Resource > Ensiklopedi Fakta Alkitab - Bible Almanac >  9. Orang Persia >  II. Bangkitnya > 
E. Tanggapan Orang Yahudi. 
 sembunyikan teks

Dengan gembira orang Yahudi menanggapi tawaran Koresy. Pada tahun dekrit itu diumumkan (538 sM), banyak orang Yahudi bersiap-siap untuk pulang. Kita harus ingat bahwa keputusan mereka untuk pulang bukanlah keputusan yang mudah. Orang-orang Yahudi yang telah mematuhi nasihat Yeremia (Yer. 29:5, dst.) telah menjadi mapan di Babel. Mereka sudah membeli rumah, menanam kebun, dan mendirikan usaha perdagangan dalam pembuangan. Lempeng-lempeng perdagangan Babel menyatakan nama orang-orang Yahudi, yang menunjukkan bahwa orang Yahudi mempunyai kedudukan yang baik di Babel pada zaman itu. "Kaum Zionis" zaman purba ini harus meninggalkan segala sesuatu yang telah mereka bangun dalam pembuangan untuk kembali ke tanah air yang miskin. Orang-orang yang memulai perjalanan panjang yang berbahaya dari Babel ke Palestina membutuhkan kepercayaan kepada Allah, jiwa perintis, dan kehendak yang kuat untuk membangun kembali negeri mereka.

Sesbazar, "pembesar di Yehuda," adalah bupati pertama di Yehuda. Sesbazar, yang namanya dalam bahasa Babel (Samas-apalusur) berarti "Samas telah mengawal kedudukannya sebagai anak." Ia bertanggung jawab atas harta benda bait suci dalam perjalanan ke Yerusalem (Ezr. 1:11; 5:14). Boleh jadi ia adalah putra Yoyakhin, Syenasar (I Taw. 3:18).

Para sejarawan tidak sependapat mengenai jati diri Sesbazar. Ada yang mengemukakan bahwa Sesbazar yang disebut di Ezr. 1:11 adalah sama dengan Zerubabel dari keluarga Daud, yang memimpin rombongan pertama yang kembali (Ezr. 2:2). Zerubabel adalah pemimpin di samping Yesua. Aran tetapi, kita tidak diberi tahu bahwa Sesbazar adalah pemimpin yang aktif, sedangkan Ezra secara khusus menekankan peran Zerubabel sebagai pemimpin dari rumah Daud selama kurun waktu pemugaran. Dalam jawaban orang Yahudi kepada Darius, Sesbazar disebut sebagai bupati yang menyaksikan peletakan dasar bait suci. Mungkin Sesbazar telah wafat segera sesudah ia kembali ke Yerusalem, dan mungkin Zerubabel, kerabatnya yang sudah setengah tua itu, mengambil alih jabatan bupati. Nabi Hagai mengacu kepada Zerubabel sebagai "bupati" (Hag. 1:1, 14).

Segera sesudah orang Yahudi tiba di Yerusalem, Sesbazar memberi instruksi kepada rakyatnya untuk mengikuti perintah Koresy untuk membangun kembali bait suci. Zerubabel dari keluarga Daud dan Yosua imam besar memimpin rakyat dalam mengucap syukur dan meletakkan dasar bait suci. Para imam dan orang Lewi memimpin mereka dalam puji-pujian. "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya kepada Israel!" (Ezr. 3:11). Hanya orang-orang yang telah melihat kemegahan bait Salomo dapat membandingkannya dengan bangunan sederhana yang sedang dibangun di hadapan mata mereka. Mereka yang mengingatnya menangis, sedangkan orang-orang Yahudi yang lebih muda bersorak-sorai karena sukacita ketika menyaksikan permulaan yang baru ini. Mereka mengetahui bahwa hal ini menggenapi janji-janji Allah kepada para nabi yang didasarkan pada perjanjian-Nya dengan Abraham (Ezr. 3:12-13).

Orang Yahudi di Palestina berusaha untuk mematuhi Taurat Musa. Mereka mempersembahkan kurban bakaran waktu pagi dan waktu petang (Ezr. 3:2; bdg. Ul. 12:5-6); merayakan hari Raya Pondok Daun (Bil. 29:12): dan mengadakan setiap hari raya yang telah ditetapkan (Bil. 29:39). Dengan sukarela mereka menyumbangkan apa yang dapat mereka berikan untuk membangun bait suci - sejumlah enam puluh satu ribu dirham emas, lima ribu mina perak dan seratus helai kemeja imam (Ezr. 2:69).



TIP #15: Gunakan tautan Nomor Strong untuk mempelajari teks asli Ibrani dan Yunani. [SEMUA]
dibuat dalam 0.02 detik
dipersembahkan oleh YLSA