Mengapa salah untuk mengandung perasaan marah dan kesal?

Allah melarangnya (Pkh. 7:9; Mat. 5:22; Rm. 12:19); ini merupakan ciri khas orang bodoh dan pekerjaan daging (Gal. 5:20; Ams. 12:16; Ams. 14:29; Ams. 27:3; Pkh. 7:9). Amarah berkaitan dengan kesombongan, kekejaman, kata-kata yang menggegerkan dan jahat, penuh kedengkian dan hujatan, perselisihan dan pertikaian (Ams. 21:24; Kej. 49:7; Ef. 4:3 1; Kol. 3:8; Ams. 21:19; Ams. 29:22), dan yang mendatangkan hukumannya sendiri (Ayb. 5:2; Ams. 19:19). Kitab Suci mengajarkan kita bahwa kata-kata menyedihkan menimbulkan amarah, tetapi dapat dihindarkan oleh hikmat dan kelemahlembutan yang menenangkan (Hak. 12:4; Ams. 29:8; 15:1). Kita diperintahkan supaya lambat dalam amarah, menghindari orang-orang yang menyerah padanya, membebaskan diri darinya dengan doa dan tidak menghasut anak-anak untuk menjadi marah (Ams. 15:18; 16:32; Tit. 1:7; Yak. 1:19; I Tim. 2:8; Ef. 6:4).




Artikel yang terkait dengan Titus:


TIP #32: Gunakan Pencarian Khusus untuk melakukan pencarian Teks Alkitab, Tafsiran/Catatan, Studi Kamus, Ilustrasi, Artikel, Ref. Silang, Leksikon, Pertanyaan-Pertanyaan, Gambar, Himne, Topikal. Anda juga dapat mencari bahan-bahan yang berkaitan dengan ayat-ayat yang anda inginkan melalui pencarian Referensi Ayat. [SEMUA]
dibuat dalam 0.77 detik
dipersembahkan oleh YLSA