Mengapa poligami diizinkan di antara para leluhur dan mengapa sekarang ini dianggap salah?

Yesus, sewaktu berfirman mengenai ketetapan-ketetapan hukum Musa tentang pernikahan, berkata: "Tetapi sejak semula tidaklah demikian". Matius 19:8. Dia merujuk kepada penciptaan asli satu laki-laki dan satu perempuan sewaktu memperbaiki hukum moral bahwa seorang laki-laki hanya boleh memiliki seorang istri. Kenyataan bahwa Abraham dan bapa leluhur lainnya memiliki lebih dari satu istri tidak membuat poligami dibenarkan dibandingkan dengan kenyataan kalau mereka memiliki budak tidak membuat perbudakan dibenarkan. Alkitab merupakan sebuah catatan yang selalu mengatakan yang sebenarnya tentang kehidupan orang-orang yang dikisahkan. Mereka melakukan banyak hal yang salah; Allah menangani umatNya dengan lemah lembut dan sabar, memimpin mereka melalui sebuah proses panjang pengajaran dan perkembangan menuju pemahaman penuh akan kehendak-Nya yang sempurna. Tidak ada waktu yang jelas kapan awalnya poligami dianggap salah, tetapi ajaran Yesus yang melebihi pengaruh lain, menunjukkan kepada umat manusia bahwa hal ini salah. Dalam Perjanjian Baru, kasih suami dan istri dianggap sebagai bentuk kasih tertinggi; tidak dapat dibayangkan kalau orang luar, atau pihak ketiga, bisa masuk ke dalam persekutuan yang kudus ini. Poligami berarti ketidakadilan terhadap wanita; istri-istri jamak adalah pihak luar, yang tidak memiliki sudut pandang Kristen mengenai hal-hal yang berkaitan dengan peran istri yang benar.




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #11: Klik ikon untuk membuka halaman ramah cetak. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA