berakhir di Antiokhia, dan perjalanan penginjilan yg ketiga juga bertolak dari sana. Giatnya orang Antiokhia dalam penginjilan membuat kota itu memperoleh kedudukan besar dalam sejarah gereja berikutnya. Penggalian di sana (nama mod Antakya) telah menemukan lebih 20 gereja yg hancur bertarikh abad 4 M.

KEPUSTAKAAN. G Downey, Ancient Antioch, 1963. RKH/CJH/NY WBS




TIP #33: Situs ini membutuhkan masukan, ide, dan partisipasi Anda! Klik "Laporan Masalah/Saran" di bagian bawah halaman. [SEMUA]
dibuat dalam 0.07 detik
dipersembahkan oleh YLSA