Resource > Jurnal Pelita Zaman >  Volume 9 No. 2 Tahun 1994 >  GEREJA DI TENGAH PERKEMBANGAN KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA > 
PERKEMBANGAN PERKOTAAN 
sembunyikan teks

Pada tahun 1990 PBB mengeluarkan laporan kegiatannya selama 45 tahun (1945-1990), laporan mana menonjolkan masalah-masalah global yang cukup serius yang menantang umat manusia. Di antaranya tantangan-tantangan yang menonjol disebut masalah Urbanisasi sebagai tantangan yang berjalan sama cepatnya dengan kemajuan Era Informasi di akhir abad ke-20 ini, di mana disebutkan:

"Ledakan Perkotaan": Lebih dari 40 persen penduduk dunia bertempat tinggal di kota-kota - sebelumnya tak pernah sebesar ini. Begitu penduduk berduyun-duyun mengalir ke kota-kota untuk mencari pekerjaan, tempat tinggal dan pelayanan sosial yang lebih baik, maka lingkungan pedesaan dan perkotaan berubah secara drastis. Di akhir abad ini, lebih separuh dari penduduk dunia berada di kota-kota. Sebagian besar dari penduduk kota yang baru ini akan berada di negara-negara yang sedang berkembang. Akibat urbanisasi yang berlangsung dengan cepat sudah terasa dalam bentuk kota yang penuh sesak, persediaan air dan sanitasi yang tidak memadai, pencemaran lingkungan, pengangguran, kemiskinan yang endemis dan keputusasaan yang bertambah luas.483

Ledakan penduduk perkotaan merupakan tantangan serius di seluruh dunia baik di negara-negara maju dan terutama di negara-negara yang berkembang, bahkan dalam laporan PBB berjudul "Prospect of World Urbanization" (1987) disebutkan bahwa pada tahun 2000 akan terdapat 23 kota-kota Metropolis dengan penduduk di atas 10 juta orang di mana Jakarta termasuk sebagai kota terpadat ke sebelas dengan penduduk 14 juta orang, dan di antaranya, 6 kota berada di atas 15 juta penduduk di mana 4 kota di antaranya berada di negara-negara sedang berkembang! Sekarang ini dunia menghadapi perkembangan kota-kota yang bukan lagi jutaan penduduknya tetapi belasan juta bahkan puluhan juta penduduknya!

Memang masalah perkotaan merupakan topik hangat di akhir abad ini, bahkan dalam Kongres Metropolis Sedunia484 terakhir, dibahas 6 masalah pokok yang dihadapi kota-kota besar dunia yang cukup memusingkan para penata dan pengelola kota pada umumnya yaitu masalah-masalah berikut:

1. Masalah Pertumbuhan Penduduk Perkotaan yang tidak terkendali

2. Masalah Perumahan Rakyat dan Sarana Fisik dan Sosial yang makin tidak memadai

3. Masalah Lingkungan Hidup dan Kesehatan yang makin merosot

4. Masalah Lalu lintas dan Transportasi yang makin langka

5. Masalah Organisasi dan Manajemen Perkotaan yang makin tidak mampu

Masalah-masalah mana memang makin sulit diatasi dalam kehidupan kota-kota modern karena pertumbuhan penyediaan prasarana dan sarana lebih lambat dari tuntutan kebutuhan, hal mana mengakibatkan dampak-dampak negatif perkotaan yang makin sulit ditanggulangi dan akan berdampak berat bagi penduduk perkotaan.

Memang harus diakui bahwa kota-kota besar merupakan simbol kemajuan ekonomi, tetapi harga apakah yang harus dibayar darinya? Asian Business, dalam artikelnya menyebutkan bahwa:

"This is what Asian countries are learning as their major urban centres suffer the symptons of their economics success: Traffic congestion, air pollution, inadequate sanitation and infrastructure that has been stretched to breaking point by rapid urban growth ... Many of Asia's cities are degrading faster than the region's robust economies are growing."485

Sudah jelas bahwa gejala-gejala fisik itu berpengaruh pada perilaku penghuninya seperti apa yang pernah diucapkan oleh Winston Churchill bahwa, "We build our cities and it will build our way of life." Mengenai kesan masyarakat kota terhadap kotanya, majalah Newsweek dalam artikelnya mengemukakan hasil penelitiannya di kota-kota di Amerika Serikat dan menghasilkan kesimpulan berikut:

Tiga puluh dua persen Amerika tinggal di kota-kota -- tetapi hanya 13 persen yang menganggap kota sebagai tempat hunian yang paling diingini. Tiga puluh tujuh persen orang-orang Amerika menganggap kota-kota besar di Amerika sebagai "sakit parah" atau "kritis" ... Penduduk perkotaan menyalahkan situasi ekonomi dan birokrasi sama-sama menjadi penyebab timbulnya masalah-masalah perkotaan.486



TIP #29: Klik ikon untuk merubah popup menjadi mode sticky, untuk merubah mode sticky menjadi mode popup kembali. [SEMUA]
dibuat dalam 0.01 detik
dipersembahkan oleh YLSA