Intisari Alkitab

Si Penuntut balas sudah datang

PENULIS
o OBAJA. Namanya berarti "hamba Tuhan", tetapi jati dirinya yang sebenarnya tidak jelas. Beberapa orang dalam Perjanjian Baru memakai nama ini.
o NAHUM. Namanya berarti "penghibur". Tidak ada yang diketahui tentang dia, kecuali bahwa ia adalah penduduk asli Elkosy, mungkin sebuah kota yang letaknya duapuluh mil di sebelah barat daya Yerusalem. Sebenarnya, kedua "nama" tersebut lebih menunjukkan fungsi kedua nabi tersebut daripada tentang jati diri mereka.

WAKTU PENULISAN
o OBAJA. Penentuan waktu penulisan banyak bergantung pada waktu penaklukkan Yerusalem yang dimaksud dalam ayat Oba 1:10-14. Penaklukkan ini mungkin yang dilakukan oleh bangsa Babel dalam tahun 587 SM (jika demikian halnya, maka Obaja ditulis pada pertengahan abad keenam), atau penaklukkan oleh bangsa Arab dan Filistin di abad kesembilan. Kebanyakan ahli berpegang pada abad keenam.
o NAHUM. Waktu penulisan ialah antara tahun 663 SM, ketika Tebe ditaklukkan oleh bangsa Asyur (lihat Nah 3:8-10) dan kekalahan Niniwe, ibukota Asyur, oleh tentara gabungan antara Medes dan orang Babilonia di tahun 612 SM seperti digambarkan dengan jelas dalam Nah 2:6-8.

LATAR BELAKANG Kesamaan yang terdapat dalam kedua kitab itu ialah suasana kebencian dari musuh-musuh umat Allah. Obaja menyerang Edom dan Nahum, Asyur. Kedua bangsa yang sedang berada di puncak kekuasaan itu bersikap congkak dan menindas. Bangsa Edom adalah "sepupu dekat" bangsa Israel -- Esau, nenek moyang bangsa Edom adalah saudara Yakub -- dan permusuhan antara kedua bersaudara itu tercermin dalam peperangan yang sering terjadi antara Israel dan Edom. Asyur yang berada di puncak kejayaannya merupakan sumber ketakutan bagi seluruh Asia barat, dan bertanggung jawab atas kekejaman yang luar biasa dalam peperangan, terutama terhadap Mesir.

CIRI-CIRI Kedua kitab nubuatan ini ditulis dalam bentuk puisi, dan berisi gambaran yang paling realistis mengenai pengepungan dan penyerangan terhadap sebuah kota dalam seluruh Perjanjian Lama. Kedua nabi mengungkapkan keinginan untuk membalas dendam, membayangkan dengan penuh sukacita setiap detail dari keruntuhan musuh-musuh bangsa Israel. Hal yang tidak biasa dari kedua kitab ini ialah tidak adanya tulisan mengenai hukuman terhadap bangsa Israel dan panggilan untuk bertobat yang merupakan hal yang umum dalam tulisan-tulisan Amos dan Mikha di abad kedelapan. Dalam Perjanjian Baru tidak terdapat acuan langsung terhadap kedua kitab ini.

Pesan

OBAJA

1. Tuhan adalah musuh Edom
o Ia akan mengalahkan Edom. Oba 2-4, 8
o Ia akan menggunakan bangsa-bangsa lain. Oba 1,7

2. Edom tidak dapat luput dari Tuhan
o Pertahanan alami tidak dapat menyelamatkan. Oba 3,4
o Sumber bualannya akan musnah. Oba 6,8,9

3. Edom layak dihukum
o Israel adalah saudaranya. Oba 12
o Edom bersukacita di atas kekalahan Israel. Oba 12,13
o Edom gagal menolong Israel. Oba 11
o Edom secara aktif membantu musuh-musuh Israel. Oba 14
o Edom akan mendapat perlakuan yang sama. Oba 15

4. Israel akan bangkit lagi
o Israel pernah mengalami kehancuran dan bencana. Oba 12,13
o Gunung Sion, tumpah darah Israel, akan menjadi kudus. Oba 17
o Israel akan memperluas wilayahnya. Oba 17-20

5. Tuhan akan ditinggikan
o Semua bangsa akan menghadapi penghakiman. Oba 15,16
o Tuhan akan memerintah sebagai raja seluruh alam semesta. Oba 21

NAHUM

1. Dua sisi sifat Allah
o Pelilndung umat yang pasti. Nah 1:7
o Penggempur musuh-musuhNya. Nah 1:2,6

2. Kejahatan dan hukuman atas Asyur
o Asyur telah berbohong, merampas dan menyesatkan. Nah 3:1,4
o Semua bangsa menderita di tangan Asyur. Nah 3:19
o Asyur mengadakan persekongkolan untuk melawan Tuhan. Nah 1:11
o Asyur harus memberi pertanggungjawaban kepada Tuhan. Nah 3:5
o Dewa-dewa Asyur tidak dapat menyelamatkan mereka. Nah 1:14
o Pemerintahan tangan besi Asyur sudah menurun. Nah 2:11-13
o Asyur akan dipermalukan dan dihina. Nah 2:10; 3:5-7
o Asyur akan mengalammi kekalahan total. Nah 1:14,15

3. Tragedi dan kemenangan Israel
o Israel dipersulit dan menderita. Nah 1:7, 12; 2:2
o Israel akan merayakan kemenangan dengan penuh sukacita. Nah 1:15

Penerapan

1. Kita hidup dalam dunia bermoral
Kita hidup dalam dunia yang dikendalikan oleh Tuhan yang pada akhirnya akan meluruskan yang salah.

2. Allah itu kudus dan penuh kasih
Kita sering membayangkan bahwa Dia bukanlah Allah yang mengampuni dan tidak perduli.

3. Allah mengendalikan sejarah
Hal ini seringkali terlihat dalam percaturan politik internasional. "Pada akhirnya, Allah..." akan menjadi komentar terakhir dari semua sejarah.

4. Kecongkakan selalu membawa kehancuran
Hal ini akan menjadi kenyataan khususnya apabila kecongkakan tidak memberikan tempat bagi Allah.

5. Kita semua harus bertanggungjawab kepada Allah
Kita semua hasur mempertanggungjawabkan segala cara yang kitaa pakai dalam memperlakukan sesama, dan kita tidak dapat luput dari hadapan Allah

6. Umat Allah tidak kebal terhadap penderitaan
Tetapi, Allah merupakan sumber keselamatan yang besar bagi mereka yang menjadi milik-Nya, dan Tuhan dapat dijadikan tempat bergantung bagi kebahagiaaan mereka.

7. Pertanyaan "berapa lama?" penderita
Pada suatu katika tangisan mereka akan berubah menjadi seruan kemenangan "Akhirnya!"

Tema-tema Kunci

1. Kemurahan dan kekerasan Allah
Paulus berbicara tentang "kemurahan dan kekerasan Allah" (Roma 11:22). Obaja dan Nahum lebih banyak berbicara tentang kekerasan, namun ada indikasi tentang kebaikan Allah, terutama dalam Nahum. Carilah contoh-contoh seperti itu, dan teruskan dengan mempelajari: Yesaya 55:7; Mikha 7:18; Mazmur 125:2; 139:1-8; Yesaya 54:5-10. Apa aspek-aspek yang berbeda tentang kebaikan Allah yang terdapat dalam ayat-ayat tersebut?

2. Tuhan adalah Allah yang cemburu
Menurut Anda, apa yang dimaksud dengan "cemburu" dalam Nahum 1:22? Ayat-ayat berikut ini dapat membantu anda untuk menjawab pertanyaan tersebut. Keluaran 34:14; Zakharia 8:2,3; 1Korintus 10:21,22; Titus 2:14; 1Petrus 2:9,10.

3. Pertanggungjawaban manusia terhadap Allah
Obaja dan Nahum menegaskan bahwa Edom dan Asyur harus menghadapi penghakiman Allah, oleh karena kejahatan-kejahatan mereka. Mazmur 33:13-15; Galatia 6:7; Ibrani 4:13 akan membantu menegaskan kebenaran bahwa tujuan akhir kita adalah Allah.

4. Pemeliharaan Allah atas semua orang
Obaja dan Nahum hanya memberikan sebagian dari ajaran alkitabiah tentang sikap Allah terhadap mereka yang tidak menjadi milik-Nya secara istimewa. Untuk bahan perbandingan, pelajari Yunus 4:11; Yesaya 19:25; 45:22; Yohanes 3:17; 1Timotius 2:3-6.

5. Kerajaan akan menjadi milik Tuhan
Obaja 21: Alkitab sering menunjuk kepada kekuasaan Allah atas manusia dalam pengertian "kedudukan sebagai raja" atau "kerajaan", dan menegaskan bahwa pemerintahan ini berpusat pada Kristus. Kebenaran apa saja tentang Kerajaan Allah yang dapat anda temukan dalam ayat-ayat berikut ini: Matius 12:28; Yohanes 18:36; Roma 14:17; Wahyu 12:10?




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #33: Situs ini membutuhkan masukan, ide, dan partisipasi Anda! Klik "Laporan Masalah/Saran" di bagian bawah halaman. [SEMUA]
dibuat dalam 0.03 detik
dipersembahkan oleh YLSA