Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  4. Arkeologi >  III. Metode-Metode Para Arkeolog. > 
C. Teknik-Teknik Lain untuk Menetapkan Tarikh. 
 sembunyikan teks

Tipologi barang tembikar adalah cara yang paling mendasar untuk menarikhkan situs-situs arkeologi. Semua metode lainnya hanya merupakan tambahan. Pada tahun-tahun belakangan, para ilmuwan telah mengembangkan berbagai prosedur baru untuk menarikhkan benda-benda purbakala. Tetapi tak satu pun dari prosedur baru ini yang dapat mengganti analisis jenis-jenis barang tembikar. Para ahli sanggup menentukan tarikh barang tembikar sampai sekurang-kurangnya setengah abad; kesempatan untuk berbuat kesalahan jauh lebih besar bila memakai prosedur yang lain, dan biasanya menjadi lebih besar lagi semakin jauh kita masuk zaman purba. Hanya pada beberapa "abad gelap", yang untuknya kita tidak memiliki petunjuk-petunjuk barang tembikar,maka teknik-teknik yang lebih baru ini terbukti cukup bermanfaat mengingat waktu dan biaya yang dikeluarkan.

Dari prosedur-prosedur yang lebih baru, maka yang paling stabil dan paling penting adalah penarikhan dengan radiocarbon. Isotop karbon 14 adalah suatu bentuk karbon dengan separuh hidup sekitar 5.600 tahun. Isotop ini "membusuk" dan membentuk ;karbon-12, bentuk karbon yang paling umum. Dengan mengukur perbandingan karbon-14 terhadap karbon-12 dalam suatu benda, para ilmuwan dapat menentukan umur benda tersebut. Meskipun karbon-14 seharusnya hancur dengan kecepatan yang konstan, beberapa ilmuwan masih meragukan apakah cara ini akurat dan dapat dipercayai. Karbon-14 dapat ditemukan dalam substansi organik Baja (kayu, kain, dan lain sebagainya), yang jarang ditemukan dalam penggalian di Palestina. Satu bagian yang cukup besar dari sampel itu dibinasakan dalam proses menguji ini, sehingga membuat para arkeolog enggan menggunakan metode ini. Bagaimanapun juga, metode ini telah berguna, terutama dalam meredakan kesangsian orang-orang yang belum yakin akan kemampuan para arkeolog untuk menarikhkan barang tembikar.

Beberapa teknik lain lebih banyak memberi harapan untuk arkeologi alkitabiah. Thermoluminescence mengukur emisi elektronis dari barang tembikar yang dipanaskan kembali untuk menentukan kapan tembikar itu mula-mula dibakar. Analisis spektografis menghujani sepotong tembikar dengan elektron untuk mengukur spektrum kimia dari mineral-mineral yang terdapat di dalamnya. Demikian pula, bila menggunakan metode neutron activation bahan keramik itu ditempatkan dalam sebuah reaktor nuklir dan komposisi kimia dari tanah liat itu ditetapkan oleh radioaktivitas yang dikeluarkannya. Kedua metode yang belakangan itu lebih berguna dalam menentukan sumber tanah liat yang dipakai untuk membuat barang tembikar itu daripada memberitahukan tarikhnya; tetapi sering kali kedua penyelidikan itu dilakukan bersamaan. (Mata biasa seorang ahli tembikar yang terampil sering kali dapat menemukan banyak hal tentang sumber tanah liat tanpa bantuan-bantuan ilmiah ini.)

Teknik-teknik ilmiah juga dapat membantu dalam mencari situs. Begitu banyak tel purba tetap tidak disentuh oleh penggalian modern sehingga orang kurang memerlukan bantuan-bantuan ini. Tetapi di berbagai kawasan yang penduduknya kurang di Transyordania dan Negev, pemotretan dari udara dengan inframerah telah mampu menemukan kota-kota purba dengan mengenali berbagai perbedaan dalam tumbuh-tumbuhan. Sebuah benda mengeluarkan panas dalam bentuk sinar inframerah; semakin panas benda itu, semakin banyak sinar inframerah yang dikeluarkannya. Demikianlah potret-potret inframerah menyatakan perbedaan-perbedaan dalam suhu tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di atas tembok dan lantai purba. Di Italia, para arkeolog menggunakan proton magnetonzeter (sebanding dengan Geiger counter, alat pengukur radiasi) untuk menemukan kota Sybaris.



TIP #13: Klik ikon untuk membuka halaman teks alkitab dalam format PDF. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA