Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  24. Sastra Alkitab >  V. Surat-Surat. > 
A. Surat-Surat Paulus. 
 sembunyikan teks

Surat-surat Rasul Paulus (sama seperti surat-surat lain di Perjanjian Baru) merupakan karya sastra yang unik. Surat-surat ini berbeda dari semua gaya surat yang ditemukan dalam sastra di luar Alkitab.

Surat-surat di luar Alkitab disusun sebagai berikut: (1) nama penulis dan gelarnya, (2) nama penerima dan gelarnya, (3) kadang-kadang nama sekretaris atau utusannya, (4) ucapan salam yang sudah dibakukan, (5) pembahasan tentang urusan yang sedang ditangani, dan (6) salam penutup.

Di banyak surat yang ditulis atas papirus, salam penutup ditulis dalam tulisan yang berbeda dari bagian lain surat itu. Hal ini mengemukakan bahwa penulis telah memakai seorang amanuensis atau sekretaris untuk menulis suratnya. Seorang amanuensis akan mendengarkan apa yang hendak dikatakan oleh penulis dan kemudian ia akan menyusun dokumen itu dengan kata-katanya sendiri. Setelah itu penulis akan membaca pekerjaan amanuensis untuk memastikan bahwa bunyi surat tersebut sesuai dengan apa yang dimaksudkannya. Seorang sekretaris mungkin akan mencatat perkataan penulis dengan tulisan steno, kemudian menulisnya dengan tulisan biasa, dan menyerahkan hasil pekerjaannya kepada penulis untuk salam penutup (bdg. Gal. 6:11-12; II Tes. 3:17).

Surat-surat Paulus mengikuti susunan umum ini. Yang menjadikan surat-surat ini bersifat khusus adalah unsur pernyataan dan nasihat rasuli, yang memberikannya wibawa khotbah-khotbah tertulis. Paulus mengembangkan salam baku yang hambar menjadi suatu gabungan berharga dari "kasih karunia" dan "damai sejahtera" - gagasan-gagasan yang khas kristiani dan Ibrani. Kemudian ia mengganti bagian berikut (ucapan syukur karena kesehatan dan kebahagiaan si penerima) dengan suatu berkat (yaitu, ucapan syukur karena berkat-berkat yang diterima dari Allah).

Bagian utama surat-surat Paulus dimulai dengan suatu metode terkenal yang diambil dari aturan seni pidato Yunani dan Romawi. Dalam usahanya untuk menegakkan hubungan baik dengan para pembacanya, Paulus mengajukan permohonan, himbauan, atau nasihat. Kadang-kadang ia menggunakan sebuah "formula penyingkapan" (mis., "Aku mau supaya kamu mengetahui," dan "Kami tidak mau bahwa kamu tidak mengetahui"). Pada saat lain, ia mengucapkan selamat kepada para pembacanya atas keberhasilan pekerjaan mereka (bdg. Flp. 1:3-6; I Tes. 1:2-10) dan keadaan rohani mereka yang sehat (I Tes. 1:4-5; II Tes. 1:3-4).

Surat-surat Paulus mungkin menjalin-jalinkan hal-hal yang praktis dan yang bersifat doktrin (nus., I dan II Kor., Flp., dan I Tes.). Pada saat-saat lain ia memisahkan kedua hal ini, serta menempatkan hal yang bersifat doktrin di depan hal yang praktis (mis., Rm., Gal., Ef.). Dalam kasus yang demikian, bagian doktrin merupakan dasar untuk penerapan praktis.

Paulus mengakhiri surat-suratnya dengan ucapan salam, pujian bagi Allah, dan permohonan berkat.

Nada surat-surat Paulus tidak akrab, seperti gaya surat yang khas. Ia tidak menulis kepada seorang pembaca tunggal (kecuali dalam kasus Timotius, Titus, dan Filemon), tetapi kepada kelompok pembaca yang lebih umum. Karena sadar akan jabatannya sebagai rasul, secara tetap ia berbicara sebagai seorang tokoh masyarakat, bukannya sebagai seorang individu biasa. Apakah suratnya dialamatkan kepada satu jemaat (mis., I Kor.) atau kepada seseorang (mis., I Tim.), Paulus tidak melepaskan sikapnya sebagai tokoh masyarakat. Hampir segala sesuatu yang dikatakannya, pada akhirnya merupakan amanat kepada gereja yang am. Sebenarnya, surat-surat Paulus merupakan kelanjutan tema kitab-kitab Injil - suatu sifat yang tercermin dalam struktur sastranya.

Paulus ternyata adalah seorang yang menguasai gaya retorika dan kefasihan bicara. Ia suka sekali menggunakan kalimat-kalimat panjang yang menuju ke klimaks yang kuat. Dengan terampil ia memakai kata-kata yang menggairahkan - metafora dan simile yang hidup, berbagai kilasan yang mengharuskan kepada kehidupan dan pribadi Yesus - semua metode komunikasi sastra yang efektif. Ia terutama ahli dalam menggunakan peroration (hal mencapai klimaks yang tegas - mis., Ef. 6:10-17).



TIP #04: Coba gunakan range (OT dan NT) pada Pencarian Khusus agar pencarian Anda lebih terfokus. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA