Intisari Alkitab

Nabi bagi masyarakat yang makmur

SANG NABI
Amos bukan seorang nabi profesional. Ia seorang penggembala (Amo 1:1) dan boleh jadi seorang peternak domba yang senantiasa pergi ke pasar untuk menjual domba-dombanya. Mungkin dalam rangka perjalanan niaganya itulah ia mulai berkhotbah. Tempat tinggalnya di Tekoa, dua belas mil di sebelah selatan Yerusalem. Karena ia berkhotbah di kerajaan Israel bagian utara, maka tentu saja ia tidak diterima dengan baik -- orang selatan berkhotbah di utara (Amo 7:12)! Walaupun ia bukan seorang nabi profesional (Amo 7:14), ia telah mendengar suara Allah dan ia merasa tidak mempunyai pilihan lain selain berkhotbah (Amo 1:12).

WAKTU PENULISAN
Amos menandai waktu khotbahnya dengan "dua tahun sebelum gempa bumi". Gempa bumi itu merupakan suatu peristiwa bersejarah yang penting (lihat Amo 8:8; 9:5; Zak 14:5), tetapi waktunya yang tepat tidak lagi dapat dilacak. Waktunya mungkin sekitar tahun 760 SM. Dua orang Raja disebutkan di sini, yaitu Uzia yang memerintah dari tahun 783-742 SM dan Yerobeam II dari tahun 786-746 SM.

KEADAAN SAAT ITU
Amos berkhotbah kepada suatu masyarakat yang belum pernah mengalami keadaan sebaik itu.
1. Masa damai. Kerajaan Asyur yang penuh kuasa dipimpin oleh penguasa-penguasa yang lemah, sehingga Israel dibiarkan begitu saja.
2. Masa kemakmuran. Perdagangan maju dan untuk beberapa waktu Israel cukup makmur.
3. Masa penuh masalah. Kekayaan tidak dibagi rata dalam masyarakat. Si kaya bertambah kaya, sedangkan si miskin bukan hanya bertambah miskin, tetapi dengan sengaja ditindas oleh si kaya. Pada waktu yang bersamaan mereka mulai melupakan Allah dalam kehidupan mereka. Mereka tetap menampilkan sikap beragama mereka, tetapi semua itu tidak berarti apa-apa bagi mereka.

GAYANYA
Amos tentunya seorang pemberani. Khotbahnya langsung pada sasaran. Ia tidak pernah berpura-pura dengan kata-katanya, bahkan waktu berdebat dengan seorang imam (Amo 7:17). Nubuatannya penuh dengan penghakiman dan kebinasaan. Ia menggambarkan Allah sebagai seekor singa yang mengaum-aum, dan kita dapat membayangkan bagaimana ia menyampaikan khotbahnya bak singa sedang mengaum kepada para pendengar yang enggan mendengar dan malu, yang ketenteramannya sudah diganggunya dengan kasar. Secara keseluruhan, ada saat-saat kelembutan di dalam nubuatnya dan kitab ini diakhiri dengan suatu pesan pengharapan.

Pesan

1. Allah menghakimi bangsa-bangsa yang berdosa
o Allah mempunyai hak untuk menghakimi seluruh bangsa di dunia, tidak hanya bangsa pilihan-Nya, oleh karena Ia adalah Sang Pencipta (Amo 1:3-2:3).
o Ia menghukum mereka, karena tindakan mereka dalam memperlakukan sesama manusia.
o Hukuman yang dijatuhkan kepada setiap bangsa berlangsung terus sepanjang sejarah.

2. Allah menginginkan keadilan sosial
o Dosa yang dikutuk-Nya:
- Uang adalah segalanya. Amo 3:10,15; 6:4-6
- Si miskin diperas. Amo 2:7; 4:1; 5:11
- Keadilan disalahgunakan. Amo 2:7; 5:7,10; 8:4-6
- Kelonggaran moral. Amo 2:7; 4:1
o Sikap yang diharapkan-Nya:
- Mengasihi kebaikan Amo 5:14,15
- Menjaga keadilan. Amo 5:15,24
- Hidup dalam kebenaran. Amo 5:24

3. Allah membenci kepura-puraan beragama
Sikap Israel:
o Tidak setia kepada janji mereka Amo 2:4,5; 3:1,2
o Tidak menghormati Bait Allah. Amo 2:8
o Tidak bersyukur pada masa lalu. Amo 2:9-12
o Berpura-pura dalam penyembahan mereka. Amo 4:4,5; 5:21-27; 8:5
o Tidak menghargai nabi. Amo 7:10-17

4. Allah mengasihi Israel yang tidak layak itu
Walaupun Amos pada pokoknya berkhotbah mengenai pesan penghakiman, ia juga berbicara mengenai Allah sebagai Allah yang penuh kasih.
o Allah dengan tanpa paksaan memilih untuk mengasihi. Amo 3:2
o Allah dengan sabar mencoba untuk mengajar. Amo 4:6-11
o Allah dengan penuh belas kasihan menawarkan pertolongan. Amo 5:6
o Allah dengan penuh kemurahan berjanji untuk memulihkan. Amo 9:11-15

Penerapan

1. Bagaimana seharusnya hidup di dunia ini
Ingatlah:
o Hak-hak asasi manusia harus dihargai
o Keadilan yang benar itu penting
o Orang miskin berharga di mata Allah
o Hidup bermewah-mewah adalah hidup yang berbahaya
o Penghakiman segera datang

2. Bagaimana harus hidup di hadapan Allah
Ingatlah:
o Taruhlah Allah di atas segalanya
o Pastikan bahwa ibadahmu nyata
o Pekalah terhadap suara Allah
o Bersiaplah untuk bertemu Allah
o Janganlah bergantung kepada agama -- bergantunglah kepada Allah

Tema-tema Kunci

1. Melanggar Hukum Allah
Amos mengutuk bangsa-bangsa karena dosa mereka (Amo 1:3,6,9,11,13; 2:1,4,6), yaitu untuk pemberontakan mereka terhadap hukum Allah. Melanggar hukum Allah merupakan dosa yang paling utama. Pelanggaran itu dapat pribadi maupun secara nasional. Buatlah daftar dosa-dosa manusia dalam kitab ini yang menyebabkan mereka dihukum. Dosa apa yang relevan pada masa kini?

2. Menghadapi hukuman Allah
Apabila manusia berdosa maka:
o Hukuman tak dapat dielakkan sebab dosa membawa hukuman sebagai ekornya (Amo 1:3, 6,9,11,13; 2:1,4,6).
o Hukuman tidak dapat dihindari sebab Allah membiarkan hukuman itu berlaku (Amo 3:13-15).
o Hukuman menjadi lebih besar bagi mereka yang mendapat hak istimewa untuk membina hubungan yang khusus dengan Allah (Amo 3:2).
o Hukuman dilaksanakan oleh Allah dengan penuh keengganan (Amo 7:1-6).
o Bagaimana kita secara realistis berbicara mengenai hukuman Allah dalam dunia dewasa ini?

3. Mendengar suara Allah
Nasib yang paling buruk yang mungkin dialami umat manusia ialah bertahan dalam suatu periode yang di dalamnya Allah diam (Amo 8:11,12). Tetapi, dalam zaman Amos Allah telah berbicara melalui:
o Peristiwa-peristiwa (Amo 4:4-11)
o Nabi (Amo 7:14,15). Amos bukan seorang nabi yang sungguh-sungguh, tetapi seorang yang diambil dari kalangan orang biasa yang mempunyai keinginan bernyala-nyala untuk mengumandangkan firman Tuhan.
Apakah Allah masih berbicara seperti itu dewasa ini? Pikirkanlah contohnya. Apa yang diajarkan Amos kepada kita mengenai menjadi pelayan Allah?

4. Melakukan kehendak Allah
Amos memanggil bangsa Israel untuk bertobat. Pertobatan itu lebih dari hanya berkata "Maaf". Pertobatan merupakan suatu perubahan cara berpikir secara total, yang mengakibatkan orang berpaling dari cara hidup yang lama dan mulai hidup sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Apa yang Allah inginkan dari bangsa Israel adalah tindakan (Amo 5:14,15,24). Apa yang seharusnya menjadi buah pertobatan dalam kehidupan Anda?




Artikel yang terkait dengan Amos:


TIP #04: Coba gunakan range (OT dan NT) pada Pencarian Khusus agar pencarian Anda lebih terfokus. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA