Apakah Petrus sudah bertobat sebelum penyangkalannya akan Kristus?

Petrus adalah seseorang yang wataknya tegas, berani dan yakin. Dia mudah menjadi pemimpin kedua belas rasul. Ia jujur dan dengan hangat melekat pada Kristus. Dia percaya kalau dia bisa sangat setia; akan tetapi pada masa-masa pencobaan ternyata dia goyah dan lemah. Yesus mengenal hatinya dan memperingatkan dia terhadap sikap terlalu percaya diri dalam kesetiaannya. "Aku telah berdoa untuk engkau", firman-Nya, "supaya imanmu jangan gugur". Dia membutuhkan penguatan ilahi. Imannya telah gugur sebelumnya dalam sebuah krisis (lih. Mat. 14:29), dan apa yang diperlukannya untuk meyakinkan dia sekarang adalah "kuasa dari atas" yang akan datang kemudian. Si penggoda akan menyaring semua murid, dan Yesus menubuatkan kelemahan Petrus, tetapi dia terpelihara terhadap kejatuhan oleh doa syafaat yang khusus ini. Kasusnya menunjukkan, barangkali secara lebih lengkap ketimbang yang lainnya di dalam Perjanjian Baru, tentang kelemahan hal yang alami dan kekuatan rohani manusia. Bahkan pada saat penyangkalannya akan Kristus, yang dia perlukan hanyalah pandangan sekilas dari mata Tuhannya yang membuatnya bertobat seketika itu juga. Setelah diberkati dengan kuasa Roh Kudus, dia bertahan sebagai pemimpin para rasul, dan setia sampai mati.




Artikel yang terkait dengan Matius:


TIP #31: Tutup popup dengan arahkan mouse keluar dari popup. Tutup sticky dengan menekan ikon . [SEMUA]
dibuat dalam 0.05 detik
dipersembahkan oleh YLSA