Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  3. Teks dan Terjemahan >  III. Terjemahan-Terjemahan Alkitab Dalam Bahasa Inggris. > 
A. Kitab Mazmur dan Beberapa Terjemahan Lama Lainnya. 
 sembunyikan teks

Uskup Aldhelm dari Sherborne (wafat tahun 709 M.) menerjemahkan Kitab Mazmur ke dalam bahasa Anglo-Sakson, satu bentuk kuno dari bahasa Inggris. Sudah dari dahulu sekali, para pujangga Inggris menuangkan Mazmur-mazmur dalam bentuk syair yang biasa sehingga mudah untuk mengingatnya. Dengan demikian Kitab Mazmur menjadi bagian Alkitab yang paling populer dalam bahasa Inggris. Para petani menyanyikannya di ladang dan orang tua mengajarkannya kepada anak mereka. Kita memiliki manuskrip-manuskrip kitab Mazmur dalam berbagai logat Anglo-Sakson yang ditulis sejak abad ke-10.

Seorang rahib pada abad ke-10, yang bernama Aldred, menulis sebuah terjemahan Inggris dari kitab-kitab Injil di antara baris-baris teks bahasa Latin yang sedang disalinnya. Manuskrip ini adalah bukti tertua dari sebuah terjemahan Perjanjian Baru dalam bahasa Inggris. Sekitar tahun 1000 M., Alfric dari Bath menghasilkan sebuah terjemahan Injil-Injil dalam bahasa Inggris.

John Wycliffe menerbitkan Alkitab pertama yang lengkap dalam bahasa Inggris pada tahun 1382. Wycliffe terutama menggunakan Vulgata Latin, dan terjemahannya kurang baik dalam beberapa hal. Akan tetapi, rakyat biasa di Inggris dengan senang hati menerima kitab itu, dan Wycliffe mengorganisir sekelompok pendeta yang terkenal sebagai kaum Lollard (karena mereka memakai "lollardy" atau bahasa yang umum) untuk mengadakan perjalanan ke seluruh negeri dan berkhotbah dari Alkitab terjemahannya. Gereja Katolik Roma yang resmi mengutuk karya Wycliffe dan membakar banyak dari salinan yang ditulis tangan itu. Meskipun demikian, kira-kira seratus lima puluh salinan dari Versi Wycliffe masih ada, tetapi hanya satu yang lengkap.

Seorang pria Inggris lain, William Tyndale, mulai mencetak terjemahan penting yang berikut dalam bahasa Inggris di Keulen, Jerman, pada tahun 1525. Oleh sebab Tyndale adalah teman akrab Martin Luther, maka para penguasa Roma berusaha untuk menghentikan usaha ini. Namun, Tyndale berhasil menyelesaikan kitab itu dan menyelundupkan kitab-kitab Perjanjian Baru yang dicetaknya itu ke Inggris. Pada tahun 1535, setelah ia menyelesaikan terjemahan kitab-kitab Pentateukh dan Yunus, petugas-petugas dari Inggris menangkap dia di Belgia, mencekik dia, dan membakar dia di kayu sula.

Juga, pada tahun 1535, seorang Inggris bernama Miles Coverdale menerbitkan sebuah terjemahan dari seluruh Alkitab dalam bahasa Inggris di kota Zurikh. Edisi ini didukung oleh Raja Henry VIII, oleh sebab Coverdale menerjemahkan banyak bagian dalam suatu cara yang mendukung doktrin Katolik Anglikan dan mengurangi penggunaan Vulgata Latin.

Lalu Coverdale mulai mengerjakan sebuah Alkitab Inggris lainnya yang akan menggabungkan hal-hal yang terbaik dari Tyndale dan penerjemah-penerjemah Inggris lainnya, juga pengertian-pengertian baru dari manuskrip Yunani dan Ibrani. Ia menyiapkan halaman-halaman sebesar 23 cm x 38 cm untuk Alkitab ini, sehingga dinamai "Alkitab Besar". Ia menyelesaikannya pada tahun 1539 dan pemerintah Inggris memerintah para pendeta memamerkan kitab itu secara menonjol dalam gereja-gereja di seluruh negeri. Hal ini menimbulkan perhatian terhadap Kitab Suci.

TIGA VERSI DIBANDINGKAN
Coverdale (1535) Geneva Bible (1560) King James Version (1611)
Ay. 14:1 Manusia yang lahir dari perempuan hanya singkat umurnya dan penuh macam-macam kesengsaraan. Manusia yang lahir dari perempuan itu umurnya pendek dan penuh kesukaran. Manusia yang lahir dari perempuan umurnya beberapa hari saja dan penuh kesukaran.
Mzm. 46:1 Dalam kesukaran dan kemalangan kita, kita mendapati bahwa Allah adalah perlindungan kita, kekuatan kita. Allah adalah harapan dan kekuatan dan pertolongan kita dalam kesukaran, siap sedia untuk ditemukan. Allah adalah perlindungan dan kekuatan kita, penolong yang selalu siap dalam kesukaran.

Diagram 19

Pada tahun 1553, Mary Tudor naik takhta Inggris dan menjalankan kebijakan Katolik 'yang ketat atas rakyat. Ia melarang penggunaan semua Alkitab dalam bahasa Inggris, demi versi-versi dalam bahasa Latin. Coverdale dan banyak penerjemah Alkitab lainnya melarikan diri ke kota Jenewa di Swis, di mana Yohanes Calvin telah mendirikan sebuah kubu Protestan. William Whittingham dari Jenewa mengorganisir beberapa ahli ini 'untuk mulai mengerjakan sebuah Alkitab baru dalam bahasa Inggris, yang mereka terbitkan pada tahun 1560. Inilah Alkitab pertama yang membagi isi Kitab Suci dalam ayat-ayat. Inilah pekerjaan Robert Estienne, seorang pencetak kitab-kitab Perjanjian Baru Yunani di Paris.. Para penjual buku menamakannya "Breeches Bible" (Alkitab Celana) karena caranya yang aneh untuk menerjemahkan Kej. 3:7, "Lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat celana."

Whittingham dan rekan-rekannya mempersembahkan terjemahan ini kepada Ratu Elizabeth I, yang telah naik takhta Inggris pada tahun 1558. Rakyat Inggris di mana-mana menggunakan Alkitab Jenewa ini selama dua generasi berikut.



TIP #28: Arahkan mouse pada tautan catatan yang terdapat pada teks alkitab untuk melihat catatan ayat tersebut dalam popup. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA